jangan baca sendirian

jangan baca sendirian
KUNTILANAK DIBELAKANG RUMAHKU


__ADS_3

Sesampainya di rumah, saya langsung ceritakan apa yang saya alami ke bapak saya. Mendengar cerita tersebut tentunya bapak saya tidak serta merta percaya begitu saja karena bapak saya tidak begitu percaya dengan hal-hal gaib.


Bapak : Mungkin kamu halusinasi saja bud!!!.


Saya : Sumpah pak!!! Saya lihat dengan mata saya sendiri kalau kepala Yanti jatuh ketanah dan nggelinding kearah saya.


Bapak : Terus motor kamu langsung ditinggal?


Saya : Ya iya lah pak!! Mana sempet saya nyalain motor.. Saya pikirnya ya lari.


Bapak : Nah... itu mungkin trik kawanan begal yang ingin ngerampok motor kamu bud!!! Ayooo kita kesana, takutnya motor kamu hilang!!!!


Saya : Busyeeettttttt dah.... saya ogah kalo kesana lagi pak...


Bapak : Udah jangan banyak alasan... Mana ada setan Yanti... Yantinya aja masih idup.


Dengan sangat terpaksa saya ikuti bapak kembali ke tempat dimana saya melihat hantu Yanti. Saya merasa heran sekali, kenapa yang muncul hantu anaknya Bu Minah, bukan hantu Bu Minahnya, sedangkan Yanti sendiri masih hidup.


Saat saya dengan bapak kembali ke tempat hantu Yanti itu, tidak seorangpun disana. Motor sayapun masih dalam kondisi sama seperti saat ditinggal lari.


Saya : Tuh kan pak!!! Motor saya masih utuh... kalau tadi itu begal pastinya motor saya sudah hilang.


Bapak : Iya bukan begal tapi halusinasi kamu saja bud.. kamu ketakutan sehingga muncul hal-hal aneh diotak kamu bud.


Selama perjalanan pulang, saya diam saja karena masih dongkol sama bapak karena dikira halusinasi dan terlalu penakut, tapi jika ditelaah kembali omongan-omongan bapak memang ada benarnya karena hantu yang saya lihat adalah Yanti yang notabene masih hidup sedangkan hantu Bu Minah tidak saya jumpai malam ini.


Sesampainya dirumah, saya masih diliputi rasa penasaran tentang hantu Yanti itu hingga tanpa saya sadari saya tertidur.


Didalam tidur, lagi-lagi saya bermimpi aneh. Saya didatangi sosok Yanti yang tanpa kepala, tangan kanannya memegang perut dan tangan kirinya memegang kepalanya, penampakan menyeramkan dalam mimpi saya membuat saya ketakutan sekali, apalagi sosok Yanti itu mendekati saya sambil meminta pertolongan. Saya terus ketakutan hingga saya terbangun dari mimpi aneh itu.


Saat saya tersadar, hari sudah agak siang dan saat saya mengintip dari jendela rumah, dirumah Bu Yuni terlihat sangat ramai sekali. Banyak orang bergerombol didepan rumah Bu Yuni.


Melihat hal tersebut membuat saya penasaran dengan apa yang terjadi. Saya langsung keluar dari kamar menuju rumah Bu Yuni karena ingin tau apa yang terjadi, namun dihadang oleh bapak saya.


Bapak : Jangan kesana Bud!!!


Saya : Memang ada apa pak? Kenapa dirumah Bu Yuni ramai sekali? Suara tangis bu Yuni pun memekakkan sekali pak!!!.


Bapak : A..aann...anuuuu Bud!!!! Yanti dibunuh!!!!!


Saya : Appppaaa??????


Bapak : Iya Bud, Yanti tewas dibunuh...Kata Bu Yuni, semalam ada rampok yang datang kerumahnya dan membunuh Yanti.


