Janda Beranak Dua

Janda Beranak Dua
bab 21


__ADS_3

Hari ini Alvin menepati janjinya untuk mengajak Najwa dan juga Fatih ke rumah sakit untuk menjenguk Adelia yang masih terbaring koma di ruangan ICU. Bukan hanya itu aja ternyata Mamah Mita juga ikut bersama mereka karena sangat penasaran sekali dengan sosok Ibu dari kedua anak yang sangat iya sayang itu, walaupun baru satu hari satu malam dia bersama Najwa dan juga Patih namun rasa sayangnya sudah begitu dalam sehingga ada rasa tidak ikhlas jika harus berpisah dengan mereka. 


Sesampai di rumah sakit Alvin langsung menggendong Fatih sementara Najwa bergandengan dengan Mama Mita mereka terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia banyak para suster yang sudah mengenal mereka berbisik-bisik tentang dua anak yang bersama mereka. 


" Anak-anak siapa itu yang bersama dokter Alvin tidak mungkin dokter Alvin sudah menikah kan?" 


" Mungkin keponakannya kali soalnya setahuku dokter Alvin itu memang belum menikah." 


" Tapi dari informasi yang aku tahu kalau nyonya Mita hanya memiliki semata wayang anak saja yaitu dokter Alvin." 


Begitulah sebagian percakapan para suster tentang kedua anak yang bersama dokter Alvin dokter yang mereka puja dokter yang terkenal begitu tampan baik dan juga ramah tentu sangat mengejutkan bagi mereka tiba-tiba saja hari ini datang ke rumah sakit dan membawa 2 anak kecil terutama melihat betapa dekatnya mereka. Hingga pertanyaan demi pertanyaan mereka lontarkan karena saking penasarannya ada yang mengikuti ke mana arah jalan dokter Alvin tersebut. 


" Selamat pagi, Dokter Alvin. Selamat pagi Nyonya Mita." 


Sipa dokter lain saat berpapasan dengan mereka.


" Selamat pagi … semangat untuk hari ini," jawab Alvin dia memberikan semangat kepada dokter yang menyapanya.


" Terima kasih." 


Kemudian kembali melanjutkan langkah mereka menelusuri lorong rumah sakit menuju ruang ICU di mana Adelia masih terbaring di sana. Sesampai di depan pintu ruang ICU tersebut, Alvin langsung membukanya. Dia tidak pergi ke ruangan kerjanya lebih dulu karena pagi ini tujuannya memang khusus untuk menjenguk Adelia bukan untuk bekerja. 


" Loh kok kosong?" Kaget Alvin seketika melihat di tempat tidur pasien atau berangkat sudah kosong dan bahkan sudah tersusun rapi. 

__ADS_1


" Di mana Adelia, Vin?" Tanya Mama Mita. 


Alvin menurunkan Fatih dari gendongannya kemudian dia keluar dari ruangan tersebut untuk mencari suster dan bertanya kepadanya.


" Suster Ina!" Panggil Alvin.


" Eh dokter Alvin …" suster Ina terkejut melihat Alvin berada di rumah sakit padahal tidak ada jadwal nya pagi ini dan bahkan dokter Alvin itu mengenakan pakaian santai." Selamat pagi," sipanya menundukkan kepala.


" Di mana pasien yang ada di ruangan ini?" Alvin bertanya langsung pada intinya.


" Oh pasien atas nama Ibu Adelia sudah sadar tadi malam dok dan beliau sudah kami pindahkan di ruang rawat nomor 015." 


Santa Alvin membulatkan kedua matanya terkejut karena tidak ada kabar sama sekali dari pihak rumah sakit mengenai Adelia yang sudah sadar dia ingin sekali marah tetapi mengurungkan niatnya kemudian Alvin menarik nafasnya kemudian ia hembuskan tanpa menunggu waktu lagi Alvin menggendong kembali Fatih kemudian mengajak Mama Mita dan kedua anak tersebut untuk menuju ruang rawat di mana Adelia berada.


" Terima kasih." 


" Alvin, pelan-pelan," tegur Mama Mita. 


