Jaket Tua

Jaket Tua
Bab 30. Melanjutkan Perjalanan.


__ADS_3

Hari telah berganti, begitu juga dengan Lana yang waktunya untuk pergi. Di atas sepeda motornya Lana menyusuri jalanan kota yang padat, seketika pandangan matanya tertuju pada sebuah warung kopi di pinggir jalan. Dengan sigap ia memperlambat laju sepeda motornya dan berhenti di depan warung kopi tersebut.


" Kopi hitam satu mas. " ucap Lana memesan.


Tidak lama berselang, Lana meraih ponselnya yang berada di dalam tas kecilnya untuk mengambarkan keadaan dirinya kepada Dara. Sembari beradu pesan dengan Dara, otak Lana masih berfikir dengan tempat yang akan ia tuju selanjutnya. Seketika pandangan mata Lana menatap ke TV yang terletak di pojok warung. Ia melihat sebuah berita tentang hewan yang terancam punah.


" Penyu? " bisik batin Lana.


Lana langsung teringat dengan sebuah pantai yang menjadi tempat berkembang biak penyu. Sontak saja Lana membuka Laptopnya dan mencari beberapa informasi dengan pantai tersebut.


Setelah di rasa cukup, Lana langsung membawa sepeda motornya menuju pantai. Cukup lama Lana berada di atas sepeda motornya.


Brukkkk brukkkk. Suara sepeda motor Lana.


" Sial, pake acara trobel segala. Mana bengkel masih jauh. " geram batin Lana.


Lana telah mencoba memperbaiki sepeda motornya sendiri, akan tetapi belum membuahkan hasil. Terpaksa Lana harus menuntun sepeda motornya mencari bengkel terdekat. Tidak berjalan lama akhirnya lana menemukan bengkel terdekat.


" Biar saya cek dulu mas. " ucap montir.


Lana bersandar di sebuah kursi sembari menghisap rokoknya.


" Mas kayanya, sepeda motornya harus di tinggal di sini dulu." ucap montir tersebut.


" Parah ya mas rusaknya? " tanya Lana.


" Iya nih mas. " jawab montir.


Lana hanya menghela nafas panjang mendengar ucapannya.


" yauda mas, di tinggal aja sepeda motornya. " ucap Lana.


Kini Lana harus mencari tempat penginapan sederhana di dekat sekitar area bengkel.


Langkah nya berjalan menyusuri jalan kecil mencari penginapan. Akhirnya sebuah kos bebas menjadi tempat bermalamnya malam ini.


Hari telah malam, Lana duduk di teras kamar kos sembari menghadap ke arah laptopnya.


" Untung aja nemu kos ini, murah hahah. " bisik batin Lana.


Lana masih duduk di terasnya mencoba menyelesaikan novel nya hingga larut malam.


Tidak lama berselang datang seorang pria beserta wanita yang berpenampilan sexy masuk ke dalam kamar kos, tepat di samping kamar ku.


" pasti berbuat nih cowo haha. " bisik batin Lana.


Hampir sekitar 30 menit berselang tiba-tiba beberapa pria datang menghampir Lana dan menanyakan identitasnya, mereka juga memaksa masuk ke dalam kamar kos yang berada di samping kamarku.

__ADS_1


" Ada apa ini pak? " tanya Lana kebingungan.


" Boleh liat ktp nya mas? " ucap pria tersebut.


Lana memberikan ktp nya sembari kamarnya di periksa pria tersebut.


" Bapak belum jawab pertanyaan saya, ini ada apa pak? " tanya Lana.


" Kami sedang melaksanakan razia mas. " ucap pria tersebut.


" Mas kok ngekos di tempat ini ? " ucap Lana.


" Kenapa emangnya pak? " Tanya Lana.


" Kami mendapat laporan dari warga sekitar kalau tempat ini sering di jadikan tempat prostitusi. " ucap pria itu.


Kemudian Lana menjelaskan tentang kejadian tadi sore yang menimpa sepeda motornya. Beberapa pria tersebut akhirnya memaklumi ucapan Lana dan segera pergi membawa laki-laki hidung belang yang tertangkap.


" Sial, merusak suasana saja. " geram batin Lana.


Kemudian Lana pun masuk ke dalam untuk beristirahat.


Pagi telah datang, namun Lana masih tertidur di ranjangnya hingga siang pun datang. Ketika jarum jam menunjuk angka sebelas, akhirnya Lana pun bangun dari tidurnya.


Lana meraih ponsel di sampingnya. Matanya tercengang ketika terdapat beberapa panggilan masuk dari bunda.


