
Bude Ayu seketika sontak langsung tersedak mendengar ucapan Alvin yang ingin membawa Najwa dan Fatih pulang ke rumahnya. Dengan cepat Alvin menyodorkan minuman. Bude Ayu kan langsung meminumnya.
" Bude makannya nggak hati-hati, keselek kan," ejek Najwa sembari tertawa.
" Ibu, nggak apa-apa?" Tanya Alvin khawatir Bude Ayu pun menggeleng sambil mengusap mulutnya.
" Apa kamu yakin dengan ucapan kamu tadi dok saya takut mereka akan merepotkan dokter begitupun juga dengan orang-orang di rumah dokter."
Bukan tidak percaya, Bude Ayu sangat percaya kepada dokter Alvin mengingat kebaikannya mulai dari tadi malam mau pun pagi ini. Bude Ayu yakin jika dokter Alvin adalah laki-laki yang baik dan sangat dipercaya.
" Saya yakin, tidak. Dan untuk orang-orang di rumah, saya yakin 100% mamah pasti akan suka dengan kehadiran Najwa maupun Fatih. Karena jujur Mama saya merasa sangat kesepian di rumah, walaupun ada beberapa asisten yang menjaganya akan tetapi dia selalu mengeluh kesepian di setiap saya pergi bekerja," ucap Alvin bersungguh-sungguh.
Bude Ayu berpikir sejenak, mungkin ucapan dokter Alvin bisa dipercaya karena tak ada cara lain lagi untuk menjaga kedua anak Adelia. Dirinya hari ini tidak bisa menjaga mereka berdua, Bude Ayu pun mau tak mau mengizinkan dokter Alvin untuk membawa Fatih dan Najwa ke rumahnya.
" Jika tidak merepotkan dokter Alvin saya tidak keberatan mereka tinggal bersama dokter Alvin untuk sementara. Dan saya harap semoga kebaikan mitra Alvin dibalas oleh Allah."
" Amin ya Allah, Alhamdulillah terima kasih ya Bu. Saya berjanji akan menjaga mereka dengan baik dan secepatnya mengabari ibu jika Ibu mereka sudah sadar dari komanya." Bude Ayu pun mengganggu dia kembali melanjutkan.
" Najwa mau ikut ke rumah dokter Alvin?" Tanya Bude pada Najwa kalau Fatih sudah pasti akan ikut kemanapun Najwa pergi.
" Apa di rumah dokter Alvin punya ice cream?" Tangan Najwa. Alvin pun langsung tertawa kecil.
__ADS_1
" Tentu saja ada dong, Najwa mau makan es krim apapun pasti bakalan ada asal makannya tidak boleh banyak-banyak karena es krim tidak baik untuk kesehatan." Alvin mencubit gemes hidung mungil.
" Asik … kalau gitu kapan dong berangkatnya ke rumah Om dokter?"
Setelah selesai sarapan Bude Ayu pun sudah berpamitan untuk pulang karena harus bekerja Alvin pun sebelum mengajak Najwa dan Fatih pulang ke rumahnya Alvin sengaja memperlihatkan Adelia yang masih belum sadarkan diri terbaring di tempat tidur pasien dari luar kaca ruangan.
Najwa maupun Fatih terlihat sangat sedih melihat keadaan ibunya sangat memprihatinkan dalam hati Najwa selalu berdoa untuk kesembuhan ibunya dia pun berjanji akan menjadi anak yang baik dan solehah supaya doanya cepat dikabulkan dan ibunya ibunya cepat diberi kesembuhan.
Setelah perjalanan lumayan lama di dalam mobil Alvin pun menyalakan lagu anak-anak beserta video sehingga kedua anak tersebut tidak merasa bosan selama di dalam perjalanan. Sesampai di depan rumah Alvin tuh memarkirkan mobilnya kemudian mengajak Fatih dan Najwa keluar dari mobil.
" Wah, rumahnya Om dokter besar sekali?" Baru kali ini najwa melihat dengan mata kepalanya sendiri rumah yang begitu besar dan mewah.
" Assalamualaikum," salam Alvin seketika memasuki rumah.
" Eh mama, nungguin Alvin ya. Alvin mau memperkenalkan Mama dengan seseorang," ucap Alvin.
" Siapa apa? Apa dia calon istri kamu, di mana dia?" Dengan semangat 45 yang membara ibunya Alvin pikir jika yang ingin dikenalkan oleh anaknya tersebut adalah calon menantunya.
" Ck, lagi- lagi deh, mulai deh. Bukan tapi anak-anak kecil." Alvin pun berlari ke depan untuk memanggil Najwa dan Fatih lalu mengajaknya ke ruang keluarga.
" Mah ini dua anak yang ingin aku perkenalkan ke Mama."
__ADS_1
" Astaghfirullahaladzim Alvin, kamu sudah punya anak?"
Dengan mata terbelalak mamanya Alvin syok melihat dua anak yang digandeng oleh anaknya tersebut. Mamanya Alvin yang bernama Mita itu pun berpikir jika Najwa dan Fatih adalah anaknya Alvin yang disembunyikan selama ini.
" Mama kalau ngomong suka bener deh, mana mungkin Alvin udah punya anak sebesar ini. Mereka itu adalah anak-anaknya pasien Alvin mah, ibu mereka lagi koma di rumah sakit, sementara mereka tidak ada yang menjaga makanya Alvin bawa ke rumah ini. Kasihan jika mereka sampai kenapa-kenapa di rumah sakit, apalagi mereka ini adalah anak yatim," jelas Alvin.
Mama Mita pun tersentuh hatinya walaupun sedikit kecewa karena kedua anak imut dan lucu itu bukanlah anak Alvin, mamah Mita pun berjalan mendekat ke arah kedua anak tersebut dan tersenyum manis pada mereka kemudian membelai pucuk kepala keduanya dengan penuh kasih sayang.
" Kasihan sekali kalian, tapi jangan sedih ya kalian di sini aja sama nenek," ucapnya kepada Najwa dan Fatih.
" Es krimnya mana, kata Om dokter di rumahnya banyak es krim." Dengan nada cadel Fatih menagih es krim sesuai yang dijanjikan oleh Alvin tadi saat di rumah sakit.
Mendengar itu sontak saja membuat mamah minta langsung tertawa kemudian mencium gemes pipi Patih kiri dan kanan.
" Mau es krim ya, boleh … nanti kita pergi beli sama-sama ya di mall dan kalian boleh beli apapun sesuka hati kalian."
" Beneran?" Sahut Najwa tak sabaran.
" Bener dong, Nenek tidak pernah bohong karena berbohong itu berdosa."
" Hore terima kasih ya Nek, Nenek sangat baik sama seperti kayak om dokter. Semoga Allah membalas kebaikan Nenek," kata Najwa. Mama minta pun sangat terhapus kemudian ia memeluk gadis kecil tersebut.
__ADS_1
Alvin tersenyum memperhatikan ketiganya, dia sangat bersyukur karena mamahnya sangat menyukai kedua anak tersebut sesuai perkataannya pasti mamanya akan sangat menyukai mereka. Alvin pun lega, ia tidak perlu khawatir kedua anak itu akan diusir dari rumah, dengan begini Najwa dan Fatih aman karena ada yang menjaga mereka selama Adelia di rumah sakit.