
" Bunda udah sembuh?" Tanya Najwa.
" Iya sayang bunda udah sembuh, ini semua berkat doa Najwa dan juga Fatih. Makasih ya atas doanya," jawab Adelia sambil mengelus rambut Fatih yang kini tengah tertidur di sampingnya.
" Om Alvin bilang Bunda kena terserang demam disebabkan oleh digigit nyamuk, emang itu benar?" Tanya Najwa kembali sebenarnya dia juga bingung sih cuman digigit nyamuk kok bisa sampai demam, memangnya nyamuk berbahaya itu.
Adelia tersenyum dia bersyukur adek Najwa tidak mengetahui keadaan dirinya yang sesungguhnya mungkin karena memang masih kecil juga. Jadi tidak apa-apa untuk berbohong demi kebaikan.
" Iya sayang jika kita digigit nyamuk aides maka langsung sakit bahkan sampai ada yang meninggal," jelasnya.
" Hah meninggal? Apa saya berbahaya itu nyamuk Najwa jadi takut kalau ada nyamuk."
Adelia pun terkekeh dia mencium pipi putrinya dengan gemas.
" Tidak semua nyamuk berbahaya sayang, maka dari itu kita harus menjaga kebersihan diri dan juga lingkungan. Terutama rumah, jika kotor seperti kamar Najwa kalau berantakan harus cepat-cepat dibersihkan karena itu akan mengakibatkan menjadi sarang nyamuk. Begitupun juga dengan air yang ada di ember-ember itu pun segera ditutup agar nyamuk tidak berkembang biak. Jadi intinya kita harus selalu dalam keadaan bersih untuk diri sendiri,rumah dan juga lingkungan," ujarnya menjelaskan panjang lebar supaya anaknya itu tidak lagi untuk bertanya karena Adelia sudah sangat lelah sekali ini rasanya dia beristirahat karena tubuhnya masih sangat begitu lemah.
" Oh …" Najwa pun manggut-manggut mengerti kemudian ia melihat bundanya yang Najwa tersenyum kemudian ia memeluk kembali ibunya itu sambil bersandar di sampingnya.
" Bunda kalau mengantuk tidur aja biar Najwa yang menjaga," ujarnya.
" Terima kasih sayang." Tanpa menunggu lama Adelia pun tertidur dengan nyenyak.
__ADS_1
Sore harinya Alvin dan juga Mama Mita datang berkunjung Alvin kembali mengecek keadaannya Delia wanita itu walaupun sudah sadar dari komanya namun keadaannya masih kurang baik masih terlalu lemah untuk pulang jadi dia pun mengusulkan jika Adelia harus dirawat minimal dua atau tiga hari lagi.
" Tapi saya harus segera pulang, dok saya tidak mungkin berlama-lama di rumah sakit ini bagaimana dengan anak-anak?" Ucap Adelia dia pun merasa keberatan karena tidak ingin kembali merepotkan dua manusia yang berhati malaikat itu yaitu Alvin dan juga Mama minta dan Adelia pun tidak ingin menjadi beban karena pasti biaya rumah pasti sakit begitu mahal.
" Di sini saya adalah dokter dan saya sangat tahu mengenai kesehatan mana yang benar-benar sudah sembuh dan mana yang hanya berpura-pura saja. Jangan pikirkan apapun selain kesehatan ingat Mbak anak-anak sangat membutuhkan Mbak jika Mbak masih sakit mereka pasti akan sedih fokuslah pada kesehatan. Maka dari itu saya sarankan Mbak harus dirawat di sini lebih sedikitnya 2 hari atau nggak 3 hari saya rasa itu sudah lebih dari sekedar cukup."
Alvin begitu tegas untuk mengatakan tidak kepada, dia tahu Adelia hanya berpura-pura kuat saja. Padahal nyatanya masih sangat begitu lemah dan masih butuh perawatan lebih padanya.
" Iya Del, kamu jangan keras kepala. Sebaiknya kamu dirawat dulu di sini untuk beberapa hari supaya kamu benar-benar bisa sembuh total. Jika soal anak-anak, jangan khawatir karena. Saya yang akan menjaga mereka seperti kemarin," sahut mamah Mita bicara lembut sekali sambil menyentuh tangan Adel.