Bergegas Lana menelfon balik bunda akan tetapi tidak terjawab.


" Bunda kenapa ya? semoga tidak terjadi apa-apa " bisik batin Lana resah.


Lana beranjak dari ranjang nya kemudian melangkah menuju kamar mandi. Setelahnya Lana membereskan barangnya dan pergi meninggalkan tempat kosnya menuju bengkel sepeda motornya.


Setibanya Lana di bengkel sepeda motornya, ternyata sepeda motornya telah selesai di perbaiki.


" Makasih mas. " ucap Lana sembari memberikan uang.


Lana kemudian memacu kembali sepeda motornya menuju pantai teluk penyu. .


Hari telah sore Lana tiba di tempat tujuan, ia mencari warung untuk beristirahat sejenak melepas lelah. Tangan nya meraih ponselnya dan sebuah pesan masuk dari Bunda dan Dara telah menghiasi layar ponselnya.


Na, kamu baik-baik saja kan? Seminggu lagi kakak mu akan di lamar kekasihnya. Kamu bisa pulang sebentar ? . Isi pesan Bunda.


Lana mengiyakan keinginan bunda untuk pulang lebih cepat. Kemudian Lana membuka pesan dari Dara.


Bagaimana sepeda motormu na, apa sudah di perbaiki? . Isi pesan Dara.


Sudah ra, ini aku lagi di pantai hehe. Balasan isi pesan Lana.

__ADS_1


Langit mulai menjingga, tidak lupa lana mendokumentasikan langit senja di ponselnya.


" Mas nya orang jauh ya? " ucap penjaga warung.


" Iyaa mas, katanya orang di sini banyak penyu berkembang biak ya mas? " tanya Lana.


" Iyaa mas, klo mas pengen liat penyu kebetulan banget sekarang musim kawinnya mas. " ucap penjaga warung.


Lana merasa sengat mendengar kabar baik dari penjaga warung tersebut.


Ketika Langit mulai menghitam dan senja perlahan pergi, Lana bergegas membongkar isi carrier nya untuk memasang tenda di sekitar pantai.


Ketika tenda telah terpasang, bergegas Lana masuk dan memasak makanan. Di sekitaran pantai masih banyak terdapat penginapan dan warung terbuka akan tetapi Lana memilih bermalam di tenda serta memasak sendiri agar lebih hemat.


Lana juga membuat api unggun di depan tendanya, untuk membakar jagung yang telah ia beli sebelumnya. Seketika ia teringat dengan Rimba kawannya.


Gua lagi di pantai , gua saranin lo ke sini. Sunsetnya bagus banget . Isi pesan Lana.


Kemudian ia pun membakar beberapa jagung untuk menjadi menu makan malam.


Malam telah sangat larut, Lana duduk terdiam di depan bara api unggun. Sesekali ia berjalan menyusuri pinggiran pantai untuk mencari penyu yang sedang bertelur.


Tiba-tiba ada pria yang menepuk bahuku dari belakang.


" kamu agi ngapain ?" tanya pria tersebut.


" Saya mau liat penyu bertelur pak, buat dokumentasi. " jawab Lana.


" Kamu orang mana? " tanya pria tersebut.


" Saya orang jauh pak. " jawab Lana.


" Bapak mau ngapain, kok bawa kotak ? " Tanya Lana.


" Saya mau ngambil telur penyu buat di taruh di balai konservasi. " jawab pria tersebut.


Lana dan pria tersebut akhirnya bersama-sama mencari keberadaan penyu yang akan bertelur. Tidak lama akhirnya Lana dan pria tersebut menemukan seekor penyu besar yang sedang menggali lubang pasir.


Mereka bersembunyi di semak-semak sekitar pantai sembari mengamati penyu tersebut. Lana tidak bisa mendokumentasi saat penyu sedang bertelur karna akan menimbulkan cahaya ponselnya yang membuat penyu takut.


Cukup Lama mereka mengamati aktivitas penyu tersebut. Saat penyu telah kembali kelaut mereka menggali pasir dan mengambil telurnya.


Hari semakin larut, Lana berpamitan kepada pria tersebut untuk kembali ke tenda. Setibanya di tenda ia melihat beberapa hasil foto di ponselnya . Dalam balutan sleeping Bag lana memandangi foto keluarga kecilnya di layar ponselnya.


" Ayah telah pergi, sebentar lagi kakak juga akan menikah, sedangkan aku sering bepergian meninggalkan bunda sendiri hmmm. Benar kata bunda " bisik batin Lana.


Kemudian Lana mematikan lampu tendanya dan terpejam.

__ADS_1


__ADS_2