Jaket Tua

Jaket Tua
Bab 33. Pernikahan.


__ADS_3

Pagi telah datang, bebarengan dengan tamu undangan yang berdatangan. Lana masih di dalam kamarnya sedang mengenakan baju batiknya untuk menyamarkan jati dirinya.


Tidak lama berselang, Lana keluar dari kamarnya berjalan ke halaman rumah untuk menjamu tamu. Seketika langkahnya terhenti saat di depan kamar kakaknya, pandangan mata Lana melihat kakak nya yang sedang di rias.


" Cantiknya kakak ku ini hahah. " ucap Lana.


" Ini gombal atau gimana na. " ucap kakak.


" yaelah orang di puji malah di katain gombal.


" ucap Lana sembari meninggalkan kamar kakaknya.


Lana berdiri di depan rumahnya sembari menyambut tamu yang datang. Tidak lama berselang Bara,Apoy, Naya dan Lia datang.


" Lu Lana beneran? hahah " tanya Bara meledek.


" Diem lu ra, udah masuk aja langsung makan. " ucapku.


" Hahaha tau aja lo. " ucap Bara.


Bara, Apoy Naya dan Lia kemudian masuk meninggalkan Lana di depan pintu. Cukup lama Lana berdiri sembari menyalami tamu undangan, tiba-tiba Lana terkejut ketika melihat Dara dan Pak Anwar datang ke acara pernikahan kakaknya.


" Loh om? Dara? kok bisa disini? " tanya Lana keheranan.


" Kenapa na gaboleh? " ucap Dara sembari tersenyum.


" Bukan begitu heheh, kok gak ngabari klo mau kesini? " Tanya Lana.


" Lupa ngabari hahah. " ucap Dara.


" Trus tau rumah ku dari siapa? " tanya Lana.


" Tuh temen mu. " ucap Dara sembari menunjuk Bara.


Sontak saja Lana menoleh ke arah Bara yang sedang tertawa kecil sembari melihatnya, akan tetapi Lana masih keheranan.


" Aku sama ayahku gak di suruh masuk nih? " ucap Dara.


" Eh iyaaa iyaaa silahkan masuk om, klo kamu jangan dulu hahah. " ucap Lana menahan Dara masuk.


Kemudian Pak Anwar masuk meninggalkan Lana dan Dara di depan.


" Lah kenapa aku gaboleh masuk? " tanya Dara keheranan.


" Temenin aku hahah. " Ucap Lana tertawa kecil.


" Yah kayak anak kecil minta di temenin hahah. " ucap Dara.


" Biarin, eh iya gimana kamu bisa tau nomernya Bara perasaan aku gak kasih kamu nomernya Bara. " tanya Lana sembari menatap Dara.

__ADS_1


" Jadi gini pas kamu bilang mau pulang karna kakak mu mau menikah, trus aku langsung cari media sosial temen kamu Bara. Kebetulan aja kamu pernah cerita tentang bara ke aku hahah. " ucap Dara menjelaskan.


Lana dan Dara mengobrol sembari menerima tamu undangan yang datang, tidak lama berselang pengantin pria dengan rombongannya telah datang. Bergegas Lana memanggil bunda untuk menyambut pengantin pria.


Lana duduk bersila di samping kakaknya untuk menjadi saksi atas pernikahannya. Seketika penghulu memulai penikahan mereka.


" Bagaimana para saksi, sah ? " ucap penghulu.


" Sah. " ucap Lana.


Pandangan mata Lana melihat ke arah pengantin saling memakaikan cincin di jari manisnya. Kemudian pandangan mata Lana menoleh ke arah bunda yang berada di tidak jauh darinya. Seketika tangis bahagia bunda keluar, melihat anak perempuannya telah pinang laki-laki yang akan menjaganya. Lana hanya tersenyum melihat kejadian itu.


Setelah pengantin duduk di kursi singgsananya, Lana duduk bersama Dara di sampingnya. Tiba-tiba Bara, Apoy, Naya dan Lia datang menghampiri Lana.


" Na, kenapa lo gak pernah cerita ke kita klo lo punya pacar ? " ucap Bara meledek.


Lana dan Dara hanya tersenyum malu-malu mendengar ucapan dari Bara.


" Kapan nih Lana sang petualang bisa nyusul kakaknya, masa iya petualang terus hahah. " ucap Apoy.


