
Suatu ketika ada informasi mancing lele gratisan di desaku yang akan diadakan dihari minggu, karena saya sangat suka atau bisa dibilang maniac mancing, kesempatan itu tidak saya lewatkan begitu saja. Segala jenis umpan, mulai dari cacing tanah (cacing kalung), belut yang dibakar, hingga umpan racikan telah saya persiapkan.
"Ahh... ada satu lagi nih umpan yang belum aku siapkan" kataku dalam hati.
Ya, saat itu, aku teringat masih ada umpan yang kurang yaitu jangkrik.
"hhmmmm...biar kumplit umpan ikan lelenya, aku tambahin jangkrik nih.. tapi beli dimana yahhh??" Gumamku dalam hati.
Tempat penjual jangkrik yang biasa buat pakan burung memang cukup jauh dari rumahku. Oleh karena itu, aku berinisiatif untuk mencari jangkrik disawah. Kebetulan waktu, sawah-sawah milik warga belum ditanami padi karena baru saja panen raya sehingga banyak tanah sawah yang kering.
Untuk memperlancar niatku, aku ajak Rudi untuk mencari jangkrik disawah dekat pemakaman umum yang dekat juga dengan pohon nangka yang dianggap angker oleh warga.
Aku : Rud, nanti malam cari jangkrik yuk buat nambah umpan mancingnya!!!
Rudi : Mau cari dimana Bro?
Aku : Ya disawah lah.. masa mau cari jangkrik dirumah loe sih!!! (Agak sedikit kesal).
Rudi : Maksud gw, disawah mana? Soalnya kemarin malem gw dah cari jangkrik disawah desa tetangga tapi hasilnya nihil. Yang ada malah ketemu ma ular doank!!!
Aku : Sawah yang deket kuburan umum kan ada tuh Rud!!! Kayaknya banyak jangkriknya tuh!!!
Rudi : Busyeeetttttt dah.. ogah gw kalo kudu cari jangkrik disana mah!!! Seremmmm broooo. Loe tau sendiri kan, tu sawah deket banget sama pohon nangka rumahnya si mba kunti itu!!!
Aku : Ah... loe mah sama aja kek warga yang lain.. penakutttttt.. lagian loe juga percaya aja sama cerita2 mistis yang begituan.
Rudi : Pokoknya kalo loe tetep nekat mau kesana, Gw ogah nemenin. Titik.
Aku: Payah loe mah... Ya udah nanti malam gw cari jangkrik sendiri aja...
Karena Rudi menolak ajakan ku, akhirnya aku tekadkan niat untuk berangkat cari jangkrik sendiri disawah dekat pohon nangka angker itu.
Tepat malam minggu pukul 10, aku berangkat menuju sawah dekat pemakaman umum dan dekat pula dengan pohon nangka yang terkenal angker itu, dengan hanya berbekal linggis kecil serta tak lupa juga sebungkus rokok kretek kukayuh sepedaku menuju sawah itu.
Sesampainya disawah, suasana memang sangat sepi sekali, tidak ada satupun warga yang terlihat masih berada disawah. Dengan sigap, aku langsung menyandarkan sepeda disebuah pohon dan langsung turun ke areal persawahan yang sudah kering untuk mencari jangkrik.
__ADS_1
Aku mencari jangkrik dari petak sawah ke petak sawah laiinya namun belum juga menemukan seekor jangkrik pun.
" huuffttt... kenapa tidak ada jangkrik sama sekali disini sihh!!!" Umpatku dalam hati.
Hingga hampir dua jam aku berjalan kesana kemari tapi tidak ada hasil. Untuk melepas lelah, aku duduk-duduk dipematang sawah sambil menikmati sebatang rokok. Saat sedang asik menghisap rokok, tiba-tiba aku mendengar suara jangkrik yang cukup keras.
"Nahhh.. tu ada suara jangkrik, tapi darimana asalnya yah? Pasti banyak kawan-kawannya nih". (Kataku lirih sambil terus fokus mendengarkan asal suara jangkrik itu).
Dengan sigap, kumatikan rokok yang masih menyala dan bergegas mencari sumber suara itu. Aku terus berjalan mengikuti asal suara jangkrik itu, tapi semakin didekati, suara itu seakan-akan semakin menjauh hingga aku tak sadar sudah keluar dari area persawahan dan masuk ke are kebun yang dimana terdapat pohon nangka yang angker itu.
Sesampainya dikebun, suara jangkrik itu semakin keras, bahkan suaranya sangat berisik sekali.
"Busyetttt dah, ini jangkrik apaan sih!!! Kok suaranya kenceng banget kek gini!!!" Kataku dalam hati.
Mataku terus mengitari melihat sumber suara itu, dan akhirnya aku dapat memastikan suara jangkrik itu berasal dari bawah pohon yang cukup besar, dan aku masih belum menyadari bahwa pohon yang cukup besar itu adalah pohon nangka yang angker itu.
