
Aku udah otw ke rumah mu. Isi pesan Dara.
Lana yang sedang duduk di kursi belajarnya, seketika pandangan matanya melihat ke arah ponselnya.
Iya ra, hati-hati. Balasan isi pesan Lana.
Lana beranjak dari tempat duduknya kemudian mengambil handuk dan berjalan menuju kamar mandi. Tidak lama berselang Dara dan Pak Anwar tiba di rumah Lana.
" Assalamualaikum. " ucap Dara.
" Waalaikumsalam. " ucap Bunda.
Bunda berjalan keluar menghampiri Dara dan Pak Anwar yang berdiri di depan pintu.
" Loh kamu Anwar? " ucap bunda.
" Romlah? " ucap Pak Anwar.
" Kamu apa kabar? udah lama gak ketemu. " ucap bunda.
" kabar baik, padahal kemarin aku kesini loh tapi aku gatau kamu soalnya terlalu banyak orang. " ucap Pak Anwar.
" Papa sama tante udah pernah kenal? " ucap Dara.
" Dara, tante Ini temen papa waktu kecil haha. " ucap Pak Anwar.
" ehh kok di luar, ayo masuk....masuk..." ucap bunda.
Tidak Lama berselang Lana menghampiri mereka di ruang tamu.
" Loh udah ada Dara sama Om. " ucap Lana sembari tersenyum.
" Oh iya bun ini kenalin, Pak Anwar ayahnya Dara. " imbuh Lana.
" Papa sama bunda mu udah kenal Lama na hahaha. " ucap Dara.
" Hah??? kok bisa . " ucap Lana terkejut.
" Bisa lah, buktinya ini hahah. " ucap Dara.
Tidak ingin berlama-lama akhirnya Dara dan Pak Anwar berangkat menuju air terjun.
Dara mengamati dari dalam mobil ,gedung perkotaan yang pelan-pelan menjelma menjadi pepohonan. Setibanya kami di sana ternyata ada Bara dan Apoy yang sedang duduk di teras rumah bambu kemudian menyambut mereka.
" Eh ada tamu hahah. " ucap Bara menyapa.
Mereka duduk di kursi teras untuk sejenak mengobrol.
" Om sama Dara mau nyoba rafting ? " tanya Lana.
" Boleh tuh na hehehe. " ucap Dara.
" Hmm klo om mending milih ngopi aja deh sama temen kamu ini. " ucap Lana.
Kemudian Lana dan Dara beranjak dari tempat duduknya kemudian melangkah menuju area Rafting.
" Yakin aaman na, arusnya lumayan loh? " tanya Dara.
" Aaman dah santai haha. " jawab Lana.
Setelah menunggu penumpang, akhirnya Lana dan Dara menaiki perahu karet tersebut.
Terlihat jelas dari cengkraman erat dari tangan Dara yang memegang tali di perahu.
Saat mereka melintasi jeram pertama, semua pengunjung berteriak termasuk Dara.
__ADS_1
" Gimana ra? seru. " tanya Lana.
" Seru na hahah. " Teriak Dara.
Perahu karet yang mereka tumpangi telah tiba di finish, Kemudian Lana dan Dara berjalan menuju rumah bambu.
Apoy, Bara dan Pak Anwar yang masih duduk di teras rumah menoleh ke arah Lana dan Dara yang sedang berjalan menghampirinya.
" Gimana nak? " Tanya Pak Anwar.
" Seru banget pa. " ucap Dara.
" yuk kita ke air terjun. " ucap Lana.
Bergegas Lana dan Dara langsung melangkah menuju air terjun.
" Kamu baru pertama kali ra kaya gini ? " tanya Lana.
" Hmm iyaaa nan
Tidak lama berselang mereka tiba di air terjun.
" Dara??? " tanya Lana.
" Ehh iya na, kenapa? " ucap Dara.
" kok diem? " tanya Lana.
" Bagus banget na, makasih udah aja aku kesini. " ucap Dara memeluk Lana.
Lana hanya terdiam saat tubuhnya di peluk Dara. Tiba-tiba tersadar dan melepaskan pelukannya dari tubuh Lana.
" Mmmm..aaf na. " Bisik Dara lirih.
" Hmm iyaa gapapa. " ucap Lana.
" Hmm, boleh deh. " ucap Lana.
Lana dan Dara melangkah menuju menuju puncak air terjun. Walau tidak seberapa tinggi terlihat nafas yang tidak beraturan dari Dara
" Santai dulu ra. " ucap Lana.
Dara hanya tersenyum memandang Lana sembari mengatur nafasnya. Tidak lama berselang, Lana mulai memasang harnes dan memberikan sedikit arahan kepada Dara.
" Kamu turun pelan-pelan ya gausah panik, ini aman kok. " ucap Lana meyakinkan Dara.