" Bisa di bicarakan hahah. " ucap Lana tertawa kecil.


" Oh iya bar, lo gak bilang makasih ke gua ya. Kan berkat buku gua lo jadian sama Naya hahah. " ucap Lana meledek.


" Ini ceritanya bales dendam ya na. " ucap Bara.


Naya hanya diam tidak berkata apapun sembari tersenyum mendengar ucapan Lana.


" Tante ini Dara, pacar baru Lana. " ucap Bara.


" Sialan si bara. " bisik batin Lana.


" Oh ini ya Dara, lebih cantikan aslinya dari pada yang Lana ceritain. " ucap Bunda.


" Bun. " ucap Lana tersipu.


Lana dan Dara menjadi salah tingkah saat menjadi bahan omongan mereka.


" Eh kalian jangan lupa makan ya, tante mau ngurus lainnya dulu. " ucap Bunda kemudian pergi meninggalkan kami.


" Puas lo bar? " ucap Lana.


" Puas dong pake banget hahaha. " ucap Bara tertawa kecil.


" Tunggu pembalasan gua bar hahah. " ucap Lana.


" Di tunggu na secepatnya ya hahaha. " ucap Bara meledek.


Cukul lama mereka mengobrol, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.

__ADS_1


" Gua balik dulu ya na. " ucap Bara dan Apoy.


" Iya makasih banyak udah dateng, khusus Bara gua nyesel ngundang lo hahaha. " ucap Lana.


Bara hanya membalas tawa kecilnya, kemudian mereka berjalan menjauh dari Lana dan Dara.


" Aku harap kamu jangan pulang dulu. " ucap Lana.


" Kenapa na? " Tanya Dara memandang Lana.


" Aku mau ajak kamu ke tempat air terjun besok. " ucap Lana.


" Hmmm boleh tuh, tapi aku harus ijin papa dulu. " ucap Dara.


" Nanti aku temenin. " jawab Lana.


Lana dan Dara mengobrol cukup lama, tidak berselang lama Pak Anwar mengajak Dara pulang.


" Ayo nak kita pulang. " ucap Pak Anwar.


" Hmm papaaa, boleh gak kalau pulannya besok aja. Besok aku sama Lana mau ke air terjun. " ucap Dara.


" Hmmm, air terjunnya dimana na? " tanya Pak Anwar.


" Itu wisata air terjun di kaki gunung itu om jaraknya lumayan jauh dari sini. Di sana tempat kerja saya, ada Rafting, Tubing, Canyoning. " ucap Lana menjelaskan.


" Wih asik tuh, oke papa setuju besok pagi kita kumpul disini aja. Tapi sekarang kita harus cari penginapan dulu di sini nak. " ucap Pak Anwar.


" Horee makasih ya paaa. " ucap Dara sembari tersenyum.


" Iyaa nak sama-sama, penting kamu seneng. " ucap Pak Anwar.


" Aku balik dulu ya na, sampai ketemu besok. " ucap Dara sembari berjalan keluar.


" Om balik dulu na, makasih bikin Dara tersenyum lagi. Salam ke orang tua kamu ya na. " ucap Pak Anwar.


" Iya Pak sama-sama, nanti saya salamin ke orang tua saya pak. " ucap Lana sembari tersenyum.


Lana kini duduk sendiri menikmati kue yang ada di depannya.


" Hari yang mengejutkan sekaligus menyenangkan, semesta selalu punya cara untuk itu semua. " bisik batin Lana sembari tersenyum.


Langkah Lana berjalan menuju kamarnya yang sunyi. Setibanya di dalam kamar, Lana menutup pintunya dan duduk di kursi meja belajarnya.


Hatinya sedang bergembira sedangkan otaknya muncul sebuah inspirasi untuk menulis novelnya.


Lana memulai membuka laptopnya dan melanjutkan untuk menulis novelnya. Sesekali pandangan matanya melihat ke arah foto dirinya yang sedang bersama Dinda.


" Terima kasih untuk semua. " bisik batin Lana.

__ADS_1


cukup Lama Lana duduk di kursi belajarnya, hingga akhirnya ia tertidur di dalam kamarnya yang sunyi membiarkan suara-suara riuh tamu dari luar kamarnya.


__ADS_2