
Hari menjelang sore, bus yang Lana naiki menyusuri jalanan melintasi setiap kota yang di lewatinya. Pandangan Lana menatap jalanan dari kaca yang bus yang ia naiki, sesekali ia mengecek ponselnya untuk melihat panggilan dari Dara.
" Hmm lo kan udah punya cowo kenapa masih ngejar gua. " bisik batin Lana.
Di dalam bus Lana mencoba tenang menguasai keadaan mengingat setiap nasihat dari orang terdekatnya, walaupun Dara membuat nya sakit hati.
Kenapa Dara?. Isi pesan Lana.
Maaf yaa, aku bisa jelasin kok. Isi pesan Dara.
:') . Balasan isi pesan Lana.
Tidak berselang lama, bus berhenti di pemberentian terakhir di kota Tasikmalaya. Lana berjalan keluar dari bus menuju warung terdekat untuk beristirahat sejenak.
Sudah sampai mana bro?
Isi pesan Rimba.
Gua udah di terminal tasik nih. Balasan pesan Lana.
Okay tunggu ya. Isi pesan Rimba.
Lana dan Rimba sering bertukar kabar selama di perjalanan. Bagi mereka berkabar adalah salah satu cara untuk saling membantu sesema petualang.
Sembari menikmati kopi hitam yang masih panas, pandangan mata Lana melihat ke arah langit yang mulai gelap. Tiba-tiba Rimba berserta kawannya menepuk bahuku dari belakang.
" Asikin bang ngopinya haha. " ucap Rimba.
" Eh udah dateng, lo apa kabar? " tanya Lana.
" Kabar baik, lo gimana? " jawab Rimba.
" Kabar baik juga. " ucap Lana.
" Na, kenalin teman gua surya. " ucap Rimba mengenalkan kawannya.
Lana dan Surya bersalaman kemudian mereka pergi menjauh dari terminal menuju kediaman Surya.
Setibanya mereka di rumah Surya, ternyata telah ada tiga kawan Surya yang menunggu kedatangan kami. Tangan Lana menyalami kawan barunya sembari memperkenalkan dirinya.
" Jadi gini na, kebetulan besok kita semua mau mendaki ke Gunung Cikurai. Lo mau ikut gabung gak? " tanya Rimba.
__ADS_1
" Gausah di tanya, gua jelas ikut dong hahah. " jawab Lana.
Suasana menjadi hangat ketika perbincangan yang semakin erat. Fikiran Lana seakan melupakan masalah hatinya dengan Dara.
Ketika malam semakin larut, mereka semua memutuskan untuk tidur beralaskan karpet di ruang tamu. Berbeda dengan Lana yang duduk di luar sembari menikmati rokoknya. Rimba yang tidak bisa tertidur memandang Lana yang sedang duduk di luar sendirian, kemudian Rimba menghampirinya dan duduk di sampingnya.
" Tumben lo belum tidur, gak cape? " tanya Rimba.
" Eh, lagi ngabisin rokok nih haha. " jawab Lana.
" Alasan, walaupun kita baru ketemu tapi gua paham betul apa yang lo rasain. " ucap Rimba.
" sok tau l abang haha. " ucap Lana.
" Gimana kabar novel yang lo buat? " tanya Rimba.
" Alhamdulillah bang, udah mau selesai nih. " ucap Lana.
" Gua ikut seneng dengernya, walaupun novel lo sudah selesai lo tetep mau berpetualang na? " tanya Rimba sembari menghisap rokok yang hampir habis.
" Kayanya gua bakal pensiun bang. Gua ada rencana buat kedai kopi di deket wisata air terjun, andaikan ada orang yang kaya kita ini singgah kita bisa berbagi cerita. Setidaknya untuk melepas rasa rindu tentang petualangan, kalau abang gimana? " jawab Lana menjelaskan.
" Bagus tuh, gua dukung rencana lo na. Klo gua, setelah perjalanan panjang ini rencana gua bakal ngelamar cewe yang gua suka na. Walaupun kita hidup di jalan tapi kita tidak mungkin selamanya di jalan, selalu ada tempat pulang na. " ujar Rimba.
" Aamiin. " jawab Rimba sembari mencari korek.
" Lo nyari korek bang? biar gua nyalain. " ucap Lana.
" Salam petualang. " ucap Rimba sembari mengarahkan rokoknya ke korek api.
