
Kringg.....kring.........bunyi alarm ponsel Lana.
Lana dan Rimba terbangun dadi tidurnya saat ponsel Lana berbunyi. Bergegas tangannya meraih ponselnya untuk mematikan alarmnya, pandangan matanya melirik pada jam yang tertampang di layar ponselnya.
" Jam setengah lima. " bisik Lana.
Sontak Rimba membuka tendanya dan seketika udara pagi masuk ke dalam tenda. Langit masih petang, bergegas Rimba memasak air sembari untuk menyeduh kopi, sementara Lana berdiri di luar tenda sembari menghisap rokok.
" Ni na kopi nya. " ucap Rimba memberikan kopi.
" Makasih bang. " jawab Lana.
Tidak berselang lama, terlihat samar pancaran sinar mentari dari ufuk timur. Semua pendaki keluar dari tenda mereka masing-masing untuk melihat sunrise dan mengabadikan dalam bentuk foto. Lana dan Rimba lebih memilih duduk diam sembari merokok untuk menikmati sunrise tersebut. Seketika Lana teringat pada ucapan Dinda.
" Aku adalah bagian dari dirimu semesta yang punya sisi misterius dapat terlihat cantik, terlihat tenang dan terlihat menyeramkan." bisik batin Lana sembari memejamkan matanya.
Lana tenggelam dalam efourianya hingga tak terasa matahari pagi telah terlihat jelas dalam pandangannya begitu juga bunga-bunga yang mekar di sekitarnya.
Ketika sinar matahari mulai terik, Lana kembali berjalan menuju tendanya untuk menyiapkan makanan. Kali ini Lana membuat masakan istimewa yang merupakan resep Dinda. Rimba hanya duduk di depan tenda tanpa menoleh ke belakang, ia sibuk mengambil foto dari kamera sederhananya.
Rimba pernah berkata jika ia menyukai fotografi, tapi ia tidak berminat untuk menjadikan dirinya sebagai model hasil jepretannya.
Cukup lama Rimba dengan kesibukanya begitu juga dengan Lana yang sibuk memasak makanan.
" Bang, makan dulu udah jadi nih." teriak Lana.
Rimba berjalan mendekati Lana yang sedang menyiapkan piring dan sendok.
" Wihh mewahh banget makanan kita na " Puji Rimba.
" Ini namanya orek kentang hahah, Ini resep dari Dinda bang. " ucap Lana tertawa kecil.
Lana dan Rimba mencoba makanan masakan Lana.
" Gimana bang.?" ucap Lana.
" Enak na, cuma kurang pedes haha." jawab Rimba.
" Klo terlalu pedes bisa berabe bang hahah " ucap Lana tertawa.
" Kalau udah selesai makan, gua ada jeruk na di tas buat cuci mulut. " ucap Rimba.
" Mantap bang hahah." jawab Lana.
__ADS_1
Setelah puas menyantap makanan, kini Lana dan Rimba duduk di depan tenda sembari menikmati jeruk yang di bawahnya.
Cekrekkkkkk.... Suara kamera Rimba.
" lo foto gua bang? " tanya Lana.
" haha iya na, buat kenang-kenang an. Toh juga kalau lo jadi penulis terkenal kayanya gua gabisa minta tanda tangan dari lo, mending gua minta aja sekarang haha. " ucap Rimba.
" Hahah bisa aja bang, semoga ya " Jawab Lana.
Rimba memberi tau beberapa hasil jepretannya kepada Lana.
" Gila keren bang hahah. " puji Lana.
" Menurut gua pendakian ini lebih seru bang dari pada waktu kita naik Gunung Merapi. " imbuh Lana.
" Ya begitulah na, setiap gunung punya cerita masing-masing." jawab Rimba.
Tidak terasa sinar matahari semakin terik, Lana dan Rimba beranjak dari tempat duduknya untuk berkemas.
Setelah mereka berkemas dan merapikan semuanya, kini mereka melangkah turun untuk pulang.
Ketika hari menjelang petang akhirnya mereka tiba di basecamp.
Lana dan Rimba memutuskan untuk bermalam di basecamp sembari memulihkan tenaga. Setelah membersihkan diri bebarengan dengan langit yang mulai menghitam, Lana dan Rimba kembali di sibukan dengan urusan mereka masing-masing. Lana yang sibuk membuat artikel sedangkan Rimba yang sibuk mengedit foto hasil jepretannya.
