
Hari berganti petang Lana bangun dari tidurnya, sembari mengucek matanya ia memandang jam di layar ponselnya.
" Jam tujuh. " bisik batin Lana.
" Uhukk...uhukkk. " batuk Lana.
" Tumben banget gua agak sakit nih. " bisik batin Lana.
Seketika Lana teringat dengan bunda, bergegas ia beranjak dari ranjangnya kemudian melangkah menuju kamar bunda.
" Bun..bun..." ucap Lana.
" Di dapur nakk. " teriak bunda.
Lana langsung berjalan menuju dapur, terlihat bunda sedang menggoreng telor untuk sajian makan malam hari ini.
" Biar Lana aja bun yang masak, bunda istirahat aja. " ucap Lana menawarkan.
" Udah jadi nak, sekarang kita makan. " jawab Bunda.
" Uhukkk... uhuk... " batuk Lana.
" Kamu batuk nak? yaudah habis makan bunda buatkan wedang jahe anget biar cepet sembuh. " jawab bunda.
" Iyaa bun heheh. " ucap Lana sembari tersenyum.
Setelahnya makan, Lana tetap duduk di meja makan sembari melihat bunda membuat wedang jahe.
" Udah jadi, nah kamu minum nak. Bismillah dulu . " ucap Bunda.
" Iya bun, bismillahirohmanirohim. " ucap Lana.
Perlahan Lana memimun minuman anget buatan bunda.
" Gimana nak? " tanya bunda.
" Enakan bun. " jawab Lana.
" Yaudah bunda mau ke kamar ya. " ucap Bunda.
Lana hanya mengangguk paham, kemudian ia kembali menuju kamarnya sembari membawa minuman jahe buatan bunda.
Lana di kursi belajarnya sembari memandang laptop yang terbuka, sesekali ponsel berbunyi meninggalkan sebuah pesan dari Dara. Namun Lana tidak menghiraukan pesan tersebut.
" uhukk...uhukkk... " batuk Lana.
" Gila tumben banget gua batuk sampe terasa sakit, ahh ntar juga sembuh . " jawab Lana.
Kemudian jari jemari Lana, mengetik keyboard laptop untuk melesaikan novelnya.
" Uhuk...uhuk.... " batuk Lana.
Karna tidak tahan akan batuknya, bergegas Lana mengambil jaketnya dan keluar menuju apotek terdekat untuk membeli obat batuk.
Setelah membeli obat batuk, bergegas Lana kembali duduk di kursi meja belajarnya sembari meminum obat tersebut. Tidak berselang lama, sembari menunggu reaksi dari obat tersebut, Lana memutuskan untuk beristirahat merebahkan badan di ranjangnya.
Seketika matanya terpejam hingga membawanya ke alam bawah sadarnya.
__ADS_1
Beberapa hari telah berlalu, Lana menjalani aktivitas sehari-harinya di dalam rumah dengan duduk di depan laptop untuk melanjutkan novelnya yang hampir selesai serta menjaga bunda.
" Uhukkk...uhukkkk... uhukkkkk. " batuk Lana.
" Darah? " bisik batin Lana kaget.
" Kenapa batuk gua ngeluarin darah? " imbuh nya.
Karna beberap hari ini batuk nya semakin parah, akhirnya Lana memutuskan untuk memeriksanya ke dokter. Bergegas Lana berpamitan kepada bundanya untuk keluar sejenak, kemudian membawa sepeda motornya menuju rumah sakit terdekat.
Setibanya Lana tiba di rumah sakit, Bergegas Lana melangkah menuju loket untuk mengambil antrian. Tidak berselang lama, akhirnya Lana di panggil untuk di periksa.
" Ia ada keluhan apa mas? " tanya Dokter sembari tersenyum.
" Jadi gini dok, batuk saya kok gak sembuh- sembuh ya? apalagi seminggu ini sempet keluar darah. " ucap Lana menjelaskan.
" Mari mas saya periksa dulu. " ucap Dokter.
Setelah beberapa saat akhirnya Lana selesai di periksa.
" Bagaimana keadaan saya dok? " tanya Lana.
" Hmm klo dari hasil rontgen, paru-paru mas nya mulai rusak. Maaf apa sebelumnya mas nya perokok? " ucap Dokter.
" Iyaaa dok saya perokok. Apa ada solusi lain dok biar saya bisa sembuh. " tanya Lana.
" Berhenti merokok, dan harus di rawat di rumah sakit. " ucap Dokter.
" Apa gak ada cara lain dok? " tanya Lana.
" Yaudah dok, terima kasih banyak. " ucap Lana sembari tersenyum.
