
Saat malam hari Mama Mita terbangun dari tidurnya dia berniat untuk mengecek keadaan Najwa dan juga Fatih takut mereka tidak tidur dengan nyenyak malam ini karena ini adalah malam pertama kalinya mereka berada di rumahnya. Dengan perlahan Mama Mita membuka pintu, kemudian dia berjalan masuk dan alangkah terkejutnya dirinya saat mendapati putranya itu sedang tidur di kamar ruang tamu yang di mana tempat Najwa dan juga Fatih tidur.
Mama Mita pun kembali dibuat terkejut saat ketika Alvin tengah memeluk Fatih dalam tidurnya entah sadar atau tidak namun perbuatan Alvin sungguh sangat mengharukan sekali karena pemandangan tersebut layaknya seorang anak dan ayah yang terlihat begitu dekat. Tak ingin mengabaikan momen itu yang lumayan langka menurut Mama Mita dia pun bergegas keluar dari kamar tersebut dan sedikit berlari menuju ke kamarnya untuk mengambil hp-nya tersebut.
Setelah HP sudah di tangannya, dia pun kembali ke kamar di mana Najwa dan Fatih dan juga anaknya tidur, lalu mengambil video dan juga beberapa gambar untuk ia simpan sebagai kenang-kenangan. Mama Mita entah mengapa dia sangat bahagia sekali melihat pemandangan ini, seakan seperti memiliki keluarga dan Mama Mita pun begitu penasaran seperti apa sosok Ibu dari kedua anak yang sangat pintar dan imut tersebut. Apalagi sudah mengetahui jika sosok Ibu mereka adalah seorang janda tentu ada niat keinginan Mama Mita untuk menjodohkan Alvin dengannya, tetapi hanya keinginan saja dan belum tentu pasti karena belum tahu sosok Ibu dari kedua anak tersebut baik atau tidak.
" Jika kamu sudah menikah, mungkin kamu akan memiliki anak-anak yang lucu dan pintar seperti ini, Vin. Dan mama juga sangat yakin jika kamu akan menjadi sosok ayah yang baik sama seperti almarhum ayah kamu dulu," ucapnya, kemudian Mama Mita tak ingin mengganggu ketenangan tidur mereka bertiga lalu dia bergegas pergi dari kamar tersebut.
Setelah berada di kamarnya, dengan tak sabaran mama Mita langsung melihat-lihat hasil jepretan foto dan video yang ia ambil, karena lumayan cukup bagus hasilnya, dia pun kepikiran ingin membagikan nya ke media sosial. Dengan senyum lebar Mama Mita mengekspos foto tersebut di akun media sosial miliknya. Akan tetapi wajah kedua anak tersebut ia tutupi dengan emot yang bergambar love sehingga orang-orang tidak dapat mengenali siapa bocah yang sedang tidur terlelap bersama dokter Alvin di sampingnya itu.
" Tidak nyadar jika aku ketiduran disini …" Alvin baru bangun tidur, dia baru nyadar jika dirinya tidur di kamar tamu bersama anak-anak.
Alvin menoleh kesamping, dia tersenyum melihat Fatih yang masih nyenyak sambil memeluk dirinya seakan takut kehilangan. Perlahan dia mengangkat tubuh Fatih dan menarik tangannya dan berharap jika Fatih tidak terganggu oleh gerakan tangannya pada akhirnya anak itu terbangun juga.
" Ayah!" Ucapnya, Fatih duduk menghadap ke arah Alvin sambil mengucek matanya. Dia belum sadar jika laki-laki yang dia panggil ayah tersebut bukanlah ayahnya.
" Kamu udah bangun?" Alvin mengusap kepala Fatih. Dia hanya tersenyum saat mendengar Fatih memanggilnya ayah.
" Eh, Om Avin …" Baru menyadari setelah kedua matanya terbuka lebar. Namun sedikit tak terduga, bukannya merasa canggung karena sudah salah memanggil orang, Fatih malah justru meminta gendong pada Alvin dan memintanya untuk mengantarkan ke kamar mandi karena ingin buang air kecil.
" Fatih mau pipis," pintanya manja.
Alvin tersenyum saja, dia tidak menolak apalagi marah sama sekali. Bahkan dengan ikhlas dia menggendong Fatih dan membawanya pergi ke kamar mandi. Sesampai di dalam kamar mandi, Alvin juga tidak pergi begitu saja, dia bahkan membantu Fatih membuka celana dan mengarahkan anak kecil itu untuk segera membuang air kecil di closed. Dengan sabar Alvin menunggu nya.
