
"Kami mohon maaf apabila berbuat kesalahan.tapi tolong bebaskan teman kami.dia tidak tahu apa-apa",bujuk jawir.
Keni hanya diam.anehnya beberapa saat kemudian keni berubah tenang.namun,ketika aku memintanya istirahat di dalam tenda,tiba-tiba keni kembali lagi berteriak dan meronta-ronta.sontak jawir mendekap tubuh keni.bahkan karena takut terjadi sesuatu.kami bersepakat mengikat kaki dan tanganya.ya,kami takut keni lari dan masuk jurang.
Sampai pagi harinya,kami tidak tidur,hanya menunggui keni yang sebentar-bentar kerasukan dan mengamuk.namun karena schedule harus dilaksanakan.maka kami harus berkemas untuk menuju lokasi berikutnya.kali ini rute yang kami tempuh sangat sulit.hujan yang turun membuat jalan setapak becek dan licin,sehingga kami harus ekstra hati-hati.
Karena sulitnya medan,perjalanan kami jadi sangat lambat dan melelahkan.akhirnya kami memilih berhenti ketika melihat keni tiba-tiba terjatuh.beberapa peserta laki-laki membopong tubuh keni yang terjatuh.anehnya keni meronta-rinta dan mendengus seperti harimau"aku suka dengan anak ini",kata makhluk ini dengan suara menakutkan.
Kami kembali sibuk mengurus keni.rupanya demit ini menyukai keni dan selalu mengikutinya.dengan sisa-sisa keberanian,para senior bergantian mengintrogasi si demit dan tentunya dengan bahasa sunda.akhirnya,diketahui mengapa si demit itu selalu mengikuti keni.rupanya,keni telah membuang bekas pembalutnya sembarangan.
__ADS_1
Demit tersebut sangat bandel,tidak bisa disuruh keluar,hal ini memaksa sapri,senior yang mengerti spiritual mengusir dengan do'-do'a.tetapi tetap saja demit itu bersemayam di tubuh keni.aku yang tak tega melihat keni langsung membaca doa-doa di telinganya,ketika baru selesai,tiba-tiba mata keni melotot ke arahku sambil tertawa dengan suara lelaki yang menyeramkan.
"Kamu gadis cantik sekali...!!",kata demit yang bersemayam dalam tubuh keni.sontak aku
menjauhi keni,karena dia sepertinya ingin menyentuhku..
*****
Pagi harinya,tepatnya hari ketiga,kami kembali lagi berkemas untuk menuju lokasi berikutnya.sebelum berangkat,hendi,teman senior kami,melihat ada seekor anjing berbulu putih di balik semak-semak"aneh,kok ada anjing hutan menghampiri tenda kita?"tanya hendi."mungkin dia mencium makanan yang kita bawa",jawab sapri.
__ADS_1
Tanpa menaruh rasa curiga,kami pun segera melanjutkan pendakian.kali ini pendakian benar-benar sulit.selain cuaca yang tidak mendukung karena hujan yang turun dengan lebatnya,juga kondisi peserta yang mulai kurang fit.hal yang tidak masuk akal,di tengah perjalanan dan derasnya hujan yang harus memaksa kami ekstra hati-hati itu.aku dikagetkan dengan kemunculan keni yang berjalan dengan cepat dan sudah berada di depanku.
"Yang lainya mana ken?",tanyaku tanpa menaruh rasa curiga."mereka masih jauh kak.ayo kita jalan duluan dan tetap semangat kak",jawab keni.kata-kata keni itu membuatku heran dan penasaran.namun aku hanya terdiam dan terus berdoa memohon perlindungan yang maha kuasa.akhirnya,aku dan keni menyusul rombongan terdepan.tapi aku heran,semak yang kami pangkas untuk di lewati,bisa tertutup kembali dengan sendirinya.
"Kita tunggu yang lainya",kata jawir yang sudah berhasil aku susul dengan keni.tak berapa lama,rombongan paling belakang telah sampai."bagaimana ini,jalur yang sudah dipangkas kok bisa tertutup kembali?",tanya jawir ke eko sebagai ketua rombongan"sudahlah,kita pangkas lagi di tempat yang tadi juga"ujar eko yang mencoba tetap tenang.
Seringnya terjadi keanehan,membuat kami harus berjalan beriringan dan jangan sampai terpisah jauh,karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Bersambung ke part: 3
__ADS_1