
Hari berganti minggu, sedangkan minggu berganti bulan. Lana terbangun saat mentari belum keluar dari tempat persembunyiannya. Langkanya berjalan menuju pintu yang masih tertutup, tangannya memegang gagang pintu kemudian membukanya.
" Sejuk banget udaranya ." bisik batin Lana.
Lana duduk di kursi teras rumahnya. Sejenak Lana membakar rokok, menghisapnya dalam-dalam kemudian menguarkannya perlahan.
Tidak lama berselang, kilauan cahaya mentari mulai tampak dari balik bukit. Lana yang telah terbiasa dengan kilauan mentari itu, tidak pernah merasa bosan untuk melihatnya. Tidak lama berselang Bara keluar dari dalam rumah.
" Kebiasaan lo na, tiap kali sendiri mesti bengong aja. " ucap Bara.
" Hus mending lu ke pasar ngapeli naya. " jawab Lana.
" Males ah haha " ucap Bara.
" Tumben amat lo ngomong gituan haha? " tanya Lana.
" Ntar juga lo tau jawabannya hahah. " ucap Bara.
Ketika kilauan cahaya mentari pagi telah hilang, tiba-tiba Naya datang mengendarai sepeda motornya.
" Oh pantesan lo males ke pasar ternyata ini jawabannya haha. " ucap Lana tertawa.
" Klo gua ke pasar, masak gua ngapeli ibunya haha. " ucap Bara.
" Ini mas makanannya. " ucap Naya sembari memberikan kotak makanan.
" Makasih ayang. " ucap Bara.
Lana melihat Bara dan Naya yang begitu mesra di hadapannya. Tidak lama berselang Apoy keluar dari rumah menghampiri mereka.
" Enak banget lo bar pagi-pagi udah ketemu pujaan hati haha. " ucap Apoy.
Bara hanya tertawa kecil mendengar ucapan Apoy.
" Kayanya gua mau ke jogja nih. " ucap Lana.
" Kenapa tiba-tiba banget na. " jawab Apoy.
" Yah elu kaya gak tau Lana aja bang. " ucap Bara.
" Yaudah na, gua percaya sama lo. Hati-hati di jalan ya. " ucap Apoy.
" Makasih ya bang. " jawab Lana.
Entah kenapa tiba-tiba Lana merasa rindu untuk dengan Dara.
Setelah mengemas barangnya, Lana membawa sepeda motornya menuju rumahnya untuk berpamitan kepada Bunda.
Setibanya Lana di rumah, Ia berpamitan kepada bunda untuk pergi ke kota Yogyakarta.
" Lana pamit pergi ya bun. " ucap Lana sembari memegang tangan bunda.
" Ternyata perngembaraan mu belum selesai ya, hati-hati di jalan nak. " ucap bunda sembari tersenyum.
Lana mencium tangan bunda, kemudian melangkah keluar dari rumahnya menuju pangkalan ojek yang tidak jauh dari rumahnya untuk mengantarkannya ke stasiun.
Setibanya di stasiun, tiba-tiba terdengar suara kereta yang akan membawa Lana menuju Kota Yogyakarta akan segera tiba. Lana berjalan masuk ke dalam stasiun sembari memandang penumpang lain yang sedang berpelukan guna melepas orang tersayang pergi.
Kereta api membawanya menuju Kota Tua Yogyakarta. Beberapa kali Lana terpejam dan terbangun di atas kursi penumpang. Ketika kereta api hampir tiba di stasiun tujuannya, rasa rindunya dengan Dara semakin tak tertahankan di tambah lagi Lana mendapat kabar dari ayah Dinda bahwa orang tua Dinda tinggal di Kota Yogyakarta.
Tidak terasa hari telah menjelang petang, akhirnya Lana tiba di stasiun kota Yogyakarta.
__ADS_1
Lana sudah sampai stasiun om. Isi pesan Lana.
Tidak lama berselang sebuah mobil datang menjemput Lana di depan stasiun.
" Halo om apa kabar. " ucap Lana.
" Alhamdulillah baik na, kamu apa kabar? " jawab Ayah Dinda.
" Baik om. " ucap Lana.
Lana melangkah ke dalam mobil yang akan membawanya ke rumah orang tua Dinda.
Setibanya mereka disana Lana keluar dari mobil, kemudian melangkah masuk ke dalam rumah yang minimalis.
" Maa, sini deh coba lihat. " teriak ayah Dinda.
" Bentar paaa. " sautan dari bunda Dinda.
" Eh Lana... kamu apa kabar. " imbuhnya.
" Baik tante, klo tante apa kabar? " jawab Lana.
" Alhamdulillah baik. " ucap Bunda Dinda.
" Pa, kok gak bilang Lana mau kesini? " tanya bunda Dinda.
" Biar suprise aja hahah. " Jawab Ayah Dinda.
Terlihat begitu jelas raut wajah orang tua Dinda yang terlihat bahagia ketika Lana berkunjung ke rumah nya. Mereka mengobrol hingga melupakan waktu.
" malam udah larut, mending kamu tidur di sini dulu tante udah siapin kamar buat kamu" ucap bunda Dinda.
Lana berjalan menuju kamar tamu yang telah di siapkan bunda Dinda, kemudian merebahkan tubuhnya di atas kasur yang empuk. Tiba-tiba Lana teringat dengan Dara, bergegas ia meraih ponsel nya untuk berkabar kepada Dara.
Hai Dara maaf ya baru berkabar, aku terlalu sibuk hari ini. Isi pesan Lana.
