
Lana terbangun ketika mentari pagi belum tampak terlihat dari ufuk timur. Seketika tangannya meraih ponsel di sampingnya.
" Setengah lima..." bisik batin Lana.
Kemudian Lana mamasak air untuk menyeduh kopi dan membuat mie instan. Sekitar 30 menit berselang kopi dan mie instan pun siap di sajikan.
Lana duduk di sebuah kayu kering menghadap ke arah samudra sembari menunggu matahari terbit. Secara perlahan sinar matahari mulai terlihat dari pandangan mata Lana.
" Istimewah dah. " bisik batin Lana.
Sinar mentari perlahan menjulang ke atas, langit yang gelap perlahan menjadi terang.
Tidak lama berselang, Lana pun kembali melangkah menuju tendanya untuk berkemas.
Hari ini ia akan mengunjungi balai konservasi, untuk melihat lebih lanjut penetasan penyu.
Sepeda motornya berhenti di depan balai konservasi.
" Eh Lana, udah dateng. " ucap penjaga balai.
" Iyaa, pak gimana boleh saya lihat penetasannya pak? " ucap Lana.
Penjaga balai mengajak Lana masuk ke dalam ruangan melihat penetasan. Cukup Lama Lana mengamati dan mempelajari tentang penetasan.
" Nah ini ada yang sudah menetas dan siap di lepas liarkan. " ujar penjaga balai.
" Wah, berarti nanti di lepas ke pantai ya pak? " tanya Lana.
" Iya na." jawab penjaga balai.
Tidak lama berselang Lana dan penjaga balai berjalan menuju pantai dengan membawa kotak kayu berisi anakan penyu yang siap di lepas liarkan.
Lana mengambil satu anakan penyu dan mengamati dari dekat, kemudian membiarkan anakan penyu tersebut berjalan menuju pantai.
" Kita melepas cukup banyak anakan penyu na, tapi tidak semua dari meraka dapat hidup lama. Alam yang akan menyeleksi mereka. " ujarnya.
Lana tersenyum sembari memandangi puluhan anakan penyu yang berjalan menuju pantai.
Ketika hari beranjak siang, Lana berpamitan untuk segera melajutkan perjalanan. Lana berjalan menuju sepeda motornya dan membawa nya menjauh dari sana.
" Gak terasa sudah 3 bulan, gua berkelana kayanya gua harus pulang dulu juga." bisik batin Lana.
Lana mengendarai sepeda motornya menuju arah pulang, namun ia lebih memilih melintasi jalur yang berbeda saat ia berangkat. Cukup lama Lana mengendarai sepeda motornya hingga akhirnya ia mengentikan sepeda motornya depan rumah kawan Lamanya Adit di kota Tegal.
" Eh na apa kabar lo, tambah gondrong aja lu hahah. " ucap Adit.
" Biasa lah hahah. " jawab Lana.
Lana duduk di ruang tamu sembari melemaskan otot.
" ngopi dulu na. " ucap Adit.
" Nikmat hahah " jawab Lana.
__ADS_1
" Rencana mau kemana nih. " tanya Adit.
" Gua mau pulang dulu dit, kakak gua mau lamaran. " ucap Lana.
" Pada akhirnya lo pulang juga hahah, kapan lo nikah? . " ucap Adit.
" Bukannya tujuan akhir dari petualangan adalah pulang kerumah kan tapi ini belum akhir sih hahaha. " jawan La
Kami mengobrol hingga melupakan sang waktu. Tidak terasa hari menjelang sore.
" Lo gak pernah kesini kan, mending kita jalan-jalan dulu na. " ucap Adit.
" Boleh tu dit." jawab Lana.
Lana dan Adit berboncengan menyusuri jalanan kota yang padat, seketika sepeda motor Adit berhentin di depan sebuah pantai.
" Lo anak senja kan, pasti lo suka sunset hahah. " ucap Adit.
" Bisa aja lo dit. " jawab Lana sembari turun dari sepeda motor.
Lana dan Adit duduk di bibir pantai sembari memandang senja. Tidak berselang lama seorang pengamen menghampiri kami.
" Saya sewa gitar nya ya bang, abang duduk dulu nih rokok sama kopi." ucap Lana.
Pengamen tersebut mengiyakan permintaan Lana. Kemudian Lana mulai memainkan gitar nya sembari menyanyikan lagu karya iwan fals.
