Janda Beranak Dua

Janda Beranak Dua
bab 13


__ADS_3

" Apa sebenarnya dosa yang sudah kau lakukan Adelia sehingga cobaan selalu datang bertubi-tubi seperti ini padamu?" Gumam Bude Ayu merasa sangat kasihan.


Bude Ayu masuk tak lupa dia mengucapkan salam, mendengar suara yang sangat familiar Adelia menoleh kemudian dia seketika itu langsung berlari menghampiri lalu langsung menangis sejadi-jadinya seakan menumpahkan segalanya.


" Mbak Ayu aku tidak melakukan apapun, aku tidak memiliki hubungan apapun dengan pak rt. Tolong percaya sama aku Mbak." Adelia berharap bude Ayu mau percaya padanya karena tak ada lagi yang mau mempercayai dirinya, saat ini hanya bude Ayu lah yang sangat baik pada dirinya dan juga anak-anak. 


Bude Ayu melihat begitu sangat kasihan pada Adelia, dia mengangkat sebelah tangannya lalu menarik Adelia dan membawanya ke dalam pelukan. 


" Mbak percaya sama kamu, kamu yang sabar ya pasti Allah akan melindungi kamu." Bude Ayu mengusap punggung belakang Ayu. 


Adelia kembali terisak, dia sangat senang ternyata masih ada juga yang mau mempercayai dirinya. 


Bude Ayu melihat ke arah pak rt kemudian melepaskan pelukannya dari Adeli dan menghampiri laki-laki itu. Ayu yakin jika ini semua adalah sengaja di buat oleh pak rt, sebenarnya Ayu sudah sering memperhatikan gerak-gerik pak rt yang selalu makan di warung makan Adelia pagi dan sore. Ayu sering melihat jika pak rt selalu memperhatikan Adelia seketika wanita itu sedang melayani pembeli atau sedang menggoreng gorengan. Pak rt memperhatikan selalu dan disanalah Ayu yakin jika laki-laki itu menginginkan sesuatu pada Adelia. 


" Apa benar Pak rt memiliki hubungan dengan Adelia?" Tanya Ayu dengan nada serius.


" Tentu saja, kami sudah memiliki hubungan sebulan yang lalu," jawab pak rt seraya tanpa dosa.


" Tidak! Kita tidak memiliki hubungan apapun, kenapa Pak rt melakukan ini pada saya, apa salah saya?" Teriak Adelia tak terima.


" Oh bener kah, maka dari itu Pak rt ingin menikahi Adelia disaat situasi seperti ini?" Tanya Ayu kembali.


" Benar sekali, lagi pula sudah kepalang tanggung. Mumpung semuanya sudah berada disini, maka dari itu saya umumkan jika besok saya akan menikah dengan Adelia dan kalian semua wahai para warga akan menjadi saksi pernikahan kami," teriak pak rt lantang. 

__ADS_1


" Pak! Apa kamu sudah tidak memandang saya sebagai istri? Tega kamu Pak!" Teriak bu Ningsih tak terima.


" Sampai matipun saya tidak akan rela jika di madu. Saya tidak terima!" 


Istri mana yang mau di duakan, istri mana yang mau cintanya, suaminya berbagi dengan wanita lain. Walaupun dalam agama mengizinkan, akan tetapi hatinya hanyalah manusia biasa yang bisa sakit dan hancur perasaannya jika suami yang di cintai ingin menikah lagi. Walaupun balasannya adalah surga jika ikhlas menerima, akan tetapi hatinya tidak sesuci itu. Perasaan iri dan cemburu selalu melekat pada dirinya. 


Bu Ningsih menangis memohon supaya suaminya itu mau membatalkan niatnya dan menghargai dirinya sebagai istri. 


" Pak, Ibu mohon jangan menikah dengan nya. Ibu tidak rela di madu Pak!" Pintanya.


" Jika kamu tidak rela, kamu boleh mengajukan cerai." 


Bak di sambar petir hati bu Ningsih mendengar perkataan dari suaminya yang seenaknya tanpa memikirkan perasaan. Bu Ningsih menatap suaminya tak percaya dengan air mata mengalir deras. 