Saya : Ah... mana mungkin semalam ada rampok pak? Sedangkan tadi malam saya susah tidur hingga menjelang shubuh!!! Saya sama sekali tidak mendengar adanya keributan atau teriakan dirumah Bu Yuni!!!


Bapak : Ah ... Sudah...lahhh.. itu bukan urusan kita.... yang penting kamu jangan cerita kesiapa-siapa kalau tadi malam bertemu hantunya Yanti, bisa heboh nanti Bud!!!

__ADS_1


Tanpa sepengetahuan bapak, saya menyelinap keluar rumah untuk melihat apa yang terjadi dirumah Bu Yuni. Setelah sampai disana, saya melihat jazad Yanti yang masih ditutupi kain dan disampingnya ada Bu Yuni yang masih menangis.


Terlihat juga beberapa polisi yang sedang menyelidiki kasus perampokan dan pembunuhan dirumah Bu Yuni.


Saya : Bu Yuni yang sabar yahh.. (kata saya setelah ada didekat Bu Yuni).


Bu Yuni : Iya mas, cuma saya tak habis pikir kenapa perampoknya tega sekali memenggal leher Yanti!!! (Sambil menangis).


Saya : Apaaaaaaa? Llee...leeehhherrrnya Yanti dipenggal?


Bu Yuni : Iya mas...


Mendengar perkataan Bu Yuni tentang kematian Yanti yang dipenggal lehernya membuat saya semakin terheran-heran dengan kejadian penampakan hantu Yanti semalam dan mimpi tentang Yanti. Saya merasa ada yang janggal dengan kematian Yanti dan ibunya.


Selama ini baru terdengar berita perampokan disertain pembunuhan sadis seperti ini. Rumah Bu Yuni memang terkenal mewah karena suaminya merupakan kontraktor sukses dijakarta tapi desa saya terkenal aman dan tentram.


Belum juga reda tentang munculnya hantu Bu Minah yang membuat geger warga, kini warga dikejutkan oleh tewasnya Yanti anak Bu Minah dengan cara yang cukup sadis dan tidak wajar.


Berdasarkan pengusutan dari pihak kepolisian juga memang ada perampokan disertain pembunuhan karena barang-barang berharga dirumah Bu Yuni seperti emas dan sejumlah uang hilang tapi saya sendiri masih tidak percaya kalau kematian Yanti itu karena perampokan. Karena merasa curiga, saya mengajak Dani dan Adi untuk menyelidiki kasus pembunuhan ini.


Saya : Dan, Gw masih gak percaya dengan perampokan disertai pembunuhan di rumah Bu Yuni?


Dani : Gak percaya gimana maksudnya bud? Kan polisi juga sudah bilang kalau itu adalah kasus perampokan!!!


Saya : Gw merasa janggal aja Dan, soalnya malam pas kejadian perampokan, Gw masih melek dan tidak ada hal-hal yang janggal dirumah Bu Yuni!!!


Saya : Tepattttttt sekali Dan, kita selidiki kasus ini Yuk?


Dani : Somplak loe Bud.... Loe kira loe itu james bond apa????


Saya : Kita ajak Adi juga sob buat nyelidikin.


Dani : hhmmmmmm.. . Nah kalau bertiga gw setuju Bud!!!! Setidaknya ada orang yang pinteran dikit... loe ma gw kan bloon nya ga ketulungan hahahaha.


Saat Adi diajak untuk selidiki kasus ini, dia setuju sekali karena Adi memang suka dengan hal-hal yang berbau misteri untuk diungkap.


Malam setelah kejadian pembunuhan Yanti, kami bertiga kumpul dirumah saya. Kami merencanakan berbagai macam agenda untuk mulai menyelidiki kasus pembunuhan Yanti, mulai dari mengamati rumah Bu Yuni hingga mencari jejak-jejak si perampok.


Saya : Di, Dan... malam ini mau ngapain nih?


Adi : Kita amati rumah Bu Yuni aja?


Dani : Apanya yang harus diamati? Masa malem-malem kita kudu ngintip-ngintip rumah orang?


