Janda Beranak Dua

Janda Beranak Dua
bab 18


__ADS_3

Sesuai janji yang diucapkan oleh Mama Mita jika dia akan membelikan es krim untuk Najwa dan Fatih. Mama minta mengajak keduanya pergi berbelanja di mall yang tak jauh jarak rumahnya, sebelum membeli es krim Mama Mita sengaja mengajak kedua anak Adelia tersebut jalan-jalan dan bermain di Timezone hingga keduanya sangat bahagia, tertawa bersama menikmati permainan yang sedang mereka mainkan. Mama Mita sangat tulus memperlakukan mereka begitu baik, setelah puas bermain di Timezone Mama Mita kembali membawa mereka berkeliling di mall dan memberikan apapun yang mereka inginkan. Namun Najwa dan Fatih selalu menolak dan tidak meminta apapun, walaupun Fatih ingin sekali mainan tetapi dia tidak berani meminta, dia hanya melihatnya saja. Dan untunglah Mama Mita sangat peka orangnya dan dia pun langsung membelikan mainan yang diinginkan oleh Fatih hingga membuat anak laki-laki tersebut begitu bahagia dan ingin sekali menangis karena terakhir kali dirinya diberikan mainan saat masih ada almarhum ayahnya. 


" Terima kasih nenek," ucapnya bahagia dia pun memeluk erat mainan yang dia inginkan beberapa mobilan tersebut. 


" Sama-sama sayang, apa ada lagi yang mau kamu beli, hem?" Sembari mengelus rambut kepalanya Mama minta kembali menawarkan siapa tahu keinginan anak itu masih ada untuk membeli sesuatu.


" Satu mainan aja sudah cukup, Nek. Kata bunda tidak boleh serakah," jawab Fatih mengingat nasehat yang diberikan oleh Adelia padanya.


Sungguh sangat luar biasa Mama Mita begitu terharu dan sangat bangga, usia yang masih 3 tahun di mana anak-anak lain masih merengek ingin ini itu walaupun sudah banyak tetap masih ingin membeli yang lain lagi. Akan tetapi Fatih berbeda, dia sangat begitu pintar dan mengingat nasehat apa yang diberikan padanya. 


" Baiklah jika begitu, tapi jika Fatih memang ingin sesuatu yang lagi, jangan malu ya untuk ngomong sama nenek." 


Fatih pun mengangguk, ketiganya kembali berjalan mengelilingi mall tersebut, dan mama Mita selalu menawarkan sesuatu kepada Najwa untuk membeli apa? Akan tetapi lagi-lagi jawaban anak itu tetap sama yaitu " Nazwa tidak ingin apa-apa, Nek." Sehingga mama Mita kehabisan akal, dia pun berjalan ke sebuah toko tentu Najwa dan Fatih mengikutinya dari belakang.


Tanpa bertanya lagi kepada Nazwa maupun Fatih,  mama Mita membelikan baju sesuai keinginannya. Mama Mita pun mengukur baju tersebut terlebih dahulu di badan Najwa dan Fatih, setelah menurutnya cocok, dia pun langsung meletakkannya di kasir dan meminta karyawan untuk membungkusnya. 

__ADS_1


" Nenek beliin baju untuk Najwa dan Fatih?" Tanya Najwa setelah keluar dari toko dia melihat begitu banyak barang belanjaan di tangan Mama Mita dan semuanya itu adalah barang miliknya dan juga Fatih seperti baju-baju yang dibeli oleh Mama minta.


" Iya, habisnya Nenek bingung kamu tidak mau apa-apa. Jadi terpaksa Nenek belikan kalian baju saja, mumpung masih di maal," ucapnya. 


" Tapi baju-baju Najwa dan Fatin masih ada, sayang nanti kalau nggak kepake," kata Najwa pikirannya sudah sangat dewasa sekali tidak sesuai dengan umurnya akan tetapi beginilah kesehari-harian Najwa yang selalu diberikan nasehat bijak oleh Adelia. 


