jangan baca sendirian

jangan baca sendirian
MISTERI CERMIN BERHANTU


__ADS_3

kisah ini berawal Tahun 2000 pada


saat itu aku masih duduk di bangku SD


kelas 3. Saat itu aku masih polos dan


bahkan aku tak begitu percaya dengan


hantu, tapi suatu ketika saat dimana di


kumpung ku ada acara pernikahan anak" di kampung ku sering bermain


di malam hari pada saat ada acara


tersebut.


Waktu itu kami memutuskan untuk


bermain petak umpat atau di kampung


kami biasa di sebut Ucing semput sakali ewang, kami ber jumlah 10 orang dan


di bagi menjadi 2 kelompok yang


berjumlah 5 orang anak, cara


bermainnya adalah 1 regu ber


sembunyi dan sisanya mencari.


Singkat cerita, saat itu regu kami kebagian mencari regu yang sedang


bersembunyi, setelah 3 jam kami


mencari tapi tak ada hasil apapun,


saking kesal salah satu teman ku


berkata 'mungkin mereka


bersembunyi di sawah perbatasan desa' karna kesal akhirnya kami tak


berpikir panjang lagi kami mencari


lawan kami sampai ke pematangan


sawah batas desa.


sepanjang jalan kami terus mencari


sambil bercanda walaupun hati sedang kesal bin galau, begitu keras suara


tawa kami hingga memecah ke sunyian


desa yang jauh dari keramayan acara


pernikahan warga desa kami sampai"


kami tak sadar bahwa kami sudah di


batas desa, kami pun terud mencari tpi tetap saja tak kami dapati lawan kami.

__ADS_1


Sampai akhirnya kami mulai putus asa


dan memutus kan untuk kembali ke


desa, angin malam mulai pekat suara


khas binatang saling bersahutan


membuat suasana yang tadinya ramai oleh kami menjadi sunyi senyap, entah


apa yang ada di pikiran ku tiba" saja


kepala ku menjadi berat dan langkah


ku melambat, ketika ku sadar aku


tertinggal jauh dari teman" ku di


depan, aku coba berlari menghampiri mereka akan tetapi mereka semakin


jauh dan saat itu hati ku mulai gelisah


sekucur tubuh ku pun merasa berat


beserta bulu kuduk ku yang tiba"


merinding disko aku pun terus berlari


mengahampiri mereka yang semakin jauh, jauh, jauh dan hilang aku pun


semakin panik.


Sesampainya di desa tepatnya


aku pun menghentikan langkah cepat


ku, ku tarik nafas ini dengan keadaan susah payah sambil menundukan


kepala ku dan memegang kedua lutut


ku, aku pun melanjut kan langkah kecil


ku tapi, aku merasa ada yang


mengikuti ku di belakang, aku tak


berani menoleh ke belakang, ku paksakan terus berjalan hingga saat


aku masuk ketengah desa pikiran ku


menjadi kosong dan kepala ku


semakin berat, tampa sengaja, kepala


ku menoleh ke kanan dan menoleh ke


arah sebuah rumah kosong milik warga, karena rumah tersebut tak berpintu karena sudah lama di tinggal oleh pemiliknya mungkin sudah belasan tahun,dari qrah luar walau situasi dalam keadaan gelap namun malam itu bulan bersinar terang sehingga cukup mampu melihat kondisi dalam rumah yg tak berpintu,di dalamnya mataku melihat sebuah cermin besar berbentuk bulat yang di menempel pada dinding


, sini aku melihat ke anehan yang terjadi,


aku melihat cahaya putih berbentuk

__ADS_1


lingkaran di dalam cermin rumah


tersebut, karna penasaran perlahan


aku dekati tetapi semakin ku dekati


cahaya itu semakin membesar dan membentuk sebuah kepala dengan


posisi tubuh setengah badan mirip foto


KTP dan yang membuat ku terkejut,


muncul kuncung di atas kepala


tersebut saperti POCONG ( Maaf saya


takut menyebutin namanya) seketika aku terkejut dan mulai berlari koc ar


kacir ke arah keramaian acara


pernikahan walaupun terkadang aku


jatuh pula sambil teriak


'Jurig,,jurig,,jurig'.


Sesampainya di tengah keramaian salah satu bapak" menangkap ku dan


menahan laju lari ku dan mulai


bertanya 'ada apa Ujang (Panggilan


untuk anak laki") akan tetapi mulut ku


terkunci tak mampu berkata". Dengan


pandangan yang kosong dan wajah yang pucat aku pun mulai di jampi"


dan akhirnya aku bisa bicara dan ku


cerita kan semuanya yang terjadi.


Sialnya, teman" ku menghampiri ku,


ketika ku bertanya kenapa kalian


meninggalkan ku mereka menjawab 'Loe yang kemana aja orang dari tadi


kita nemuin anak" yang ngumpet di


sini', aku pun semakin heran dan aku


pun berkata 'lah bukanya kita tadi


nyari anak' ke sawah', merek pun


menjawab 'ke sawah? Orang dari tadi kita nyari di sekitar desa kok'.


Sejak saat itu aku pun mulai percaya


adanya hantu dan aku jadi jarang main

__ADS_1


di malam hari.


__ADS_2