Jaket Tua

Jaket Tua
Bab 32. Pulang.


__ADS_3

Allahuakbar allahuakbar.......Bunyi adzan shubuh.


Sontak Lana terkejut yang membuatnya bangun dari tidurnya. Dengan mata sedikit terbuka Lana mencoba meraih ponsel di tas kecilnya.


" Gak kerasa udah jam segini. " bisik batin Lana.


Bergegas Lana beranjak dari tidurnya kemudian melangkah mengambil air wudhu dan sholat.


Lana duduk di teras masjid sembari membakar rokoknya. Di sela-sela lamunanya seketika seseorang menghampiriku dan duduk di samping ku sembari memberikan segelas kopi hitam.


" Kopi nya mas. " ucap pria tersebut.


" eh iya mas makasih banyak. " ucap Lana.


" Lagi mau kemana mas? " tanya pria tersebut.


" Mau pulang mas, ke Surabaya. " ucap Lana sembari meminum kopi.


Tidak lama berselang pria tersebut pergi meninggalkan Lana sendirian di teras masjid.


Perlahan hari mulai terang, begitu juga jalanan yang semakin mulai ramai. Lana mengemas barangnya kemudian melanjutkan perjalanan pulang ke rumah.


Cukup lama Lana berada di atas sepeda motornya. Akhrinya ketika hari menjelang malam, Lana tiba di gerbang depan rumahnya.


Seketika bunda keluar rumah ketika mendengar suara sepeda motornya masuk.


" Lanaaaa? " tanya bunda.


Sontak saja, Lana menoleh ke arah bunda dan langsung menhampiri memeluk bunda.


" Kamu sehat-sehat kan nak? " tanya bunda.


" Lana sehat kok bun. " ucap Lana sembari tersenyum.


Kemudian Lana dan bunda melangkah masuk ke dalam rumah. Saat Lana duduk di ruang tamu, tiba-tiba kakak keluar dari kamarnya sembari melihat Lana yang lusuh.


" Selamat datang kembali, pengembara. " ucap kakak.


Sontak saja Lana langsung berdiri dari duduknya kemudian memeluk kakak.


" Gimana kabar mu na? " tanya kakak.


" Kabar baik kak, klo kakak gimana kabar baik juga kan? lusa kan nikah hahah. " ucap Lana.


" Hahahah, tuh rambut rapi in gih biar calon gua gak takut liat lo. " ucap kakak sembari tertawa.


Tiba- tiba seekor kucing kecil menghampiriku.


Tak berselang lama bunda keluar membawa sepiring kue bole yang masih hangat.


" Wah ini yang di tunggu-tunggu hahah. " ucap Lana sembari mengambil kue.


" Ini kucing siapa bunda? " Imbuh Lana.


" Anaknya kucing bunda na. " Ucap Lana.

__ADS_1


" Wah lucu bunda, gak kerasa aku pergi terlalu lama sampai ada sesuatu yang berubah di rumah ini. " ucapku.


Sontak saja, Lana menggendong kucing kecil yang menghampirinya, ia tersenyum sembari mengelus kucing tersebut.


" Lu gendong kucing kaya gendong anak aja hahah." ucap kakak.


" Yah namanya juga kangen. " ucap Lana.


" Nak bunda sudah siapkan air hangat, kamu mandi dulu setelah itu kita makan bersama. " ucap Bunda.


Tanpa fikir panjang, Lana langsung beranjak dari duduk nya kemudian melangkah menuju kamar mandi.


Setelah membersihkan diri, Lana duduk di ruang makan bersama bunda dan kakak.


" Kita berdoa dulu ya. " ucap bunda.


Setelahnya kami makan sajian di meja makan.


" Tidak ada masakan yang lebih nikmat, di banding dengan masakan bunda hahah. " ucap Lana


Sembari makan Lana menceritakan tentang perjalanannya kepada bunda dan kakak. Mereka antusias mendengarkan dengan cerita hebat dariku.


" Kapan kamu ajak Dara ke rumah ini na? hahah. " tanya kakak sembari tertawa.


" Iyaa nanti pasti tak kenalin bunda kok tenang aja hahah. " ucapku sembari melanjutkan makan.


Setelah makan kami berkumpul di ruang tamu. Lana melanjutkan cerita perjalanannya sembari menikmati kue bolu buatan bunda.


Seketika Lana teringat dengan Dara, dan kue bolunya. Bergegas Lana mengambil ponselnya dan memberi kabar bahwa dirinya telah tiba di rumahnya.