Adelia sangat terkejut, kenapa pak rt begitu gilanya. Dia tidak menyangka jika pak RT begitu terobsesi dengan dirinya bahkan tidak masalah jika harus bercerai dengan istrinya. Adelia melangkah cepat menghampiri pak rt.


" Jika kamu tidak bersedia saya menikah dengan Adelia, maka silahkan ajukan perce …" 


Plaaak … bukan bu Ningsih yang menampar pipi kanan pak rt tapi melainkan Adelia. 


" Kau sudah gila pak rt, saya tidak pernah sudi menikah dengan anda!" Tegas Adelia. 


Pak rt tersenyum dingin sambil mengusap sebelah pipinya yang habis di tampar. Bukan karena sakit tapi melainkan karena suka jika pipinya di sentuh oleh tangan mungil Adelia. Pak rt beranggapan jika sentuhan itu adalah ucapan kasih sayang.

__ADS_1


" Jangan munafik Adelia. Bukannya ini yang kamu inginkan? Kamu jangan khawatir, selama menikah dengan ku keadaan hidupmu dan anak-anakmu akan terjamin, pikirkan masa depan mereka. Tidak ada lagi yang mampu membiayai anak -anak kamu sampai mereka besar selain aku! Kamu tau sendiri kan, aku ini orang kaya, jabatan ku tinggi, seharusnya kau bersyukur karena aku menyukai mu tanpa peduli jika kamu seorang janda beranak dua, hidupmu akan bahagia jika menikah denganku, apapun yang kau inginkan pasti akan aku turuti," ucap pak rt dengan sombongnya. 


" Kau sudah gila Pak rt, bener-bener sudah gila. Sampai mati pun aku tidak akan pernah sudi menikah denganmu!" 


Pak rt mendekat pada Adelia kemudian memegang tangannya kuat lalu dia mendekatkan tubuhnya kemudian berbisik.


" Menurutlah jika ingin hidup dengan tenang. Karena kalau tidak aku tidak akan segan-segan membuat mu dan kedua anakmu di usir dari kampung ini. Aku akan memfitnah mu jika kamu lah yang menggodaku dan merencanakan semua ini supaya aku mau menikahi mu." Pak rt mengancam Adelia.


Adelia melangkah mundur, secepatnya dia menjauhkan dirinya dari pak rt. 


" Apa anda pikir dengan ancaman seperti itu bisa menaklukkan saya? Anda salah besar Pak Rt yang terhormat." 


Pak rt menaikkan sebelah alisnya, dia yakin jika Adelia tidak mungkin berani untuk melawannya. 


" Bukankah sudah saya katakan, jika saya lebih baik mati ketimbang menikah dengan laki-laki licik seperti anda? Tapi sayang nyawa saya jauh lebih berharga apalagi mati hanya karena anda." 


Mendengar perkataan Adelia, tangan pak rt terkepal kuat. Pak rt pikir dengan memberinya ancaman akan membuat Adelia takut, tetapi dirinya salah. Ternyata wanita ini tidak terlalu muda untuk di taklukan, bahkan dengan iming-iming harta pun tetap saja membuatnya tidak tertarik sama sekali, beda hal dengan wanita lainnya yang sudah dia mainkan hanya untuk kesenangan saja dan cukup memberikan uang wanita lain langsung tutup mulut. 


" Kenapa kau jadi seperti ini Adelia, bukannya dulu kau yang memohon-mohon padaku berharap aku mau menikahimu. Kau yang menggodaku duluan, kau yang memberikan tubuhmu kepadaku sehingga aku terjatuh dengan rayuan gombalmu bahkan kau sampai mengancamku!" Kata pak rt berbual, Adelia tertawa dingin mendengar nya. 


" Apa maksud Bapak? Jadi selama ini kalian sudah melakukan hubungan intim? Jahat kamu Pak, tega kamu berselingkuh di belakang ku!" Marah bu Ningsih dia sampai memukul pak rt.


" Aku tidak sengaja, dia yang sudah memasukan obat perangsang padaku saat aku makan di warung makannya. Aku tidak bisa mengendalikan diri, dia yang sudah menjebak ku di saat warung keadaan lagi sepi waktu itu," bohongnya. 

__ADS_1


" Apa?" Adelia tercengang, kebohongan apalagi yang di katakan oleh pak rt untuknya. 


__ADS_2