Tidak berselang lama, ponsel Lana berbunyi. Sebuah pesan mengambang di layar kaca ponselnya. Kali ini pesan tersebut ternyata dari Rimba yang tiba-tiba mengirim hasil foto jepretannya.
Buat foto profil lo gimana haha? Isi pesan Rimba.
Seketika Lana melirik sembari tersenyum ke arah Rimba yang duduk di depannya dan membalas isi pesan darinya.
Tidak berselang lama, ponsel Lana kembali berbunyi. Kali ini Dara yang mengirimkan pesan untuknya.
Alhamdulillah kamu gak kenapa-kenapa. Balasan pesan dari Dara.
Setelah membalas pesan dari Dara. Lana kembali menyibukan pandangannya ke arah laptopnya. Seketika tangannya mulai mengambang di atas keyboard laptopnya, pikirannya mulai berfikir tentang judul artikelnya.
Sejenak Lana membakar rokok sembari memandangi Rimba yang masih sibuk mengedit.
" Bang, gua nitip barang ya, gua mau ke warung depan dulu. " ucap Lana.
Lana melangkah menuju warung di dekat basecamp untuk membeli rokok. Seketika terdapat panggilan masuk daru Dara.
__ADS_1
" Halo. " ucap Lana.
Hanya obrolan singkat saja. Lana hanya tersenyum ketika mendengar ucapan terakhir dari Dara yang menyatakan ia sedang rindu.
Akhirnya Lana tiba di warung untuk membeli rokok dan kopi serta makanan untuknya dan Rimba. Setelah nya Lana kembali melangkah menuju basecamp.
" Bang makan dulu. " ucap Lana.
" Lah repot-repot aja bang. " jawab Rimba.
" Ya sebagai ucapan terima kasih udah di foto in hahah, tapi keren bang fotonya udah gua jadi in foto profil hahah. " puji Lana.
" iyaa sama-sama na hahah. " jawab Rimba.
Mereka akhirnya menyantap makanan untuk mengisi perut, setelahnya mereka duduk bersantai di dalam sembari menghisap rokok.
Laptop Lana masih terbuka dan menyala, sembari memutar lagu mellow untuk menemani mereka.
" Selanjutnya lo mau kemana bang? " ucap Lana.
" Gak tau dah, klo lo na? " jawab Rimba.
" Gua juga gatau hahah. yang penting apa yang menarik perhatian gua pasti gua berhenti. " jawab Lana.
" Berarti ini malam kita berpisah lagi na " ucap Rimba.
Lana hanya menganggukan kepala. Seketika suasan menjadi sunyi menjelang perpisahan Lana dan Rimba.
" Hidup adalah awal menuju perpisahan, percaya deh suatu tempat bakalan berubah suatu hari karna termakan zaman, tapi tidak akan merubah kenangan di dalam nya. Seperti Jogja dan Gunung Kembang ini. Gua bakal inget lo na, gua tunggu novel lo. " ucap Rimba tersenyum.
Sontak saja Lana terkejut yang membuat nya diam beberapa detik mendengar ucapan dari Rimba yang sama persis apa yang di ucapkan Dinda waktu itu.
Lana hanya menganggukan kepalanya sembari membalas senyum dari Rimba. Seketika hati Lana merindukan Dinda. Tidak lama Rimba merapikan barangnya dan mengeluarkan Sleeping bagnya.
" Gua tidur duluan ya na. " ucap Rimba.
Kini malam semakin sunyi Rimba telah terlelap meninggalkan Lana dan laptopnya yang masih terbuka. Hanya saja musik yang Lana putar kini telah di matikan.Lana hanya terdiam sembari menghabiskan rokoknya. Fikirannya masih sibuk untuk judul artikelnya.
Kemudian Lana beranjak dari duduknya dan keluar berdiri di depan pintu sembari melihat bintang. Ketika kantuk mulai terasa, seketika sebuah kalimat terlintas dari otaknya.
Lana kembali duduk menghadap laptopnya. Kemudian tangannya menuliskan kalimat dalam judul artikelnya.
HIDUP ADALAH PERJALANAN MENUJU PERPISAHAN.
__ADS_1
GUNUNG KEMBANG. 11 OKTOBER 2019
Beberapa detik Lana memandangi laptopnya sembari tersenyum. Kemudian ia mematikan laptopnya dan masuk kedalam sleeping bag untuk tidur.