Obrolan kami melupakan malam yang semakin larut. Tidak lama berselang satu persatu dari kami masuk ke dalam kamar masing-masin. Lana masuk ke dalamnya, sangat terasa asing. Lana pun duduk di kursi belajarnya sembari menghadap ke kaca jendela.


Lana terdiam kemudian tersenyum dengan ingatan lamanya di kamar ini. Seketika pandagan matanya melihat pada sebuah kertas yang menempel di pigora.


" Aku selalu ingat kamu Dinda. " bisik batin Lana sembari tersenyum.


Tidak lama berselang, Lana tersadar dari lamunannya ketika sebuah pesan singkat dari Dara muncul di layar kaca ponselnya.


Salam ya buat bunda dan kakakmu dari ku na :') . Isi pesan Dara.


udah tak salamin tadi pas makan bareng ra hahaha . Balasan isi pesan Lana.


Lana dan Dara saling beradu pesan. Hingga sebuah kalimat terakhir menutup percakapan mereka.


selamat malam Dara, selamat bermimpi. Isi pesan Lana.


Lana tidak beranjak dari tempatnya, ia kembali memandangi kertas di pigoranya.


" Dinda, aku suda menemukan penggantimu. Tapi selalu ada ruang kosong di dalam hati ini. " bisik batin Lana.


Seketika mata Lana menjadi berat, Lana pun beranjak duduknya kemudian merebahkan badannya di kasurnya.


" nikmat nya. " ujar Lana.


Kemudian Lana tertidur sembari memeluk guling yang berada di sampingnya.

__ADS_1


Sinar mentari pagi telah muncul, Lana terbangun dari tidur nya sembari mencari ponsel yang berada di sampingnya.


" Setengah tujuh. " ucap Lana


Kemudian Lana melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, setelahnya ia duduk di meja makan untuk mengisi perutnya.


" Kamu mau keluar na? " tanya Kakak.


" Iya nih, mau ke air terjun bentar. Tapi sore udah pulang kok. " ucap Lana.


Setelah mengisi perut aku berpamitan kepada bunda dan kakak, kemudian melangkah menuju sepeda motorku. Sontak saja Lana ingin melihat rumah Dinda, akhirnya ia membawa sepeda motornya menuju rumah Dinda.


Setibanya di depan gerbang rumah Dinda, Lana melihat seorang anak kecil perempuan yang sedang bermain dengan ayah nya di halaman rumahnya.


" Dinda, bukankah saat kamu kecil sering bermain dengan ayah mu seperti itu? ku harap dia adalah Dinda kecil yang suatu hari beranjak dewasa dan sekolah di tempat kita dulu kemudianmengenalku. " bisik batinku sembari tersenyum.


" Eh ada apa ya mas kok nunggu di depan sini? " tanya penghuni rumah tersebut.


" Hmm saya mencari pak burhan, klo bapak tau ia dimana ya pak? " Tanyaku.


" Oh pak burhan itu paman saya, sekarang beliau tinggal di Jogja. " ucapnya.


" Oalah yaudah pak makasih. " ucap Lana.


Kemudian Lana melaju dengan sepeda motornya menuju air terjun. Setibanya Lana di air terjun ia mengentikan sepeda motornya di depan rumah bambu. Bara dan Naya yang sedang duduk di teras rumah bambu melihat Lana.


" Lana?? " ucap Bara.


Bara langsung menghampiriku dan memeluk ku.


" Lo apa kabar na, tambah gondrong aja. " ucap Bara.


Seketika Apoy keluar dan terkejut melihat ku telah pulang.


" Ini Naya ra, wah tambah akrab aja kalian ini . " ucap Lana.


" Udah jadian tuh na hahaha. " ucao Apoy.


" Wahh emang banyak yang berubah sekarang. " ucap Lana.


Aku, Bara, Apoy dan Naya duduk di teras rumah.


" Air terjun apa kabar ra ? " ucap Lana.


" Alhamdulillah bertambah berkembang na. " ucap Bara.


" eh gua mau ngabarin besok dateng ya ke acara nikahan kakak gua. " ucap Lana.


" okee, na santai aja heheh. " ucap Apoy.


Lana menceritakan sedikit perjalanannya kepada mereka, hingga akhirnya Lana beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju air terjun. Langkahnya berjalan melewati jalan setapak menuju air terjun.


Lana berdiri kemudian duduk di atas batu besar sembari memandangi air terjun.


" udah berubah aja nih tempat tapi kenangannya masih kerasa banget. " bisik batin Lana.

__ADS_1


Hari telah menjelang sore, Lana berpamitan kepada Apoy dan Bara untuk segera pulang. Lana kembali melangkah menuju sepeda motornya kemudian pergi menjauh dari air terjun.


__ADS_2