" Ya harus dipakai dong, anggap aja ini hadiah pemberian dari Nenek untuk Najwa dan juga Fatih. Jika kalian tidak mau memakainya Nenek akan sedih," kata Mama Mita dengan nada sedih. Najwa pun menjadi tidak enak hati karena Mama Mita sudah sangat tulus baik kepadanya sehingga dia pun memeluk dan menghiburnya.


" Baiklah kalau begitu, Najwa pasti akan dengan senang hati memakai baju pemberian dari Nenek, nanti Najwa akan menjelaskan kepada Bunda jika bertanya." 


" Terima kasih sayang, ya udah yuk sekarang waktunya kita makan siang," ajak mama Mita bersemangat. 


Wanita tergagah kemudian mencubit gemas kedua pipi anak ganteng tersebut. " Kita makan siang dulu ya baru habis itu baru deh kita beli krim yang kamu mau." 


" Beneran … janji?" 

__ADS_1


" Iya, janji …" keduanya menyatukan jari kelingking mengucap janji. Fatih pun tersenyum lebar karena semangatnya sudah kembali, dia pun mengikuti langkah Mama Mita yang berjalan lebih dulu menuju ke sebuah restoran untuk makan siang. 


Sementara itu di kediaman Pak RT kasus penganiayaan terhadap Adelia masih diselidiki oleh pihak polisi, akan tetapi karena tak ada memiliki bukti semua fitnah dan tuduhan yang di ucapkan oleh Pak RT mengenai Adelia memberikan obat perangsang tersebut tidak ada saksi yang melihat sehingga pihak polisi membebaskan Pak RT dan hanya memberikan peringatan kecil saja.


" Terima kasih untuk kerjasamanya, maaf sudah mengganggu kalian kasus ini akan kami tutup karena memang tidak memiliki bukti jika kalian yang memfitnah saudari Adelia sehingga membuat saudara Adelia, terbaring koma di rumah sakit." 


" Itu kan atas kesalahannya sendiri yang sudah mencoba menggoda suami saya, tentu para warga marah karena akan takut jika dibiarkan wanita itu akan terus menggoda suami-suami lainnya," sahut bu Ningsih. 


" Saya mengerti, namun tetap saja pelaku main hakim sendiri dapat dipidana berdasarkan pasal 170 KUHP tentang kekerasan secara bersama -sama, pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, dan pasal 354 KUHP tentang penganiayaan berat." Jelas pihak polisi tersebut sambil melihat berkas. 


" Dan disini kami sudah mengamankan 7 dari 15, pelaku atas penganiayaan terhadap saudari Adelia. Dan akan di penjara selama 5 tahun dan denda sebanyak 15, juta." 


Bu Ningsih pun sontak langsung bungkam, dia tidak berani lagi untuk berkata apa-apa karena dirinya sendiri juga sudah terkena pasal dan hanya masuk penjara selama 6 bulan dan denda sebanyak 10 juta. Karena Pak RT memiliki banyak uang dia pun bisa melakukan banding sehingga hukuman ringan yang didapatkan oleh bu Ningsih sebagai pelaku yang menyebabkan penganiayaan kepada Adelia.


Sementara pak rt diam-diam tersenyum atas kemenangannya, fitnah yang dia lontarkan tidak memiliki bukti dan dia sendiri bebas karena berdasarkan bukan pelaku utama yang menyebabkan Adelia koma di rumah sakit. 

__ADS_1


" Itulah akibat berani menolak ku, andai kau tidak keras kepala. Mungkin sekarang ini kita sedang menikmati masa bulan madu yang indah. Dasar wanita bodoh," ucap pak rt dalam hatinya.


 Pak rt sangat kesal lantaran Adelia menolak dirinya, padahal soal harta pak rt tidak akan kekurangan, sehingga wanita lain pasti akan sangat setuju jika menikah dengannya walaupun di jadikan istri kedua, bukan hanya itu saja, pak rt yakin jika wanita lain akan sangat senang bila hanya dijadikan sebagai simpanan atau sebagai pemuas nafsu nya saja seperti wanita lain yang sudah dia kumpulkan. Akan tetapi, hanya Adelia saja yang ingin dia jadikan istri keduanya, tetapi wanita itu terang-terangan menolak, sungguh sangat kesal sekali hatinya.


__ADS_2