"Nahh.. jangkriknya pasti disana nih" sambil menunjuk kepohon yang cukup besar itu.
Aku berbegas berjalan kearah pohon itu, dan dengan cekatan, aku gali tanah disekitar pohon yang cukup besar itu.
Saat sedang sibuk mencari jangkrik itu, tiba-tiba aku dikagetkan dengan suara benda jatuh yang cukup keras sekali. Suara benda jatuh itu berada tepat disampingku.
Melihat buah nangka yang jatuh itu, seketika itu juga bulu kudukku jadi merinding sekali. Aku merasa ada seseorang yang sedang mengawasiku namun aku tak bisa melihat.
Karena penasaran, aku coba pegang buah nangka itu dan aku mendapati buah nangka itu sudah terbelah karena kerasnya benturan saat jatuh tadi.
"Wahhhhhh... dah matang nih nangkanya.. lagian kan dari tadi gw belum ngemil apa2"!!! Kataku lirih.
"Hhmmm... sedappp juga nih" kataku dalam hati saat menikmati buah nangka itu.
Saat sedang asik-asikny memakan buah nangka, tiba-tiba aku mendengar suara cekikikan perempuan.
"Suara apa tuh!!!!! Kok ada suara wanita ketawa malam2 gini sih" kataku dalam hati sambil menghentikan aktifitasku memakan buah nangka.
Suara cekikikan itu semakin keras terdengar hingga membuatku ketakutan.
__ADS_1
"Hehhh.. siapa kamu?" teriakku.
"Kalo mau nangka, sini aja loe!!! Jangam nakut-nakutin kek gitu?" Teriakku sekali lagi.
Meski aku sudah teriak-teriak, namun tak ada sesuatu sosok pun yang muncul. Aku tahu betul bahwa sosok itu pasti bukan suara manusia karena malam-malam begini tidak mungkin ada wanita yang berkeliaran ditempat sesepi ini.
Karena tidak ada sesosok makhluk pun yang muncul, aku kembali menikmati buah nangka itu, tapi lagi-lagi, suara cekikikan itu kembali muncul. Kali ini, suara cekikikan itu tepat berada diarah atasku.
"Astaghfirllah...astaghfirllah... astaghfirllah..."
Saat aku mendongakkan kepalaku keatas, Aku mendapati sesosok wanita bergaun putih sedang duduk disalah satu dahan pohon nangka sambil tertawa cekikikan dan kakinya diayun-ayunkan. Ditambah lagi, raut wajah wanita itu dipenuhi dengan belatung dan darah.
Melihat penampakan yang menyeramkan itu, membuat badanku serasa sangat berat sekali untuk digerakkan, seakan-akan kakiku sudah mati rasa karena tidak bisa bergerak lagi.
Kucoba baca doa-doa semampuku, bahkan saking takutnya, aku juga membaca doa makan serta doa tidur.
Entah berapa menit aku bertatap muka dengan sosok wanita yang duduk tepat diatas tempatku berdiri hingga sesosok wanita itu tiba-tiba menghilang dari hadapanku.
Dengan hilangnya sosok wanita itu, badanku sudah dapat digerakkan lagi. Seketika itu juga aku langsung berlari sekencang-kencangnya meninggalkan pohon angker itu menuju sepedaku.
Aku sudah tidak peduli lagi dengan barang-barang bawaanku, aku terus fokus berlari menuju sepedaku.
Sesampainya ditempat aku meletakkan sepedaku, aku langsung mencoba mengayuhkan sepedaku, namun saat aku mencoba mengayuh, sepeda miliku terasa sangat berat sekali, bahkan aku sama sekali tidak bisa menggerakkan pedal sepedaku.
"Kok berat banget sih!!! Perasaan sepedaku tidak rusak sama sekali" kataku dalam hati.
Saat aku sedang berusaha mengayuh, tiba-tiba terdengar suara cekikikan. Suara cekikikan itu tepat berada dibelakangku.
Mendengar suara itu, membuat nyaliku semakin ciut, namun aku beranikan diri untuk menoleh kebelakang.
"Astaghfirllah... astaghfirllah..astaghfirllah.."
Sesosok kuntilanak denga wajah yang sangat menyeramkan terlihat sedang duduk di bangku belakang sepedaku.
Melihat penampakan menyeramkan itu, membuat lidahku kaku, badanku lagi-lagi tak mampu digerakkan. Aku hanya terpaku melihat kuntilanak yang sedang duduk dibelakang sepedaku sambil tertawa cekikikan.
__ADS_1
Entar berapa lama pemandangan itu terjadi hingga aku tak mampu mengendalikan diriku dan akhirnya aku pingsan dengan sukses.
BERSAMBUNG