
Malam ini memang nampak sangat sunyi, lampu penerang jalan pun ada beberapa yang redup hingga kegelapan malam saja yang terlihat. Ditambah lagi udara semakin sejuk karena waktu semakin berputar dengan cepat hingga orang-orang yang sering lalu lalang tidak lagi terlihat mengingat hari sudah pukul 10 malam.
Entah nasib sial apa yang terjadi pada Adelia hari ini sehingga kesialan kembali menimpa dirinya. Terlambat pulang karena warung masih belum beres ketika dibersihkan, pada saat hendak pulang dan mengendarai sepeda motornya malah mogok sehingga mau tak mau Adelia harus meninggalkan motornya tersebut di warung dan pulang berjalan kaki karena Adelia pikir jarak tidak terlalu jauh sehingga di tempuh dengan berjalan kaki tidak akan menimbulkan masalah. Sayangnya perkiraan nya itu meleset, mungkin saja jika dirinya tidak berpapasan dengan pak rt, dan pak rt tidak memaksa untuk mengantar dirinya dan rela berjalan kaki, mungkin kejadian ini tidak akan pernah terjadi. Lalu siapa yang harus disalahkan kali ini?
" Apa yang kalian lakukan malam-malam seperti ini?"
Seakan kepergok tengah melakukan hal tak senonoh, padahal kenyataannya tidak seperti yang dipikirkan orang. Akan tetapi pak hansip bernama Asep tersebut tidak percaya dengan penjelasan Adelia, karena matanya masih belum rabun sehingga percaya dengan apa yang dia lihat saja tanpa mau tahu penjelasannya.
" Ini tidak seperti yang Pak Asep pikirkan, kami tidak melakukan apapun. Saya mau pulang dan kebetulan saya berpapasan dengan pak rt, lalu beliau ingin mengantarkan saya. Namun pak rt kekeh sehingga rela meninggalkan kendaraannya di sana dan menemani saya berjalan kaki dengan alasan khawatir saya kenapa-kenapa," ujar Adelia menjelaskan panjang lebar.
" Bener kan Pak rt?" Lanjutannya, berharap pak RT ikut menjelaskan supaya kesalahpahaman ini dapat diselesaikan.
Akan tetapi, tidak seperti yang di harapkan oleh Adelia, pak rt malah justru bungkam seakan semakin memperdalam masalah ini. Adelia mengerutkan keningnya menatap pak rt.
" Pak, tolong jelaskan sama pak Asep jika semuanya ini hanyalah salah paham saja," kata Adelia pada pak rt.
" Apapun alasannya tetap saja tidak baik berjalan berduaan yang bukan muhrimnya apalagi malam-malam seperti ini," ucap pak Asep.
" Tapi kami tidak melakukan apa-apa, Pak. Sumpah demi Allah!" Tegas Adelia sekali lagi.
__ADS_1
" Sudahlah Adelia, percuma menjelaskan, toh pak Asep akan lebih percaya dengan penglihatannya ketimbang penjelasan." Pak rt menghentikan Adelia untuk menjelaskan, dia semakin mempersulit keadaan.
" Apa maksud Pak RT?" Adelia tidak mengerti, dia menatap tajam pak rt.
" Ada apa ini?" Sepeda motor lewat dan berhenti ketika ada keributan ditambah lagi ada pak rt dan hansip di sana.
" Ini Bapak-bapak, saya tidak sengaja memergoki Mbak Adelia dan Pak RT sedang berduaan ditempat gelap gulita," ujar pak Asep.
" Astaghfirullah, jadi kalian melakukan zinah?" Tuduh salah satu yang ada di atas motor tersebut.
" Astaghfirullah hal adzim, tidak seperti itu Pak!" Jawab Adelia cepat.
" Astaghfirullah hal azim, benar seperti itu Pak rt? Saya tidak menyangka, ternyata kalian diam -diam melakukan hal sekeji itu dibelakang bu Ningsih."
" Tidak! Saya tidak berselingkuh apalagi melakukan zinah pada siapapun termasuk Pak rt?" Marah Adelia karena sudah dituduh yang bukan-bukan.