Saya : Bego!!!! Namanya aja detektif lahhh.. ya kudu ngintip-ngintip kek James Bond!!!


Kami bertiga sepakat untuk mengamati rumah Bu Yuni. Tepat pukul 11 malam, kami mengendap-endap menuju rumah Bu Yuni lewat kebun dibelakanf rumahku.

__ADS_1


Rumah Bu Yuni tidak jauh dari rumahku, kami hanya perlu melewati kebun dibelakang rumahku untuk sampai di samping rumah Bu Yuni.


Saat kami sedang melintasi kebun dibelakang rumahku, tiba-tiba tercium bau yang amat amis sekali, bahkan bau amis itu membuat Dani muntah-muntah.


Saya : Bau apaan ini? Amis banget bro!!!


Adi : Ga tau nih!!! Apa jangan-jangan ada mayat lain lagi yang dikubur disini?


Dani : Ahhh... mayatnya siapa bro? Kan ga ada warga yang merasa kehilangan sanak saudaranya???


Saya : Tunggu... tungguuu!!!! Ini kan kebun tempat Bu Minah bunuh diri sob..


Dani : Waaduhhhhhhhh.... iya gw lupa sob... gimana nih? Kita keluar dari kebun ini aja.. tu didepan sana pohon tempat Bu Minah gantung diri sob (sambil menunjuk ke arah pohon durian tempat Bu Minah gantung diri).


Belum juga obrolan kami selesai, tiba-tiba kami mendengar suara cekikikan wanita yang asalnya entah dari mana. Mendengar suara cekikikan tersebut, sontak saja membuat kami saling bertanya satu dengan lainnya.


Dani : Su...ssuu.. suaa... suuaaraaa aaapp.. appaannn tuhh.... (dengan terbata-bata).


Adi : Diemmmmm aja Dan, kita keluar aja dari tempat ini (sambil berbisik).


Saya yang dari tadi memang sedang fokus mengamati keadaan disekitar kebun angker ini menggunakan senter, tiba-tiba melihat sesosok perempuan berbaju putih yang sedang duduk dibawah pohon rambutan.


Saya : App.. apppaaaannn tuuuuuuu brroo (sambil menunjuk kearah pohon rambutan).


Dani : Iiittt..iitttt. ituuuuu ...kunnnnttilanakkkk brooooo.... Lariiiiiiiiiiii.


Tanpa tunggu komando lagi, kami bertiga langsung berlarian meninggalkan kebun angker dibelakang rumahku hingga kami sampai didepan rumah saya.


Saya : Gilllaaaaaaaaaaa... Arwah Bu Minah nonggollll muluuuuuuu..


Adi : Kalau kayak gini mah rencana kita bakalan gagal untuk mengamati rumah Bu Yuni.


Dani : Gimana kalau kita mengamati rumah Bu Yuni siang-siang aja (sambil ngos-ngosan).


Adi : Guuoooblokkk lue Dan.. siang-siang ya rame bro!!!!


Saat sedang tegang-tegangnya dengan obrolan kami, entah dari arah mana, bapak saya sudah ada didekat kami.


Bapak : Habis ngapain kalian? Malam-malam begini masih keluyuran???


Saya : Aa.. anuu pak...habis ronda pak!!! Takut ada rampok lagi!!! Bapak sendiri dari mana? Dari tadi sore engga kelihatan?


Bapak : Ooowwwhhhh.. bapak habis dari sawahhh.


Tanpa bicara lagi, bapak langsung masuk kerumah dan meninggalkan kami. Mendengar jawaban bapak, sepertinya ada yang janggal. Kenapa malam-malam begini bapak baru pulang dari sawah? Apa yang bapak lakukan disawah malam-malam begini?


Berbagai macam pertanyaan terus timbul dibenak saya, sepertinya ada yang aneh dengan bapak saya. Apakah bapak saya perampoknya? Ahhh.... entah..lahhhhh

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2