jangan baca sendirian

jangan baca sendirian
POCONG PENJAGA RUMAHKU - CERITA HANTU


__ADS_3

P e k e n a l k a n namaku Nela. Cerita ini terjadi 5 tahun yang lalu, pada waktu aku masih SMP. Waktu itu keluargaku lagi punya bisnis besi tua. Alhamdulillah lumayan besar dan banyak untungnya deh.


K a r e n a waktu itu di desaku lagi musim maling, jadi ayahku khawatir dan takut kemalingan. Dia bingung gimana caranya agar rumah kami tetap aman. Akhirnya, sesuai petunjuk kakek buyutku, maka rumah kami itu diberi "penjaga". Konon berupa pocong dan macan putih (maklum buyutku orang kuno, jadi masih percaya hal seperti itu). Aku sih gak terlalu ambil pusing.


S e l a n g 3 minggu kemudian sepupuku datang ke rumah. Dia setahun lebih muda dariku. Waktu di ruang keluarga, dia gak sengaja ngeliat ke arah gudang. Entah kenapa tiba-tiba dia bertanya kepada ummi (ibuku).


"Mi, itu apa di gudang? Putih dan duduk di atas timbangan?", tanya sepupuku.


K a r e n a ibuku tau bahwa yang dilihat sepupuku itu pocong, lantas ia menjawab, "Itu karung beras, bukan apa-apa...", kata ibuku.

__ADS_1


Malemnya, aku dan keluarga nganterin sepupuku pulang sekalian bermalam di sana.


S e t e l a h 2 hari aku menginap di rumah sepupuku, kami pun pulang. Ketika sampai ke rumahku, di sana sudah ramai dengan warga. Terjadi percakapan antara ayahku dan pak RT saat itu.


A y a h: "A d a a p a pak, kok pada kumpul di rumah saya?"


A y a h: "I y a, t e r u s kenapa pak?"


Pak RT: "Begini pak, apa tidak lebih baik pocongnya dibuang saja biar tidak meresahkan masyarakat?"

__ADS_1


A y a h: B e g i n i ya pak, itu urusan saya, jadi bapak jangan ikut campur. Maaf pak, mending bapak pulang saja, saya mau istirahat"


S e t e l a h. s e m u a pulang, kami pun istirahat. Tiga hari setelah itu ternyata kakakku dari Bali datang. Dia emang sengaja gak ngasih kabar kedatangannya itu, untuk memberi kejutan. Tapi ketika sampai di depan gerbang, kakakku dikagetkan oleh sosok pocong yang berada di balik gerbang. Karena takut, dia pun lari. Namun pocong itu terus mengejarnya, hingga kakakku tanpa sadar menabrak pohon asem, sampai-sampai kepalanya bocok dan harus dirawat di rumah sakit.


S e t e l a h. k e j a d i a n itu, akhirnya ayahku membuang pocong itu, namun macan putihnya tetap bersarang di rumahku sampai sekarang.


*****


J a n g a n l u p a L I K E y a, a g a r a d m i n m a k i n. s e m n g a t :) S e m o g a te r h i b u r!

__ADS_1


__ADS_2