" Tapi Nyonya, saya tidak ingin kembali merepotkan kalian. Kalian sudah begitu banyak membantu kami."
" Tidak, kami sama sekali tidak merasa direpotkan. Justru kami senang karena adanya anak-anak rumah menjadi sangat ramai, jujur saja saya selama ini sangat kesepian, apalagi itu …" Mama Mita menunjuk Alvin
" Mah, apa hubungannya sama Alvin sih?" Kesel Alvin karena di bawa-bawa.
" Emeng bener kok, ya kan Nazwa. Om Alvin itu sudah tua, seharusnya sudah menikah," ucap Mama Mita mengejek anaknya.
" Betul, Om Alvin sudah tua," sahut Nazwa ikutan mengejek sambil terkekeh.
" Huuus, gak boleh kayak gitu." Adelia hanya tersenyum saja mendengar nya.
__ADS_1
Tak ingin dibantah lagi Adelia pun pada akhirnya mengalah, dan sekarang ini dia terpaksa untuk menginap lagi di rumah sakit ini. walaupun dia sebenarnya sangat tidak enak kepada dokter Alvin dan juga mamanya yang begitu sangat baik, namun perkataan Alvin ada benarnya juga jika dirinya harus benar-benar sembuh total supaya bisa beraktifitas kembali untuk mencari nafkah demi masa depan anak-anaknya. Jika dirinya dalam keadaan sakit seperti ini, lantas siapa yang akan mencari kan mereka uang untuk biaya sekolah maupun untuk makan hari-hari.
Karena sekarang ini usahanya tidak mungkin ya lanjutkan kembali, sementara uang peninggalan almarhum suaminya sudah ia jadikan modal dan belum kembali seutuhnya hingga model tersebut hilang begitu saja akibat fitnah kejam dari Pak RT. Dan dirinya pun juga tidak bisa kembali ke rumah itu, walaupun sebenarnya itu adalah rumah atas nama dirinya sendiri dan tetapi karena takut akan menjadi amukan warga lagi sehingga dia pun memutuskan untuk pergi meninggalkan kampung tersebut. Dan berniat untuk menjual rumah yang menjadi satu-satunya sebagai kenang-kenangan atas sepeninggalan suaminya itu, Adelia pun meminta bantuan Bude Ayu untuk menjual rumah tersebut.
" Ingat ya, nanti jika sudah di rumah nenek jadi anak yang pintar, jangan nakal dan jangan ngerepotin nenek maupun dokter ya." Adelia mengingatkan.
" Iya bunda, kami berdua selalu menjadi anak yang pintar kok, kami juga tidak pernah merepotkan nenek maupun Om Alvin."
" Pinter …" Adelia mencium kedua pipi anak-anaknya. Dan kedua anaknya mencium pucuk punggung tangannya.
" Nyonya, maaf saya dan anak-anak kembali merepotkan," ucap Adelia.
" Tidak apa-apa Del, yang penting kamu harus fokus saja dengan kesehatan kamu. Masalah anak-anak tolong percayakan saja sama saya." ucap Mama Mita, dia ingin Adelia segera sehat seperti sedia kala.
" Terima kasih, Nyonya." Adelia tersenyum bahagia mendengarnya, dalam hatinya begitu sangat sedih. Adelia teringat akan keluarga nya di kampung, namun sia tidak ingin jika keluarganya tahu masalah yang tengah dia hadapi karena pasti kedua orangtuanya akan sangat sedih sekali. Maka dari itu Adelia tidak ingat memberitahu mereka.
" Kalau begitu kami pamit pulang dulu ya, insyaallah besok kami akan kesini lagi. Ayo anak-anak, kita pulang. Pamit dulu sama Bunda."
" Bunda kami pulang ke rumah Nenek dulu ya, dah Bunda ..."
" iya sayang, hati-hati di jalan ya. Nyonya terima kasih banyak sekali lagi ya."
__ADS_1
Mama Mita mengangguk sembari tersenyum, dia pun mengajak kedua anaknya Adelia pulang karena hari sudah malam juga takutnya mereka akan kelelahan dan mengantuk.