jangan baca sendirian

jangan baca sendirian
DIRASUKI DEDEMIT GUNUNG SALAK PART 1


__ADS_3

DIRASUKI DEDEMIT GUNUNG SALAK


Sebagai seorang pendaki,banyak kejadian mistik yang ku alami ketika aku mendaki gunung.tapi kisah yang kutulis ini adalah yang paling menyeramkan dalam riwayat pendakianku ke sejumlah gunung.peristiwa ini menyebabkan trauma selama satu tahun lebih.berikut kisahnya.


Seperti biasa,setiap tahun organisasi kami,mahasiswa pencinta alam,pada sebuah perguruan tinggi swasta di jakarta,selalu mengadakan diklat atau pelatihan untuk calon anggota baru.kali ini kegiatan tersebut di adakan di gunung salak,sukabumi.dari awal pemberangkatan menuju lokasi pertama,keadaan baik-baik saja.


Semua berjalan sesuai schedule yang telah di tetapkan panitia.kebetulan aku menjadi mentor pembimbing untuk satu group,yang terdiri dari keni,irfan dan dan agung.tugasku adalah mengawasi dan membimbing mereka selama dalam pendakian.sedangkan dua grup lagi,dipimpin oleh bayu dan hendi.jumlah peserta termasuk senior dan panitia tak kurang dari 20 orang.


Perjalanan menuju lokasi pendakian pertama ditempuh sekitar 20km.itu pun baru tahap pemanasan.para catas(istilah untuk calon anggota)harus berjalan sejauh 2km.dengan membawa beban carrier rata-rata 9-12kg per orang.selama dalam perjalanan,tampak sekali aku melihat para catas ini sangat kelelahan.apalagi keni yang kebetulan catas wanita satu-satunya.


Ketika perjalanan memasuki daerah hutan,terjadi sedikit kekacauan pada keni.tiba-tiba dia ketakutan sambil memegang tangan rekan sesama catas.


"Ada apa ken?",tanyaku,agak jengkel juga.

__ADS_1


"Liat kak ida!disana ada orang tinggi besar menghadang jalan kita",jawab keni.tanganya gemetar menunjuk kedepan.


Tapi aku dan yang lainya tidak melihat orang yang dimaksudnya.


"Mana ken?kamu jangan bercanda ya!ayo,kita jalan lagi!"perintahku.


"Tidak...tidak aku takut kak!",bantah keni setengah merengek".


Keni hampir meanngis.untunglah,karena dari bujukan beberapa teman catas dan semangat dari para senior,akhirnya dia mau melanjutkan perjalanan.untuk menuju titik pendakian pertama,jalan yang kami lalui sudah sedikit sulit,apalagi para senior cowok harus membuka jalur terlebih dahulu.ditambah lagi rute yang becek dan licin karena seringnya turun hujan.


Ketika hari menjelang sore,kami harus mencari lokasi peristirahatan.setelah mendapat lokasi yang cukup baik,kami mulai memasang tenda.ada yang sebagian membuat makan malam,dan tak lupa membuat perapian untuk menghangatkan badan dan penerangan.setelah rapi semuanya,para senior mengumpulkan catas untuk evaluasi dan pelaksanaan jadwal besok hari.


Waktu itu,jelas sekali kulihat wajah keni pucat dengan pandangan kosong.

__ADS_1


"Kamu kenapa ken?",tanyaku.tetapi keni diam saja.untuk kedua kalinya aku bertanya.


"Hey,ngapain kamu bengong saja,masuk gak tuh pelajaran?",bentak jawir,sebagai panitia pelaksana lapangan.keni tersentak kaget.


"I....ya kak",geragapnya.


Setelah evaluasi selesai,para catas di oersillhkan kemabali ke tendanya masing-masing.begitu juga dengan para senior,namun brlum sampai setengah jam kami beristirahat,tiba-tiba terdengar suara keni berteriak keras"tolong..!!!",sontak kami berhamburan keluar menghampiri tendanya.apa yang terjadi?kami melihat wajah keni berubah menyeramkan.


Matanya melotot keatas.ketika salah satu dari kami menanyakan keadaanya,tiba-tiba keni malah tertawa keras.namun,itu bukan suara tawanya yang asli.tawa itu seperti suara seorang lelaki.lebih aneh lagi,keni juga bisa tertawa dengan suara wanita cekikikan mirip mak lampir di sinetron.akhirnya kami sadar kalau keni kerasukan.


"Siapa kamu ini sebenarnya?",tanya jawir yang memang paling senior diantara kami.keni tertawa dan menyeringai(saya yang punya tempat ini)jawabnya dengan suara bariton yang berat mirip laki-laki.


bersambung ke part 2.

__ADS_1


__ADS_2