" Maaf, Mah." Kemudian Alvin memperlambat langkah jalannya hingga mereka beriringan menuju ruang rawat Adelia dalam hati Alvin sangat bersyukur dengan kesadaran wanita itu hingga ia tidak sadar ingin bertemu maka dari itulah ia terburu-buru tadi.


" Berarti mama udah bangun ya, Om?" Tanya Najwa dari tadi dia menyimak. 


" Iya, alhamdulillah. Yuk kita masuk!" Alvin membuka pintu ruangan tersebut kemudian dia dapat melihat wanita yang tengah terbaring di brankar yang sudah membuka kedua matanya. Wanita itu sontak menoleh Alvin tersenyum kemudian menurunkan Fatih dalam gendongannya, ia melihat wanita itu mengembangkan senyumnya terlihat bahagia di wajahnya yang masih sangat begitu pucat.

__ADS_1


" Bundaaaa …" teriak Fatih dia langsung berlari menghampiri sang Bunda begitupun juga dengan Najwa yang tersenyum lebar nampak sekali kebahagiaan di raut wajah kedua anak itu. 


Adelia yang tadinya berbaring kini mencoba untuk duduk hingga tanpa sadar Alvin melangkah cepat dan membantu wanita itu duduk dan menyuruhnya untuk bersandar karena terlihat masih sangat lemah sekali. 


" Terima kasih," ucap Adelia dengan suara yang terdengar lemah. 


" Fatih Bunda masih sakit sayang, jangan duduk di sana kasihan bunda, Nak," ucap Mama Mita melihat Fatih sudah naik ke tempat tidur pasien dan langsung duduk di pangkuan Adelia.


" Fatih rindu sekali sama Bunda, Nek," ucap Fatih sedih padahal dia ingin sekali memeluk ibunya karena mendengar jika ibunya masih sakit dia pun mengurungkan niatnya dan mencoba untuk turun dari pangkuan Adelia. 


Adelia tersenyum perlahan tangannya membelai kepala anaknya.


" Maafin bunda ya Nak, Bunda sudah membuat kalian khawatir, Bunda juga sangat rindu dengan kalian." Mata Adelia berkaca-kaca dia langsung memeluk anaknya tersebut dan menangis. Rasa rindu dan bersalah campur dalam dirinya. 


" Bunda jangan menangis, kami tidak apa-apa kok. Nenek dan Om Dokter menjaga kami dengan baik jadi Bunda tidak perlu khawatir lagi," ucap Najwa dia menghapus air mata ibunya. 


Adelia tersenyum lalu dia mengecup kening anaknya itu dengan lembut kemudian dia menatap ke arah Mamah Mita dan juga Dokter. 


" Terima kasih banyak ya Dok, Nyonya. Saya tidak tahu lagi harus membalas kebaikan kalian seperti apa? Kalian sudah sangat baik sekali mau menjaga anak saya di saat saya benar-benar tidak berdaya menjadi seorang ibu!"


" Ternyata di dunia ini masih ada orang yang baik, saya beribu-ribu kali bertema kasih kepada kalian. Saya janji akan membalas kebaikan kalian dengan cara apapun. Terima kasih banyak dan semoga Allah yang akan membalas kebaikan kalian di akhirat nanti." 


Adelia tidak ada henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada Alvin dan juga Mama Mita karena jika bukan kebaikan dari mereka dia tidak tahu kedua anaknya akan ke mana mereka tinggal, sudah makan atau tidak belum dia tidak tahu. Sementara dirinya hanya bisa terbaring lemah di rumah sakit, Adelia benar-benar merasa jika dirinya tidak berguna menjadi seorang ibu karena sudah membawa anak-anaknya menderita. Sungguh dia sangat bersyukur dalam hatinya karena masih ada orang yang begitu baik dan peduli kepada keluarganya. 

__ADS_1


" Melihat kamu sudah sadar sudah cukup bagi kami, karena kebahagiaan mereka juga kebahagiaan kami. Dan semoga seterusnya kamu selalu diberikan kesehatan." Mamah Mita duduk di samping Adelia, dia bahkan menyentuh tangannya dengan lembut. Adelia dapat melihat jika mama Mita nampak terlihat sangat tulus tanpa mengharapkan sesuatu darinya. 


__ADS_2