
Masih ingatkan sama si Budi, anggota Sakawrity yang nemenin si Mawar dan Melati yang mo lembur & nginap dikantor. Ini cerita si Budi sewaktu menunggu sendirian di loby kantor. Jadi ini kisah pararel dari kejadian pas Mawar Melati juga dikerjain dalam kantornya.
Sembari menunggu di meja resepsionis, Budi mengisi TTS untuk mengusir rasa bosan nya. Tiba-tiba lift yang ada di depan selasar loby tempat Budi menunggu berbunyi. Tiiing..! Dibarengi dengan pintu lift yang terbuka, greeek! Budi pun menengok ke arah lift melalui sela-sela pintu kaca loby. Untuk memastikan siapa yang keluar dari dalam lift. Lama ditunggu, pintu lift menutup kembali. Lho kok tidak ada satupun yang keluar? Budi tidak berprasangka apa-apa, dia kembali melanjutkan mengisi TTS nya.
Tinggg, grekkk, ting grekkk. Kejadian itu berulang sampai 3 kali, gaes.
__ADS_1
"Siapa sih yang iseng mainin lift..!" Kezel juga Budi, sambil berdiri dari tempat duduknya untuk memastikan. Tinggg..! Terdengar suara lift lagi. Tapi yang ini lift yang berada di posisi tengah, disebelah lift yang pertama. FYI, lift di selasar ada 3 buah. Dan kembali tidak ada satupun yang keluar sampai pintu lift menutup kembali.
"Waaah..gak beres nih..!" kata Budi sambil beranjak keluar menuju ke selasar lift. Begitu berada di selasar, doi merasakan hawa yang nggak enak. Tiba-tiba lift yang berada di ujung dari tempat doi berdiri berbunyi. Budi bergegas menuju lift yang terbuka. "Kosooong bgzd!?" jerit Budi. "Aaah...bodo amat laah!" kata Budi sambil kembali ke dalam loby kantor.
Budi pun kembali mengisi TTS nya. Tapi lift di selasar kembali bunyi. "Bodo amaat..!" Budi udah ga mau menghiraukan suara lift. Akhirnya setelah ditunggu sekian lama. Lift itu tidak berbunyi lagi. Budi menghela nafasnya, "Alkhamdu... lilaaah...!" Tapi tiba-tiba dia kaged, karena dari ujung lorong sebelah kiri loby. Ada seorang melintas di depan kantor. Berhubung seluruh kaca dan pintu loby ditempeli stiker Sunglass. Jadi Budi hanya bisa melihat kaki dan ujung kepala dari orang yang melintas itu, menuju ujung lorong sebelah kanan loby.
__ADS_1
Toilet ada dua, untuk pria dan wanita. Budi mengecheck pintu toilet wanita, "Kekunci!" batinnya. Dia lalu mengecheck pintu toilet pria. “Tidak kekunci!” Dengan perlahan Budi membuka pintu toilet pria untuk memastikan siapa yang didalam. “Halooo... apa ada orang?!" tanyanya.
Tidak ada jawaban. Lalu dengan sisa keberanian yang ada, dia masuk untuk memeriksa bilik-bilik WC ada 3 buah. Semuanya kosong! Budi segera bergegas keluar, tapi baru beberapa langkah. BRAK! Tendengar suara pintu bilik dibanting dan dibarengi suara flush air. Hiyaaaa.. Budi langsung lari keluar toilet. "Astaghfirullah... ya Alloh ya Robby...!” Selama lari menuju loby kantor dia nyebut-nyebut terus.
Sesampai di loby dia langsung menelepon posko Sakurity di lt 24. Guna meminta bantuan teman untuk menemaninya di lt 18. “Dah gak beres nih kalo kayak gini ceritanya!" Gumam doi yang mulai berkeringat dingin dan gemetaran.
__ADS_1
Selagi dia fokus ke pesawat telpon. Tiba-tiba ada ketukan di kaca pintu loby...
Sampai disini Budi tidak mau melanjutkan ceritanya. Gw tanya siapa yang ngetuk-ngetuk kaca loby. Si Budi hanya menjawab sambil bergidik, "Gw gak berani ngomong Jar, gw masih mau kerja disini.."