Dara mulai berjalan menuju bibir tebing dan mulai menjatuhkan tubuhnya perlahan sembari memegang tali.
Jantung Lana berdetak sangat kencang saat Dara mulai turun dari tebing.
" Aaman ra? " teriak Lana.
" Seruu naaa, wooooooohhhh. " teriak Dara.
Tiba-tiba pijakan kaki Dara terpeleset dari tumpuannya.
" Aduh.. " Ucap Dara.
" Raaaa kamu kenapa? " Teriak Lana cemas.
" Aaaman kok na. " Teriak Dara.
Lana berjalan turun melewati jalan setapak, menunggu Dara yang hampir tiba di bawah. Setibanya Dara di bawah, Lana bergegas menghampiri Dara.
" Gimana ra? " tanya Lana.
__ADS_1
" Seru bangettttt na tapi kayanya kaki berdarah dikit deh gara-gara tadi kepeleset. " ucap Dara.
" Hah, coba liat ra. " jawab Lana panik.
" ini na, tapi gapapa kok Dara kan kuat hahah. " ucap Lana tertawa kecil.
" Kamu ini bikin cemas aja haha. " ucap Lana sembari mengacak- acak rambut Dara.
" Lanaaa ihhhh. " ucap Dara.
Setelahnya Lana mengajak Dara untuk duduk di atas batu besar sembari melihat pemandangan air terjun dari bawah.
" Kamu beruntung ya na, bisa hidup dalam dunia bebas. Ngelakuin apa yang kamu suka. " ucap Dara.
" Bukannya kamu juga hidup di dunia bebas ya. " tanya Lana keheranan.
" Kamu salah na " ucap Dara Lirih.
" Maksutnya? " tanya Lana penasara.
" Dulu aku sangat dekat sekali dengan mama sedangkan papa lebih seperti orang asing, kepergian mama beberapa tahun lalu membuat aku memilih untuk mengurung diri di dalam kamar. Papa mencoba untuk menghibur ku dengan caranya, tapi itu semua gagal. Suatu hari saat papa membawa calon istrinya untuk di kenalkan kepadaku, aku menolaknya kemudian memutuskan pergi mendaki tanpa sepengetahuan papa. " ucap Dara.
" Jadi papa mu gak tau, klo kamu pergi mendaki? " tanya Lana.
" Hmmm iyaa, aku pergi mendaki soalnya kata orang kalau aku di atas gunung aku akan merasa tenang bahkan lupa dengan masalahku. " ucap Dara.
" Hmm, ra kamu ingat suatu hari sebuah tempat akan berubah karna zaman, tapi tidak akan merubah kenangan di dalamnya. " ucap Lana sembari tersenyum.
" Kamu pinter buat kata-kata ya. " puji Dara.
" Kamu hanya perlu terus berjalan dan membuat cerita di dalamnya. Jadilah manusia merdeka mungkin tidak sekarang tapi suatu hari nanti. " ucap Lana.
" Boleh aku peluk kamu? " tanya Dara.
" Hmm iyaaa boleh. " jawab Lana tersenyum.
Dara memeluk tubuh Lana dengan erat seakan tidak ingin kehilangannya.
" Makasih ya. " ucap Dara.
" untuk? " tanya Lana.
" kesempatan hari ini. " jawab Dara.
Lana hanya tersenyum, seketika teriakan Bara yang sedang bersama Pak Anwar membuat Lana dan Dara kaget kemudian mereka turun dari atas batu menghampiri Bara dan Pak Anwar.
" Nak ayo pulang. " ucap Pak Anwar.
" Nanti aja ya pah. " jawab Dara.
" Kamu pulang dulu ya, klo ada waktu kamu main kesini aja. Aku gak kemana-mana kok, aku tunggu kamu disini. " ucap Lana sembari tersenyum.
" Hmm iyaa, trus kamu gak pulang na? " tanya Dara.
" Kan aku nunggu kamu di sini, masak aku pulang. Klo kamu kesini ntar gak ada aku hahah. " ucap Lana.
" Iyaaa iyaahh yaudah aku pulang ya. " ucap Dara.
" Iya hati-hati ya. " ucap Lana.
Pak Anwar hanya tersenyum ke arah Lana, melihat Dara telah kembali seperti dulu. Kemudian Dara dan Pak Anwar berjalan menjauh Dari Lana dan Bara.
" Lo udah pacaran kan sama Dara, tadi gua liat lo pelukan. " tanya Bara.
" Gua sayang sama Dara, tapi jujur bayangan Dinda masih sering menghantui gua. " ucap Lana.
__ADS_1
Bara hanya terdiam saja mendengar ucapanku. Tidak lama berselang hari telah temaram, kemudian Lana dan Bara melangkah menuju rumah bambu.