Mereka bernyanyi bersuka ria bersama. Beberapa orang memandangi mereka yang sedang bernyanyi.
" Lo gak berubah na, tetep gila hahah, tapi asik haha " ujar Adit sembari tertawa.
" Gua cuma menjadi diri gua aja. " jawab Lana.
" Baguslah na, eh balik yuk? " ucap Adit.
Lana dan Adit kembali berboncengan pulang ke rumah. Setibanya di rumah karna hari yang telah malam, bergegas Lana langsung membersihkan diri. Setelah nya Lana duduk membuka laptop nya di ruang tamu bersama Adit.
" Lagi nulis ya na.? " tanya Adit.
" Iya nih nulis artikel dit. " jawab Lana.
Seketika dering ponsel Lana berbunyi menampilkan sebuah pesan dari Dara.
Lagi dimana lana, sudah pulang kah? katanya mau pulang. Isi pesan Dara.
Mungkin 4 hari lagi sampai rumah ra. balasan isi pesan Lana.
Hatii-hatiii Lana. Isi pesan Dara.
Setelah mengakhiri pesan dari Dara, Pandangan matanya kembali menghadap ke arah laptopnya.
" Lo mau minum vodka gak ? gua ada di kulkas biar tenang haha. " ucap Adit.
"Gua besok mau lanjut jalan nih dit. " ucap Lana.
__ADS_1
" Buru-buru amat ya na? " tanya Adit.
" Iya nih 5 hari lagi gua harus sudah ada di rumah soalnya, lo paham lah." ucap Lana.
" Hmm, walapun singkat gua seneng bisa ketemu sama lo. Eh gua uda siapin kamar tamu, lo istirahat dulu aja na. " ucap Adit sembari menunjuk kamar.
Lana pun beranjak dari duduknya dan masuk ke dalam kamar.
" Capek juga petualang, tapi asik ." bisik batin Lana
Tidak berselang lama, karna tubuh yang lelah akibat perjalanan jauh seketika Lana langsung tertidur pulas di kamar.
Kini hari berganti pagi Lana bangun dari tidurnya dan melangkah keluar kamar. Tiba-tiba seorang wanita keluar dari kamar tidurnya Adit.
" Lah kamu siapa? " ucap Lana.
" Oh saya temennya Adit mas. " jawab wanita tersebut.
" Ohhh, kemarin dateng kesini jam berapa? " Tanya Lana.
" Malem, mas nya udah tidur. "jawab wanita tersebut.
" Dit...dit... habis mabuk terus maen hahah." bisik batin Lana.
" Masnya mau kemana? " ucap wanita tersebut.
" Pulang ke jawa timur. " ucap Lana sembari memainkan ponselnya.
" Buat kenang-kenang an mas saya kasih murah deh. " ucap wanita tersebut.
" ndak mbak maaf. " ucap Lana.
" Sial, kenapa di perjalanan gua harus ketemu sama beginian. Gua manusia normal tapi gua gamau ngelakuin. " bisik batin Lana.
Seketika Adit keluar dari kamarnya sembari mengucek mata.
" Eh kalian udah bangun. " ucap Adit.
Bergegas Lana meninggalkan mereka dan berjalan menuju kamar mandi. Setelahnya Lana mengemaskan barangnya dan berpamitan pada Adit.
" Gua lanjut jalan ya dit, maaf ganggu lo. tuh cewe sexy dit hahah. " ucap Lana meledek.
" Anjirr sialan lo na hahah, okeee na sama-sama. " ucap Adit.
Lana, menyusuri jalanan perkotaan. Cukup lama Lana berada di atas sepeda motornya hingga malam tiba.
Lanapun menghentikan sepeda motornya kota Sragen. Akhirnya ia menemukan Masjid untuk nya bermalam hari ini.
" Anjirrr pegel gua, klo pijet enak kali ya apalagi ada plus nya hahah. " bisik batin Lana menghibur diri.
Ra, aku sudah di sragen. Maaf baru berkabar ra. Isi pesan Lana.
Tidak berselang lama, Lana langsung makan makanan yang ia beli di pinggir jalan. Tanpa ingin membuang-buang waktu Lana meraih sleeping bag nya dan beristirahat.
__ADS_1