" Hmm mungkin kamu udah tidur ya, maaf ya aku pengen kasih suprise buat kamu. " bisik batin Lana.
Tidak lama berselang, karna tubuhnya yang lelah akibat perjalanannya akhirnya ia tertidur dengan balutan selimut yang menutupi tubuhnya.
Malam berganti pagi, Lana terbangun dari tidurnya kemudian berjalan keluar dari kamarnya.
" Eh Lana udah bangun, ini tante buatin nasi goreng buat kita sarapan. " ucap Bunda Dinda.
" Wah jadi kangen bunda di rumah nih te, tiap pagi suka bikin nasi goreng. " jawab Lana.
" hahaha, yaudah kamu bersih-bersih dulu, setelah itu kita makan bersama. " ucap Bunda Dinda.
" Siap tante. " jawab Lana.
Setelah nya Lana membersihkan diri, ia duduk di meja makan bersama orang tua Dinda untuk makan bersama.
" Agenda kamu hari ini mau kemana na? " ucap Ayah Dinda.
" Hmm kayanya Lana mau ke rumah temen di jogja deh om. " ucap Lana.
" Yaudah hati-hati na, oh ya selama kamu di Jogja kamu tidur di sini ya na santai aja hahah. " ucap Ayah Dinda.
" Iya om makasih banyak ya. " jawab Lana.
Setelah mereka makan bersama akhirnya Lana berpamitan untuk pergi, sengaja Lana tidak memberitahu nama temennya karna merasa tidak enak dengan orang tua Dinda.
__ADS_1
Lana menyusuri jalanan pagi menggunakan sepeda motor milik ayah Dinda, Di perjalanan ketika Lana hampir tiba di depan rumah Dara tiba-tiba ada sebuah mobil di depan rumah nya. Bergegas Lana menghentikan laju sepeda motornya, dan mengamati dari kejahuan. Tidak lama berselang muncul seorang pria muda yang sedang menggandeng tangan Dara, kemudian masuk kedalam mobil.
Lana terkejut melihat Dara sedang di gandeng pria lain, Hatinya terasa seperti di pukul.
" Siapa cowok itu ya, apa jangan-jangan dia pacar Dara? " bisik batin Lana.
Tidak lama berselang mobil tersebut pergi menjauh dari rumah Dara, bergegas Lana mengikuti mobil tersebut dari belakang.
Tidak lama berselang mobil tersebut berhenti di sebuah kedai makanan. Lana terus memperhatikan Dara dan pria tersebut dari jauh. Saat Lana sedang mengamati mereka yang sedang makan, tiba-tiba Dara menyuapi pria tersebut . Akhirnya Kejadian itu membuat Lana pergi membawa sepeda motornya.
" Kenapa gua ngerasa sakit bangetttt, apa gua jatuh cinta sama Dara? . bisik batin Lana.
Setibanya di rumah orang tua Dinda, Lana langsung masuk ke dalam kamarnya.
" Apa bener Dara sudah punya kekasih baru? kenapa dia gak cerita sama gua?, ehh kenapa gua harus cemburu gua kan bukan siapa-siapanya Dara. " bisik batin Lana.
Lana hanya terdiam di dalam kamar nya sembari menghisap rokok mencoba menenangkan pikirannya. Tidak berselang Lama, sebuah pesan singkat dari Dara muncul di layar ponsel Lana.
Pagi Lana. Isi pesan Dara.
Tanpa basa-basi Lana langsung mengirimkan foto Dara dengan pria lain hasil jepretan dari ponselnya.
Loh kamu di Jogja kenapa gak bilang aku? aku bisa jelasin semuanya na. Isi pesan Dara.
Gapapa ra gaperlu di jelasin hehe. Balasan isi pesan Lana.
Balasannya dari Lana mencerminkan dirinya tegar tetapi hatinya hancur berkeping-keping.
Beberapa panggilan masuk dan pesan dari Dara tidak di hiraukan Lana. Bergegas Lana merapikan barangnya dan berencana melanjutkan perjalanannya mengembara.
" Eh Lana mau kemana kok bawa tas? " Tanya ayah Dinda.
" Eh iya om, saya mau lanjut perjalanan aja om soalnya udah di tunggu sama temen. " jawab Lana.
" Kok dadakan na? " tanya ayah Dinda.
" Iya om maaf ya gabisa lama-lama di sini. " jawab Lana.
" Hmm yaudah gapapa, klo gitu om anter ke stasiun ya? " ucap ayah Dinda.
" Lana mau naik bis aja om biar cepet. " jawab Lana.
" Ohh yaudah deh ayok, om anter ke terminal.
" ucap Ayah Dinda.
Lana hanya tersenyum mengiyakan tawaran ayah Dinda untuk mengantarnya ke terminal.
Setibanya di terminal, hanya berselang beberapa menit bus jurusan jawa barat akan segera berangkat. Bergegas Lana berpamitan kepada Ayah Dinda.
" Om makasih banyak buat tumpangannya, oh ya salamin juga buat Tante ya. " ucap Lana.
" Oh iyaa tante lagi keluar tadi , nanti om salamin. Kamu hati-hati ya di jalan. " jawab Ayah Dinda.
Lana hanya tersenyum kemudian melangkah menuju bus.
Dering ponselnya terus berdering, di lihatnya sudah puluhan kali Dara menelfon akan tetapi tak di hiraukan Lana.
Aku pamit dulu ya raa :') . Isi pesan Lana.
Kemudian bus yang Lana tumpangi membawanya pergi menjauh dari terminal meninggalkan kenangan.
__ADS_1