__ADS_1
" Fatih!" Najwa bangun dan dia langsung mencari keberadaan adiknya karena di tempat tidur ia tidak melihat sosok adiknya di sana.
" Fatih di kamar mandi, Najwa." Alvin menyahuti.
" Oh …" Najwa pun melihatkan tubuhnya baru kali ini tidurnya begitu nyenyak mungkin karena tempat tidurnya yang begitu empuk hingga terasa sangat nyaman dan membuat mimpinya begitu indah tadi malam.
Najwa menoleh ketika melihat Fatih keluar dari kamar mandi tanpa menggunakan celana hanya mengangkat hanya menggunakan bajunya saja sementara Alvin mencuci tangannya lebih dulu baru ia menyusul Fatih keluar…
" Fatih habis buang air besar?" Tanya Najwa kepada Alvin.
" Nggak, Fatih cuma pipis," sahut Fatih cepat.
" Ya kalau gitu pakai dong celananya nanti disunat sama Om Alvin tau rasa lo," canda Nazwa, Fatih sontak cepat -cepat mengambil celana dan langsung memakainya walaupun agak sedikit kesusahan namun dia berhasil memakai celana nya seorang diri.
Sebenarnya Alvin ingin memandikan Fatih setelah anak itu selesai buang air kecil karena dirinya tidak memiliki pengalaman tentang memandikan anak-anak sehingga Alvin pun mengurungkan niatnya karena memang tidak tahu caranya, Alvin takut nanti Fatih kepedihan matanya saat dirinya tengah memberikan sabun atau bisa jadi Fatih tidak mau dimandikan oleh dirinya.
" Pagi semua," sapa mama Mita melihat ketiganya keluar dari kamar.
" Pagi Mah."
" Pagi, Nenek." Ketiganya jawab bersamaan. Mama Mita tersenyum menyambut mereka lalu dia mencium pipi Nazwa mau pun Fatih. Sementara Alvin dia yang mencium pipi ibunya.
" Kamu tidur sama anak-anak?" Mama Mita pura-pura tidak tahu.
__ADS_1
" Iya Mah, mungkin sudah sangat lelah jadi tanpa sadar Alvin tidur setelah membacakan dongeng untuk Fatih," jawabnya. " Alvin ke atas dulu ya, mau mandi."
Mama Mita mengangguk, kemudian dia mengambilkan segelas air putih untuk kedua kakak beradik tersebut karena minum air putih setelah bangun tidur baik untuk kesehatan.
" Habis ini kalian mandi ya, nanti bu Susi yang akan membantu memandikan kalian," ucap mama Mita.
" Najwa mandi sendiri aja Nek," ucap Najwa Karena dia sudah terbiasa dengan mandi sendiri.
" Pinternya, yaudah mandi duluan gih. Habis itu nanti setelah habis mandi, kita sarapan bareng-bareng ya."
Setelah Najwa selesai mandi ini sekarang gantian Fatih yang mandi dengan dibantu oleh Bu Susi sementara itu Mama Mita menyiapkan sarapan untuk mereka.
" Kamu mau ke mana, Vin?" Tanya sang Mama ketika melihat anaknya baru keluar dari kamar dan anaknya tersebut sudah sangat begitu rapi.
" Aku sudah berjanji kepada Fatih untuk membawanya menemui ibunya di rumah sakit," jawabnya Alvin pun menarik kursi kemudian duduk di meja makan lalu melihat ke arah kamar tamu di mana Najwa dan Fatih masih di dalam dan belum keluar juga.
" Apa ibunya anak-anak sudah sadar?" Tanya Mama Mita kembali.
" Belum … ya kita doakan saja semoga ibunya anak-anak segera cepat sadar dari komanya. Alvin sangat kasihan, tadi malam Fatih menangis karena rindu dengan ibunya," cerita Alvin.
" Ya Allah!" Mama Mita menutup dia begitu sangat kasihan akan tetapi sesaat kemudian wajahnya begitu tampak sedih.
" Tapi jika ibunya anak-anak sudah sadar itu artinya anak-anak akan keluar dari rumah ini? Mama bakalan kesepian lagi dong," ucapnya sedih dia sangat berat hati untuk berpisah dengan Najwa dan juga Fatih padahal mereka baru sehari tinggal di rumah ini namun mamah minta sudah merasa sangat begitu dekat sehingga tak rela jika harus berpisah.
__ADS_1