" Pak RT tolong jelaskan pada mereka jika semua ini hanya kesalahpahaman saja. Tolong jelaskan Pak RT jangan diam saja," lanjutannya sambil menatap kesal pak rt karena hanya diam saja tanpa membantah atas tudingan tersebut.
" Mau bagaimana mana lagi Adelia, semuanya sudah terjadi. Tidak bisa dijelaskan lagi, semuanya sudah terlanjur, dan saya tidak keberatan apalagi jika sampai dinikahkan," ucap pak rt seraya tanpa dosa.
__ADS_1
Plaaak … dengen nafas memburu Adelia menampar keras pipi kiri pak rt. Adelia tidak percaya jika pak RT berkata seperti itu seakan menantikan momen tersebut.
" Pk rt kau sudah gila, hah! Pak rt sendiri yang memaksa untuk mengantarkan saya pulang dengan alasan takut kenapa-napa. Pantas saja sampai rela meninggalkan motor dijalan dan rela capek-capek berjalan kaki demi ini semua? Apa ini jebakan mau, hah!"
Adelia sangat marah, matanya melotot tajam menatap pak rt. Bahkan Adelia berbicara berani menunjuk tepat di wajah pak rt sangking kesalnya. Ingin sekali berteriak, tetapi Adelia mencoba untuk menahan diri, dia terus membela dirinya jika semuanya ini hanyalah jebakan dari Pak RT saja.
" Bagaimana ini Pak Asep? Penjelasan Adelia tidak ada bukti apa lagi pak rt tidak mengatakan apapun seakan semuanya ini memang sengaja berduaan disini?" Tanya bapak pake baju hitam.
" Betul, keduanya sudah tertangkap basah. Jika tidak bertindak takutnya mereka akan melakukan zinah. Dan itu akan sangat berdampak buruk pada kompleks kita, bukan hanya tercemar buruk dan melainkan akan mengalami nasib sial," timpal yang satunya.
" Baiklah, karena ini adalah pak rt sendiri. Maka terpaksa kita akan membawa mereka ke kepala desa dan mengumpulkan semua warga untuk meminta pendapat bagaimana tindakan selanjutnya," ucap Pak Asep serius.
Biasanya hal seperti ini terjadi di mana jika ada sepasang manusia yang bukan muhrim atau yang sedang berpacaran sedang melakukan hal tak senonoh di kompleks tersebut apalagi di tengah malam seperti ini mereka akan dibawa ke rumah Pak RT. Namun kali ini karena Pak RT sendiri yang tertangkap basah sehingga mau tak mau Pak RT dan Adelia pun akan dibawa ke rumah kepala desa dan mengumpulkan semua warga termasuk ibu RT juga.
" Tidak … tidak, saya mohon jangan. Saya tidak bersalah Pak Asep, tolong percaya sama saya. Kami tidak melakukan apapun, karena kami tidak memiliki hubungan apapun. Ini semua hanya salah paham saja, tolong percaya sama saya Pak Asep!"
Adelia menangis dia memohon supaya Pak Asep percaya padanya.
" Saya minta maaf Mbak Adelia, karena tidak memiliki bukti yang kuat ditambah lagi Pak RT sama sekali tidak membantah seakan kalian memang benar-benar memiliki hubungan gelap. Jadi mau tak mau saya dan bapak-bapak ini akan membawa Mbak Adelia dan juga Pak RT ke kepala desa. Tolong bekerja sama lah supaya kami tidak terlalu memaksa."
__ADS_1
Pak Asep sebenarnya dia juga tidak tahu mau percaya kepada siapa, toh apa yang dia lihat nyatanya Adelia dan Pak RT memang sedang berjalan berduaan dan tidak ada orang lain lagi di sana. Ditambah lagi jarak keduanya cukup lumayan dekat, keadaan sangat mendukung suasana yang lumayan gelap sehingga menimbulkan pikiran negatif mengenai keduanya. Apalagi pak rt yang sama sekali tidak membantah atas tudingan-tudingan seperti tadi seakan semuanya sudah jelas jika keduanya memiliki hubungan.