jangan baca sendirian

jangan baca sendirian
GAUN TERKUTUK - CERITA HANTU


__ADS_3

\(sebelum di baca di like dulu ya say\)


Minggu pagi itu cerah. Langit hanya ditutupi sedikit awan, membuat cuaca pagi itu terasa sejuk. "Hoam... Kayaknya enak nih kalau minum susu hangat?", pikirku. Aku pun bergegas ke lantai bawah.


Setelah tiba di lantai bawah, aku langsung membuka kulkas dan menghangatkan susu, lalu kubawa ke meja makan. "Hm... Orang rumah pada kemana ya? Kok sepi banget?", gumamku dalam hati.


Setelah susunya habis, aku beranjak pergi ke kamar mandi untuk mandi. Setelah selesai mandi, aku pun berangkat ke rumah temanku.


Saat di jalan... KRIIING... Handphoneku berdering. Ternyata ibuku nelpon, "Ya, halo mah! Ada apa?"


"Nisa, kamu dimana?", tanya ibuku di ujung telpon.


"Ini lagi di perjalanan ke rumah Fani", jawabku.


"Oh, mamah cuma mau ngasih tau, kamu jangan lewat ke jalan belakang rumah Fani!", kata ibuku.


"Lah, emangnya kenapa mah?", tanyaku heran.


"Tadi ada kecelakaan wanita ditabrak sama mobil", jawab ibuku.


"Oh, emang sekarang mamah dimana?", tanyaku.


"Mamah di rumah tante Intan, lagi ada arisan", jawab ibuku.


"Oh, udah dulu ya mah, takut keburu siang", ucapku.

__ADS_1


"Iya hati-hati!", pungkas ibuku sambil menutup telponnya.


Sesampainya di rumah Fani, aku langsung disambut dengan hangat oleh ibunya Fani. "Bu, Faninya ada?", tanyaku sambil tersenyum.


"Oh, Nisa ya? Fani ada. Silahkan masuk! Sebentar, ibu panggil dulu Faninya", jawab ibunya Fani.


Setelah beberapa menit, datanglah Fani. "Eh Nis, tumben lo datang ke rumah?", tanya Fani.


"Iya, gue mau ajak lo pergi ke mall", jawabku.


"Cie... Mau shoping ya? Ayo, mumpung gue udah mandi", kata Fani girang. Kami pun berangkat ke mall dengan mobilku.


Sesampainya di mall...


"Fan, gue ambil ini aja gimana?", tanyaku kepada Fani.


"Wow... Perfect Nis!", jawab Fani sambil mengacungkan jempol tangannya.


Aku pun langsung membayarnya di kasir.


Malam harinya aku memakai gaun itu ke pesta ulang tahun temanku, Sopie. Anehnya, orang-orang melihatku dengan tatapan dan senyuman yang manis. Apakah aku terlihat cantik? Karena salah tingkah, aku pun pergi ke toilet untuk bercermin. Apakah ada yang salah denganku? Ternyata gak ada yang aneh denganku. Semua tampak normal-normal saja.


Pesta pun berjalan dengan lancar, sampai aku lupa waktu. Saat tiba pukul 01.00 dini hari, aku pamit pulang.


Sambil menyanyikan lagu 'Tinggal Kenangan', aku mengendarai mobilku.

__ADS_1


Pernah ada rasa cinta...


Antara kita kini tinggal kenangan...


Ketika sedang asyik bernyanyi, tiba-tiba terdengar suara tangis seorang wanita dari arah jok belakang mobilku, hiks... hiks... hiks... Refleks aku menengok ke belakang, namun tidak apa-apa. Huh... kupikir itu hanya halusinasiku saja, karena aku memang sudah sangat lelah saat itu.


Beberapa menit kemudian terdengar lagi suara tangisan wanita itu, namun kali ini lebih keras dan jelas. Aku langsung menoleh ke belakang, dan tiba-tiba... BUUUK...!!! Argh...!!! Mobilku menabrak orang! Karena saat itu aku tidak memperhatikan jalan, tanpa disadari aku menabrak seseorang. Aku pun segera menghentikan mobilku.


Walaupun takut, aku memberanikan diri keluar dari mobil untuk memastikan apa yang terjadi. Dan ternyata yang kutabrak itu seorang wanita. Wanita itu sangat cantik tapi terlihat pucat. "Haaah... Apakah dia masih hidup?", pikirku cemas.


Tanpa disadari wanita itu bergerak. "Huft... Syukurlah dia masih hidup!", pikirku. Namun dia langsung bangkit dan menatapku tajam. Dan ASTAGA...!!! Tiba tiba wajah cantiknya berubah menjadi buruk rupa dan dipenuhi belatung. Dia semakin mendekat ke arahku, dan aku mulai merasakan bau busuknya itu.


Seketika ia mencekikku. Aku berteriak minta tolong. Tapi apa daya, cengkeraman tangan makhluk itu terasa sangat kuat. Aku terus berusaha untuk melepaskan diri, namun tenagaku tak cukup untuk melawannya. Aku pun pasrah dan berdoa memohon perlindungan kepada Tuhan.


Saat tubuhku lemas karena kehabisan nafas, tiba-tiba dari kejauhan sayup terdengar suara adzan subuh. Perlahan cengkeraman tangan makhluk itu mulai melemah, dan akhirnya sosok itu pun menghilang. "Syukurlah!", batinku. Dengan sisa-sisa tenaga yang kumiliki, aku langsung masuk ke mobilku dan segera pergi dari tempat itu


Malam pun datang. Tak terasa sepertinya baru tadi aku merasakan kalau aku ada di pesta Sopie dan di perjalanan aku diganggu mahkluk halus.


Jam dinding di kamarku menunjukkan pukul 23.00. Aku pun memutuskan untuk tidur. Dalam tidurku aku memimpikan wanita yang kutabrak di jalan tadi pagi. Dia sedang menangis sambil mengenakan gaun yang kupakai untuk ke pesta Sopie tadi. Dia terlihat sangat cantik, namun air matanya sedikit menutupi kecantikannya. Dia berkata padaku kalau aku harus membakar gaun itu, karena di gaun itu terdapat kenangan dia dengan pacarnya.


Keesokan harinya aku pun mencari informasi tentang gaun itu. Setelah mencari tau, aku mendapat kabar dari kakaknya wanita tersebut. Adiknya itu bernama Tarisya. Ia meninggal tertabrak mobil pada saat hendak berkencan dengan pacarnya yang bernama Arya. Ia meninggal saat memakai gaun tersebut.


Karena penjelasan tersebut, aku pun memenuhi permintaan Tarisya dengan membakar gaun terkutuk itu. Akhirnya Tarisya datang lagi ke dalam mimpiku. Kali ini dia tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepadaku.


\(terimakasih semoga terhibur\)

__ADS_1


__ADS_2