Kemudian Lana melangkah menuju pintu keluar.
Di atas sepeda motor Lana hanya terdiam tidak berkata apapun, hingga akhirnya Lana tiba di rumahnya. Saat Lana hendak masuk kedalam rumah, tiba-tiba Lana mendengar barang pecah .
PYARRRRRR......
Sontak membuat Lana kaget dan bergegas melangkah menuju kamar bunda.
Ketika Lana tiba di kamar bunda, ia melihat bunda yang sudah terjatuh dari atas ranjangnya.
" Bunda mau minum? kok gak panggil Lana dulu. " ucap Lana sembari membangunkan bunda.
" Iyaa nak, maaf ya bunda ngerepotin kamu. " jawab Bunda.
" Gapapaa bun, oh yaaa Lana perhatiin makin hari bunda semakin lemes aja. Emang bunda sakit apa ? " tanya Lana.
" Bunda gapapa kok nak, cuma kecapean aja. " jawab Bunda.
" Uhukk... uhuk... " batuk Lana.
" Kamu masih batuk ya, kurangin rokok nya nak. " ucap Bunda.
" Iyaa nih bun, Lana udah gak rokok an bun. Gak enak klo lagi batuk. " jawab Lana sembari tersenyum.
Lana sengaja menyembunyikan tentang penyakit batuk nya yang mengeluarkan darah kepada bunda, agar bunda tidak kepikiran dengan keadaan Lana.
__ADS_1
" Bunda kalau perlu apa-apa panggil Lana ya bun. " ucap Lana.
" Iya nak, makasih ya. " jawab Bunda.
Ketika Lana meninggalkan bunda yang akan beristirahat, Lana merasa curiga dengan kondisi bunda yang semakin hari bertambah lemas. Bergegas Lana mengambil ponsel nya dan menanyakan kepada kakak apa yang telah di rahasiakannya.
Kak, semakin hari kondisi bunda semakin lemas. Sebenarnya bunda sakit apa, kasih tau Lana. Isi pesan Lana.
Seketika sebuah pesan singkat muncul di layar ponselnya, kali ini Dara mengirimkan pesan kepada Lana.
Lana, kamu apa kabar? Isi pesan Dara.
Baik. Jawab Lana singkat.
Tidak berselang lama, Dara kembali membalas pesan Lana sangat cepat. Lagi-lagi Lana tidak menghiraukan pesan dari Dara, ia lebih menunggu balasan pesan dari kakaknya. Setelah menunggu beberapa lama, sebuah pesan muncul di layar ponsel Lana.
Bunda sakit ginjal na, udah lama bunda sama gua rahasian ini dari lo selama lo pergi dari rumah. Bunda gak pengen menambah beban lo.
Isi pesan kakak membuat Lana terkejut, seakan jantungnya berhenti berdetak. Lana hanya diam mematung membaca pesan dari kakaknya, kemudian jari jemarinya mengetik balasan pesan dari kakaknya.
Kenapa gak di bawa kerumah sakit aja. Balasan isi pesan Lana.
Gua udah bawa kerumah sakit, buat cuci darah aja. Bunda harus dapet donor ginjalnya.
Isi pesan Kakak.
Lana kembali mematung melihat isi balasan pesan Kakaknya.
" Uhukkk....uhukkkkk. " Batuk Lana.
" Darah lagi? " bisik batin Lana.
Pikiran Lana kacau, Lana khawatir dengan keadaan bunda yang semakin memburuk.
Bergegas Lana mengejar waktu menyelesaikan novelnya berharap dapat membuat bunda bahagia.
Hingga malam tiba, akhirnya Lana berhasil menyelesaikan novelnya.
"Akhirnya setelah perjalanan sangat panjang, gua berhasil selesai in novel gua hahaha. " ucap Lana kegirangan.
"uhukk....uhuk... " batuk Lana.
" Siallll. " umpat Lana.
Seketika Lana memandang sebuah foto bersama Dinda sembari tersenyum.
" Hmm Dinda, akhirnya aku berhasil. Novel ku sudah jadi nih. " bisik batin Lana, sembari tersenyum.
Malam semakin larut, Lana beranjak tempat duduknya kemudian melangkah menuju kamar bunda. Seketika Bunda terbangun ketika mendengar Lana membuka pintu kamarnya.
" Ada apa nak? " ucap Bunda lirih.
" Lana pengen tidur di samping bunda. " jawab Lana.
" Yaudah sini nak. " jawab Lana sembari tersenyum.
Rasa nyaman seketika muncul, Lana kembali teringat dengan masa kecilnya saat tidur bersama bunda.
__ADS_1