jangan baca sendirian

jangan baca sendirian
Sih merah di WC


__ADS_3

Jakarta beberapa puluh tahun kebelakang, tidaklah seperti Jakarta yang sekarang. Saat itu rumah masih berjarak berjauhan. Sepi. Minim penerangan. Serta masih terdapat pepohonan yang rimbun. Selain itu tidak seperti saat ini, dimana hampir setiap warga memiliki wc di dalam rumah, saat itu wc yang ada, khususnya dikampungku hanyalah wc umum yang terletak di pinggir kali (sungai).


Saat itu malam jumat, dan waktu sudah menunjukan pukul 10.00 serta dalam kondisi gerimis. Karena perut ini sudah sangat tidak bisa ditoleransi ingin buang air, walaupun takut aku pun pergi ke wc umum yang terletak di pinggir kali tidak jauh dari rumahku. Aku pergi ke wc tersebut dengan ditemani oleh saudara perempuanku.


 


Wc tersebut terdiri dari dua tempat yang berjejer. Dimana jika kita di dalam wc dan berjongkok yang tertutup hanya sebatas pundak. Pundak keatas terlihat oleh orang disebelah kita. Ketika aku sudah sampai di wc tersebut, aku melihat sudah ada orang yang jongkok di wc pertama. Karena kupikir ada temanku akhirnya aku menyuruh saudaraku untuk pulang.

__ADS_1


Aku pun buang air di wc kedua, bersebelahan dengan orang yang kukira temanku tersebut. Untuk menghilangkan rasa sepi dan takut aku mengajak dia mengobrol. Sambil mengobrol kuperhatikan ada yang aneh dari temanku ini. Karena dia memakai baju serba merah, serta selama mengobrol denganku mulutnya tertutup oleh handuk kecil yang juga berwarna merah.


Setelah selesai buang air, ku melihat ternyata temanku juga telah selesai buang air. Ketika aku ingin pulang, tiba-tiba temanku memanggilku, dan mengajakku untuk ikut denganya. Namun karena saat itu sudah terlalu malam, akupun menolak ajakan temanku tersebut. Lalu dia pergi, yang aku kira akan pulang kerumahnya, anehnya temanku tidak pulang kearah perkampungan namun kearah kebun pisang. 


Aneh memang, namun aku tidak terlalu memikirkannya. Aku pun melangkah pulang untuk kembali ke rumahku. Selama perjalanan pulang, entah kenapa kakiku ini terasa lebih berat. Saking beratnya ketika berjalan aku tidak mampu untuk melangkah, namun dengan menyeret kakiku. Begitu sampai rumah aku pun mendadak sakit.


Aku pun kaget atas penjelasan “orang pintar” tersebut. Setelah sampai dirumah, aku menceritakan semua yang kualami kepada masyarakat sekitar perkampunganku. Menurut masyarakat, sebelum ibuku, sudah banyak yang mengalami hal serupa, bertemu hantu serba merah. Dan jika handuk kecil berwarna merah yang menutupi mulutnya dibuka, maka akan terlihatlah mulut yang rusak

__ADS_1


mengehluar kan darah yg sangat bau busuk hantu ini kerap hadir di mana pun wc yang sangat kotor dan bau dia paling suka dengan laki laki yg suka kencing berdiri kata orang orang sekitar mengatakan jika ada seorang lelaki yg kencing berdiri hantu itu jongkok dan menadah air kencing itu dengan mulut merah yg besar . J A N G A N. T A K U T O K


J A N G A N. B A C A. S E N D I R I A N


K A L U G A K L I K E D A N K O M E N


S I A P2 D I. H A N T U I N S I H M E R A H

__ADS_1


__ADS_2