jangan baca sendirian

jangan baca sendirian
Pengalaman seram: tersesat di gerbang dimensi lain


__ADS_3

(ayuningrum)


Pengalaman Seram - Lia ama Ana udah putar


putar mengelilingi desa B tapi kok rumah cat


hijau


yang depannya ada pohon jambu terukir nama


Rahman kok nggak ada.


,"an..kamu kalau dapat job yang tanya beneran


dong?,"jadi kita nggak


kesasar!."Lia kumat nih ye!."marah marah.


,"aku udah bener lia,ya ini desanya kok,"jawab


Ana..manyun nggak terima.


Terus tiba tiba Ana sok dramatis..


,"aku benar benar mengapresiasi kinerja pak


pos,betapa beratnya mengirim


surat..benar benar jasamu tiada tara,"


,"an..kalau pak pos kirim surat,alamatnya


jelas..mana pakai kode pos..jauh


ama kamu..di suruh antar surat cinta..alamat


nggak jelas,jangan jangan kau


pakai alamat di lagunya cici paramida..yang ada


kota intan..dan nggak ada


di peta Republik Indonesia," Lia mendengus


kesal.


Cici Paramida- Rt 5 Rw 3


Rt Lima Rw Tiga


Sepuluh Nomor Rumahku


Jalannya Jalan Cinta


Naik Saja Bis Kota


Jurusan Kota Intan


Kalau Kamu Tak Keliru


Pasti Bisa Kan Bertemu


Rt Lima Rw Tiga


Sepuluh Nomor Rumahku


Jalannya Jalan Cinta


Kalau Boleh Kutau


Apa Maksud Hatimu


Ingin Tau Rumahku


Apa Apa Denganku


Kalau Benar Kutunggu


Juga Orang Tuaku


Tapi Katakan Dulu


Apa Apa Denganku


Hai Hai Katakan Maksudku


Ingin Aku Meminangmu.


Pukul dua siang..Ara lagi asyik baca buku di


depan rumah ketika


Rukayah..datang,Ara heran ada apa dia


datang..tumben.


,"ada apa yah?."tanya Ara..


,"lia sama ana di sini..?."tanyanya balik


,"nggak!."


,"tapi di rumah mereka tidak ada ar,"


,"sejak pulang sekolah tadi..aku nggak ketemu


mereka lagi..kenapa kau


mencarinya?."


,"anu ar..aku meminta mereka mengirim surat


cinta pada kenalanku lewat


radio..dalam acara salam jauh di dukuh B,"


,"dukuh B,jangan jangan mereka salah


pengertian menjadi Desa B yang berada


di lereng gunung wilis,"analisa Ara membuat


Aya bengong.


,"gini aja kamu pulang saja..biar aja..aku yang


mencari mereka,"putus Ara.


Dulu Radio menjadi cara ampuh gaul anak


tahun 90-an,ada acara salam salaman

__ADS_1


pakai beli kartu atensi harga selembar murmer


untuk sekarang dulu sih


lumayan buat kantong pelajar..kita isi lalu di


kirim ke Radio lewat pos


atau datang langsung dan serahkan kartu


atensinya atau telepon langsung ke


Radio pakai telepon koin untuk wilayah


lokal,kalau wilayah nasional pakai


kolom sahabat pena yang tersebar di majalah


majalah remaja.


Singkat kata Ara memutuskan menyusul kedua


sahabatnya memakai angkutan


pedesaan alias angdes yang kalau di kota


namanya angkot.


.,"kiri..!."kata Ara sambil memandang gerbang


desa B,dia turun dari angdes


dan memandang angdes yang terus menanjak


ke atas,di desa C yang merupakan


desa terakhir di lereng gunung wilis.


Sebelum desa ternyata ada hamparan padang


ilalang yang bergoyang di tiup


angin,Ara tersenyum..dia mengagumi


keindahan ilalang ini tanpa menyadari


matahari mulai menyelinap di balik gunung.


Dug,!."kaki Ara kesandung sebongkah batu


kecil..dia


mengambilnya,memandangnya tajam..seperti


pecahan batu candi atau gapura


karena ada reliefnya.


