jangan baca sendirian

jangan baca sendirian
POCOONG LAPER


__ADS_3

ni kisah nyata yang saya alami


sendiri di sebuah desa di


Kalimantan. Saya lupa tepatnya tahun berapa


kejadiannya, yang jelas masih sekitar tahun


90-an, soalnya saat itu saya masih SD (lupa


juga SD kelas berapa).


Cerita bahwa kampung kami sering dikunjungi


pocong pada waktu itu telah beredar luas di


masyarakat. Kabarnya pocong tersebut suka


masuk ke rumah2 warga untuk mencari


makanan (ternyata pocong bisa lapar juga).


Suasana kampung kami waktu itu sangat sepi,


masih dipenuhi pepohonan rindang dan semak


belukar, terutama rumahku yang jarak dengan


tetangga terdekat sejauh 60 meter.


Nah ceritanya pada suatu malam ada acara


kenduren di salah satu rumah warga. Ibu saya


pada waktu itu turut menghadiri acara


tersebut, dan pulang dengan membawa


makanan berupa daging dan nasi yang


jumlahnya pas untuk dimakan keluarga kami,


jadilah malam itu kami sekeluarga menikmati


makan bersama sampai ludes tak tersisa


(maklum waktu itu keluarga kami masih


sangat jarang makan daging). Pas di


perjalanan pulang tersebut, sebenarnya ibu


saya sudah merasa ada sesuatu yang


mengikuti, namun beliau belum


menceritakannya kepada kami.


Setelah agak malam (sekitar jam 10 malam


WITA), kami semua mulai beranjak tidur. Saya


yang pada waktu itu agak demam, tidur


bertiga dengan kedua orangtua saya di

__ADS_1


ranjang yang ada di dapur. Namun, karena


kondisi badan yang demam, saya agak


kesulitan untuk memejamkan mata. Kakak


saya yang laki2 tidur di kamarnya, sedangkan


kakak saya yang perempuan memilih rebahan


di depan TV.


Sekitar jam 11 malam, kakak saya yang


perempuan mulai merasa ngantuk, lalu


mematikan TV dan memasuki kamarnya.


Setelah menutup pintu, dia menyalakan kipas


angin karena memang udara yang agak panas


di malam itu. Tiba-tiba (menurut cerita kakak


saya) terdengar suara mendesis dari arah pitu


kamar yang tertutup, dan muncullah sosok


pocong (persis seperti yang kita lihat di TV)


menembus dari balik pintu, melompat 3 kali,


sehingga tepat berdiri diantara kakaku dan


dengan kerasnya (maklum perempuan). Aku


dan kedua orang tua yang belum terlelap


langsung kaget, mengira kakak teriak karena


mengigau, ayahku langsung lari menuju


kamar kakakku, dan pocong pun lenyap


seketika.


Pada saat itu aku gak tau apa yang terjadi,


karena bapakku gak balik ke tempat tidur


kami. Aku yang merasa kepanasan minta


dikipasin sama ibuku. Jadi ibuku dalam posisi


duduk di atas ranjang mengipasiku yang


rebah terlentang dengan kipas sate. Saat itu


ranjang kami ditutupi kelambu putih, dan


lampu menyala, jadi suasana di luar kelambu


masih bisa terlihat oleh ibuku yang sedang


duduk.

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar suara "bruk bruk


bruk" (suara tutup panci diangkat lalu ditutup


lagi dengan keras 3 kali) dari luar kelambu.


Ibuku langsung menoleh ke arah suara


tersebut, gak jauh dari ranjang kami memang


ada meja makan yang di atasnya ada panci


nasi yang sudah kosong. Setelah ibuku


menoleh ke arahku, suara itu terulang


kembali. Ibuku menoleh lagi kearah panci, lalu


berkata agak keras "Apa sih itu ribut2? Ni


anakku lagi sakit!" (dalam bahasa daerah


kami tentunya). Setelah itu ibuku menoleh ke


arahku lagi, dan suara itu pun langsung


terulang lagi. Ibuku kembali menoleh ke arah


panci, aku yang bingung dan gak bisa melihat


keluar kelambu pun bertanya "Apa sih itu


bu?". Ibu pun menjawab "Gak papa, tikus itu


kayaknya!" dengan nada seperti agak marah,


tapi aku tau pasti bukan aku yang dimarahi.


Setelah dibilang "tikus" suara tutup panci


sudah gak ada lagi. Aku pun yang masih


belum tau apa yang terjadi (karena


menganggap teriakan kakakku hanya igauan


dan yang buka tutup panci hanya tikus)


akhirnya tertidur lelap karena nikmatnya


kipasan ibuku.


Besok paginya, alhamdulillah badanku terasa


lebih baik. Dan akupun mendapat cerita dari


kakakku bahwa malam tadi dia ditemui


pocong dalam keadaan sadar, dan ibuku pun


cerita kalau tutup panci yang bunyi itu jelas


bukan karena tikus, karena tutup itu jelas


terangkat dan menutup sendiri.

__ADS_1


__ADS_2