
" Kenapa kau jadi seperti ini Adelia, bukannya dulu kau yang memohon-mohon padaku berharap aku mau menikahimu. Kau yang menggodaku duluan, kau yang memberikan tubuhmu kepadaku sehingga aku terjatuh dengan rayuan gombalmu bahkan kau sampai mengancamku!" Kata pak rt berbual, Adelia tertawa dingin mendengar nya.
" Apa maksud Bapak? Jadi selama ini kalian sudah melakukan hubungan intim? Jahat kamu Pak, tega kamu berselingkuh di belakang ku!" Marah bu Ningsih dia sampai memukul pak rt.
" Aku tidak sengaja, dia yang sudah memasukan obat perangsang padaku saat aku makan di warung makannya. Aku tidak bisa mengendalikan diri, dia yang sudah menjebak ku di saat warung keadaan lagi sepi waktu itu," bohongnya.
" Apa?" Adelia tercengang, kebohongan apalagi yang di katakan oleh pak rt untuknya.
" Dia sudah mencoba menjebak ku, Bu. dan dia juga mengancam ku akan menyebarkan semua foto-foto saat aku tidak sadar melakukan itu dengannya, Ibu tahu sendiri kan obat perangsang itu bagaimana reaksinya?" Ujar pak rt kembali.
" Dasar janda murahan, beraninya aku menjebak suamiku, menggoda suamiku … dasar ******!" Bu Ningsih langsung menarik jilbab Adelia hingga jilbab yang menutupi rambut indahnya tuh pun lepas tanpa peduli orang-orang melihatnya bu Ningsih tetap saja menarik-narik rambut Adelia karena kesal mending sih percaya akan omongan suaminya jika Adelia lah yang menggoda suami duluan bahkan sampai memasukkan obat perangsang kepada suaminya sehingga melakukan siasat agar Pak RT mau menikahi dirinya.
" Jadi kau sengaja menjebak suamiku agar suamiku menikahimu, hah. Dasar ****** murahan, pergi kau dari kampung ini aku tidak sudi menerima madu seperti mu yang begitu licik." Bu Ningsih menyeret Adelia keluar kemudian mendorongnya hingga tubuh Adelia tersungkur di hadapan banyak orang.
" Lihatlah ibu-ibu, hati-hati dengan nya karena suami kalian akan digoda olehnya. Wanita ini begitu licik, dia sudah menggoda suamiku bahkan memberinya obat perangsang agar suamiku masuk ke dalam siasatnya dan menikahinya, dia benar-benar ****** murahan. Usir dia dari sini ibu-ibu."
__ADS_1
Para ibu-ibu pun ikut termakan omongan dari beningsih yang mempercayai ucapan suaminya para warga terutama ibu-ibu pun menyeret Adelia dan di arah keliling kampung kepala desa sudah mencoba untuk mencegah tetapi dia kalah karena keramaian begitu banyak sehingga mau tak mau kepala desa pun menelepon polisi untuk mengamankan Adelia takut sesuatu terjadi kepadanya.
Bude ayo berusaha menolong Adelia bahkan dia memohon dan menangis supaya berhenti untuk tidak menyeret Adelia karena tubuh Adelia sudah memar-memar akibat pukulan dari ibu-ibu tersebut, sungguh kasihan dia melihatnya. Bu Ayu tidak tega tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa selain memohon dan meminta para warga berhenti namun tangisan dan teriakannya tidak diperdulikan karena suara dirinya kalah jumlah dari ibu-ibu yang beramai-ramai mengata-ngatai Adelia mencacinya memakainya bahkan dengan kata-kata kasar.
" Ya Allah hamba mohon lindungilah Adelia ya Allah." Tidak bisa melakukan apa-apa selain meminta perlindungan kepada maha kuasa supaya Adelia tidak sampai kenapa-napa akibat memakan warga yang emosi.
" Itulah akibat berani melawan ku dan tidak patuh. Sudah berbaik hati untuk memintamu menikah denganku bahkan aku rela mengatakan cerai kepada istriku hanya demi dirimu, tetapi kau masih angkuh dan keras kepala. Inilah balasannya." Kata Pak RT dalam hatinya.
Dengan tindakan cepat para polisi pun sudah tiba di lokasi mereka langsung membubarkan massa dan mengamankan Adelia yang sudah terkulai lemas tak berdaya, badannya begitu sangat memperhatikan darah di mana-mana di sekujur tubuhnya sehingga polisi pun terpaksa harus membawa Adelia ke rumah sakit untuk segera ditangani.
Sesampai tiba di rumah sakit Adelia sudah tidak sadarkan diri, seorang dokter langsung bergegas untuk menanganinya. Dokter tersebut terkejut saat melihat Adelia yang mengenaskan. Dia sangat kasihan melihat wanita yang tak sadarkan diri terbaring di brankar dengan tubuh mungil itu penuh luka-luka, ingin bertanya tetapi tidak ada waktu karena dirinya harus segera melakukan tindakan untuk pengobatan Adelia.
30 menit pemeriksaan selesai dokter laki-laki itu pun keluar dan menghampiri beberapa polisi dan juga Bude Ayu yang sudah di sana beserta kedua anak Adelia. Salah satu Polisi pun bergegas bertanya mengenai keadaan Adelia.
" Bagaimana keadaan saudara Adelia?" Tanyanya.
__ADS_1
" Alhamdulillah tidak ada luka serius hanya memar-memar saja akan tetapi pasien masih keadaan belum sadarkan diri," jawab dokter tersebut.
" Sebenarnya apa yang terjadi kenapa tubuh pasien begitu banyak luka-luka dan memar?" Tanya sang dokter penasaran.
" Kami masih menyelidiki tentang kasus ini dan mohon kerjasamanya jika saudari Adelia sudah sadar tolong beritahu kami secepatnya," ucap polisi tersebut.
" Baiklah kalau begitu." Keduanya pun bersalaman tak lama kemudian para 3 polisi itu pun pergi meninggalkan rumah sakit dan tinggallah Bude Ayu dan kedua anak Adelia serta dokter itu yang masih diam di tempat.
Dokter laki-laki itu melihat ke arah Budi Ayu yang terlihat sedih sambil mengelus pucuk kepala Fatih yang tengah tertidur di pangkuannya.
" Apa Ibu saudaranya pasien?" Tanya sama dokter.
" Bukan saya tetangganya dan ini kedua anaknya Adelia syukurlah jika Adelia tidak memiliki luka yang serius terima kasih dokter." Ucap Bude ayo bersyukur karena Adelia tidak mengalami luka serius akibat kamu kan masa tadi.
" Lalu di mana suami pasien? Saya ingin menjelaskan kondisi pasien saat ini pada beliau,"tanya dokter itu lagi karena di saat keadaan seperti ini tetapi tidak melihat tampang dari suami pasiennya.
__ADS_1
" Adelia seorang janda beranak dua, sementara suaminya sudah meninggal dunia. Apa ada masalah dok? Jika ada sesuatu tolong katakan saja sama saya walaupun kami tetap tangga tetapi kami begitu dekat," ucap Bude Ayu dia menjadi khawatir.