,"ah..!."jeritnya,seperti ada yang melempar


kerikil padanya.Membuatnya


berbalik,dia melihat sebuah gerbang dari


batu,melengkung dan berdiri


kokoh..Ara seperti terhipnotis berjalan ke arah


Tanpa Ara sadari kini atmosfir..telah


berubah...warna alam menjadi abu abu


seperti potret masa lalu..di langit bulan


purnama empat belas hari berwarna


kuning keabu abuan memancarkan cahaya


lembut dan sejuk..udara malam yang


dingin menerpa tubuhnya.


,"dimana aku?."tanyanya sambil menoleh ke


gerbang yang kini sudah berubah


menjadi gerbang istana lengkap dengan pintu


istana yang tinggi lebar dan


bersatu dengan tembok istana yang tinggi lebar


terbuat dari tumpukan batu.


Ara berbalik..di depannya berdiri istana megah.


lalu Ara berbalik lagi..ada beberapa kereta


memasuki halaman istana..paling


depan ada kereta berwarna cokelat yang di


tumpangi seorang laki laki tampan


banget nggak tapi bajunya penuh perhiasan


beda dengan kusir kereta itu yang


hanya berpakaian sederhana.


Di samping pria ini seorang wanita yang


berpakaian tidak kalah glamour..


seperti pakaian orang pawai HUT RI waktu


temanya kerajaan nusantara macam


Majapahit,kalau ini kostumnya sepertinya


jaman Majapahit..kereta cokelat ini melewati


Ara tanpa menoleh seakan dia


tidak berada di situ karena jaraknya hanya 1


meter..


di ikuti satu kereta di belakangnya yang


ukirannya

__ADS_1


lebih sederhana nggak heboh kayak yang


pertama..mungkin mereka hanya dayang


dayang istana,dan di kereta kedua ini


.nampak seorang nenek tua,wajahnya kelihatan


galak lagi nginang sirih..tiba


tiba dia minta berhenti..dan seolah olah


memandang Ara..tapi sedetik


kemudian


,"cuih!."


rupanya dia cuma mau membuang sisa


nginangnya yang warnanya merah darah


bikin Ara bergidik ngeri.


belum hilang kengerian..mendadak satu


ledakan dahsyat menggelegar di


halaman belakang istana.


cahaya angker membersit ke udara dalam


bentuk lima larik sinar merah.Lima


sinar bersibak menebar.satu melesat ke arah


istana,dua lainnya menyambar ke


arah dua sudut tembok halaman,dua lagi


menghambur ke arah pohon beringin


besar di halaman istana.


Semua kuda penarik kereta meringkik keras.


Agaknya mereka melihat sesuatu yang tidak


terlihat oleh mata manusia biasa.Lima


sinar merah kemudian lenyap.Keadaan serta


merta di cekam kesunyian.


Sewaktu ledakan menggelegar,nenek itu segera


melompat turun dari kereta dan berada


di samping kereta cokelat berukir indah milik


seorang bangsawan..entah raja


atau yang lainnya.


,"apa yang terjadi?."pria itu bertanya sambil


keluarkan kepala dari jendela


kereta.


,"belum jelas yang mulia,tadi ada lima cahaya


merah menyusul suara ledakan


lalu lenyap,biar saya lakukan penyeledikan


dulu"jawab nenek itu..Di ikuti


teriakan dayang istana.


karena panggillnya yang mulia pastinya dia


seorang raja.


,"ada orang bertarung di atas wuwungan


istana!."


semua orang segera palingkan kepala,arahkan


pandangan ke atas atap


istana.Sang Raja


itu kembali ulurkan kepala dari jendela kereta


cokelat untuk menyaksikan


apa yang terjadi.


di atas atap istana satu makhluk aneh yang


tubuhnya di kobari nyala api


tampak tengah menggempur seorang pemuda


berambut panjang.


,"itu pangeran!."teriak Raja itu."dia dalam


keadaan terdesak.Lekas di


bantu!."


,"baik yang mulia,aku akan membantu


pangeran."kata si nenek.


Pada saat itu dari atas atap terdengar suara


orang berteriak.


,"nenek!."cepat keluarkan yang mulia dan


keluarkan dari kereta


cokelat!."Keluarkan semua orang dari


kereta!."cari perlindungan!."


Ara memandang tak berkedip,cowok yang

__ADS_1


bernama pangeran itu


__ADS_2