" Salam petualangan. " Jawab Lana.
Sembari menghabiskan batang rokok terakhir, akhirnya mereka masuk ke dalam untuk beristirahat.
Pagi telah tiba, satu persatu mulai bangun dan berganti membersihkan diri. Setelahnya sebuah sajian sederhana telah terjasi di meja makan. Mereka bergantian mengambil nasi dan lauk kemudian memakannya. Terlihat sederhana namun terasa nikmat, bukan dengan rasanya tapi kebersamaannya. Ketika semua telah selesai mengisi perut, kini mereka di sibukan mengemas barang mereka dan segera berangkat menuju basecamp Gunung Cikurai.
Setelah perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mereka tiba di basecamp Gunung Cikurai siang hari. Tidak ingin berlama-lama, mereka segera melakukan pendakian setelah membeli tiket masuk.
Seperti biasa Lana selalu pada di urutan belakang di susul Rimba di belakangnya. Beberapa kali mereka di guyur rintik hujan, akan tetapi pos demi pos di lewati hingga malam tiba akhirnya mereka tiba di pos 8. Bergegas mereka membagi tugas untuk memasak dan memasang tenda.
Setelah memasang tenda dan memasak mereka makan sembari menikmati udara yang semakin dingin. Ketika tengah asik mengobrol tiba-tiba mereka di kejutkan dengan kedatangan seorang pendaki wanita yang meminta tolong karna kawannya mengalami gejala hipotermia. Sontak saja Lana dan Rimba langsung menghampiri tenda tersebut dan memberikan pertolongan pertama.
__ADS_1
" Kamu bantu temen mu ganti baju kering. " ucap Lana pada pendaki perempuan tersebut.
" Sebentar saya ambilkan aluminium foil biar lebih hangat. " ucap Lana.
Tidak berselang lama tubuh pendaki wanita tersebut telah di bungkus dengan aluminium foil sembari di suapin minuman hangat. Ketika tubuhnya mulai stabil suasana menjadi tenang.
" Makasih banyak mas udah bantu. " ucap pendaki wanita tersebut.
" Iyaa sama-sama mbak, ngomong-ngomong mendaki cuma orang 4 aja ? " ucap Lana.
" Lain kali hati-hati, kalo perlu ajak orang yang pengalaman klo naik gunung. Apalagi sekarang cuaca gak menentu. " ucap Lana.
" Iyaa mas, lagi liburan sekolah juga. " ucap pendaki wanita tersebut.
" Yaudah mbak saya tinggal dulu ya, klo ada apa-apa itu ke tenda saya aja mbak. " ucap Lana.
" Iya mas sekali lagi makasih banyak. " ucap pendaki wanita tersebut.
Lana dan Rimba akhirnya berjalan kembali menuju tendanya.
" Ada aja kejadian yang bikin tegang, eh cantik juga lo cewe tadi hahah. " ucap Rimba.
Lana hanya menghela nafas kemudian duduk di depan tenda sembari mengeluarkan sebuah buku kecil dari saku celananya.
Kemudian Lana menulis sebuah bab untuk di tambahkan pada novelnya. Rimba dan kawan lainnya hanya memperhatikannya tanpa berkomentar sedikitpun. Sesekali Lana menaruh buku catatanya dan menikmati rokok di tangannya. Setelah cukup lama Lana menulis, akhirnya ia menutup bukunya dan kembali membakar sebatang rokok.
Tidak berselang lama seorang pendaki datang menghampiri mereka yang sedang duduk bersantai.
" Bang boleh gabung? " ucap pendaki tersebut.
" Sini-sini gabung aja. " ucap Rimba.
" Makasih banyak ya bang udah mau nolongin cewek gua tadi, tadi gua panik banget soalnya. " ucap pendaki tersebut.
" Iyaa gapapa, buat pelajaran aja ya biar lebih hati-hati. " ucap Rimba.
Tiba-tiba rintik hujan mulai turun, bergegas Lana, Rimba dan yang lainnya masuk kedalam tenda masing-masing begitu juga dengan pria tersebut.
" Yah dia udah punya pacar na hahah. " Ucap Rimba menggoda.
" Lo kumat lagi bang hahah. " jawab Lana.
__ADS_1
Seketika rasa kantuk datang menyerang membuat mereka tidur dalam balutan sleeping bag dan suara hujan yang semakin deran menemani musik pengantar tidur mereka.