jangan baca sendirian

jangan baca sendirian
INDRA KE ENAM


__ADS_3

Min nama saya Taufik Akbar Wibowo saya ingin berbagi cerita, cerita ini sebenarnya dialami teman saya yang punya indra ke enam, kami begitu akrab jadi saya sering tanya- tanya sama dia tentang kelebihannya itu.

__ADS_1


Waktu itu saya tanya sama dia perihal pengalaman pertamanya ngeliat yang aneh - aneh gitu. Jadi dia bilang waktu itu pas dia kelas 4 SD dia ngedengar suara kuntilanak cekikikan gitu di depan rumah neneknya yang ada di kampung , terus dia penasaran dan ingin tahu juga , namanya juga anak kecil rasa ingin tahunya kan tinggi banget, terus dia bilang ke saya sosok kuntilanak itu duduk di atas batang pohon di depan rumah neneknya, wajahnya ngga kelihatan jelas karena ditutupin sama rambutnya yang panjang, terus kakinya digoyang- goyang gitu, pas saat itu juga neneknya datang terus nanyain kok "ngapain malam-malam masih di luar ?" teman saya nyeritain tentng hal itu sama neneknya, terus neneknya bilang kalau waktu neneknya masih muda tuh kunti dah ada dan jadi penunggu di situ, terus neneknya bilang mungkin tuh kunti ingin kenalan ma temen saya itu.

__ADS_1


Terus ini lagi cerita lainnya jadi waktu itu dia pergi ke sekolah cepat banget karena memang dia lagi piket kebersihan kelas, terus ketika dia sampai di sekolah, sekolahan jelas aja masih sepi terus dia ke toilet dulu kencing katanya , dan pas dia mau ke toilet ada sekelebat bayangan yang cepat banget lewatnya di depan dia , karena kaget di langsung aja mengurungkan niatnya ke toilet, dia milih langsung piket aja jadi kelas kami kan ada di lantai dua, terus dia menaiki anak tangga satu persatu dan terdengarlah suara "duk.. dakkk... dukk" bunyi suara sepatunya membelah kesunyian di pagi itu, hatinya yang diselimuti oleh ketakutan terus melangkah dan ketika dia sampai di depan lab. komputer tiba- tiba secara ajaib puluhan komputer yang ada di ruangan itu menyala semuanya kontan aja di kaget, kemudian dia memberanikan diri mengintip kedalam melalui jendela yang terbuka dan terlihatlah sesosok putih dengan bungkusannya yang khas ( pocong ) di pojok ruangan yang gelap dan sunyi sosok itu melihat ke arahnya dan kontan tubuhnya menggigil dan berkeringat karena ternyata sosok tersebut tidak memiliki wajah alias rata, dan kain kafan yang dikenakannya lusuh dan mengeluarkan bau yang membuat nya muntah seketika , dan seketika itu juga lewatlah penjaga sekolah kami dan seketika itu pula secara ajaib komputer2 tersebut mati dan dia tak lagi melihat sosok pocong tersebut. Kemudian dia menceritakn kejadian itu ke penjaga sekolah dan penjaga sekolah hanya tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2