
"Aku gak papa kok Nda," jawab Elena.
"Lo serius gak papa, terus kalau mereka gangguin lo lagi, apa lo bakalan terus diem kayak gini El," kata Amanda yang masih tidak terima atas apa yang anak buah Clara lakukan kepada Elena.
"Kalau aku bales mereka, pasti urusannya makin panjang Nda, gak akan ada habisnya," jelas Elena agar Amanda tidak mendesaknya lagi untuk membalas perbuatan Clara.
"Mending kita bahas yang lain aja, takutnya juga nanti Mama aku denger lagu obrolan kita, kan bisa jadi panjang masalahnya," pinta Elena.
Akhirnya Amanda dan Elena sudah tidak membahas masalah Clara lagi. Mereka pun asik ngobrol sampai menjelang sore, Amanda pun pamit untuk pulang.
Setelah kepergian Amanda, Elena turun ke bawah untuk nonton tv sambil ngemil. Di saat lagi asik nonton ponsel Elena berbunyi tanda ada panggilan masuk. Elena pun mengambil ponselnya dan melihat siapa yang melakukan panggilan.
"Ini siapa yang nelpon?, Cuma ada nomor nya, apa aku gak usah angkat aja, tapi kalau penting gimana?" akhirnya Elena memutuskan untuk mengangkat panggilan tersebut.
'Halo, ini siapa ya?' ucap Elena setelah mengangkat telepon tersebut.
'Gue Vano, El.' Ternyata yang menelponnya adalah Vano.
'Ada apa ya Kak?' tanya Elena.
'Lo gak lupa sama apa yang udah gue bilang tadi waktu di sekolah kan?' ucap Vano dari sebrang sana.
'Iya gue inget kok Kak, emang Kakak udah tau mau minta bayaran apa?' tanya Elena.
'Udah, aku minta kamu buat temuin aku di tempat yang udah aku Sherlock,' pinta Vano.
Vano pun memutuskan panggilan nya secara sepihak tanpa basa basi. Elena hanya bisa menahan amarahnya karena sikap Vano.
"Sabar Elena, sabar." Kata Elena bermonolog.
Elena pun pergi ke tempat yang sudah di kirimkan oleh Vano, tapi sebelum pergi Elena ijin terlebih dahulu sama Mamanya. Elena pergi di antar oleh Kang Asep sesuai syarat dari Mamanya kalau Elena mau di izinin keluar. Jadi mau tidak mau Elena harus berangkat bersama Kang Asep.
Saat mau sampai di tempat tujuan, Elena menyuruh Kang Asep untuk berhenti.
"Berhenti disini aja Pak," kata Elena.
"Bukannya tempat yang Non Elena tuju masih depan, kok kita berhenti disini Non?" tanya Kang Asep saat disuruh berhenti.
"Udah disini aja Pak, lagian aku juga mau ketemu sama teman sekolah aku, jadi jangan sampai teman aku tau kalau aku di antar sama sopir," jelas Elena.
__ADS_1
"Baik Non, bapak mengerti," jawab Kang Asep.
Elena pun turun dari mobil, dan langsung berjalan ke tempat yang sudah Vano tentukan. Tak butuh waktu yang lama untuk Elena sampai ketempat tersebut, Tempat yang di maksud adalah sebuah Taman yang tidak terlalu besar dan juga sepi pengunjung. Elena menulusuri Taman itu hingga dia melihat Vano yang sedang duduk di salah datu bangku panjang.
"Maaf Kak, baru sampai," kata Elena yang sudah berdiri di depan Vano.
"Duduk," pinta Vano.
Elena pun duduk di bangku samping Vano.
"Kok kamu datangnya lumayan lama, bukannya tempat ini dekat sama panti ya?" tanya Vano, Vano masih belum tau kalau Elena itu bukan Anak Panti.
"Maksudnya Kak?" tanya Elena balik.
"Tempat ini dekat sama Panti Asuhan tempat kamu tinggal kan?, terus kenapa kamu datangnya lama," kata Vano mengulangi perkataannya. Elena akhirnya paham kalau Vano menganggap nya tinggal di Panti.
"Bisa-bisanya ni orang ngira gue tinggal di panti, pantesan dia gak minta bayaran uang, karena dia ngira gue anak Panti," pikir Elena.
"Deket kok Kak, cuma tadi ada urusan sebentar jadi sampainya lumayan lama," kata Elena berbohong kepada Vano.
"Kakak suruh aku datang kesini karena mau minta bayaran kan?, memangnya Kakak mau dibayarin dengan cara apa selain pakai uang," tanya Elena.
"Mending gue iyain aja biar urusannya cepat selesai, males juga kalau berurusan sama dia terlalu lama," pikir Elena.
"Oke Kak gue setuju," kata Elena menyetujui permintaan Vano.
"Dan satu lagi, panggil gue sesuai nama aja, jangan panggil gue Kak," titah Vano.
"Iya," jawab Elena singkat.
"Sekarang lo ikut gue buat jalan-jalan di taman ini," ucap Vano dan langsung berdiri.
Elena juga ikut berdiri dan mengikuti Vano yang sudah berjalan duluan.
Karena ukuran Taman taman yang tidak terlalu luas, jadi spot buat di jelajahi lumayan sedikit. Sepanjang perjalanan mereka mengelilingi taman tersebut Vano selalu berada di depan tanpa memperdulikan Elena di belakangnya. Elena yang mengikuti Vano dari belakang hanya bisa pasrah saja sambil sesekali mengatai Vano.
"Ini cowok maksudnya apa coba, ini mah bukan jalan-jalan namanya," batin Elena.
Setelah cukup lama mengelilingi taman Vano dan Elena pun istirahat dan duduk di salah satu bangku di taman tersebut.
__ADS_1
"Tunggu disini sebentar," kata Vano dan langsung berlalu dari tempat itu meninggalkan Elena.
Tak berselang lama Vano pun kembali dengan membawa dua botol air di tangannya.
"Nih minum dulu," kata Vano sambil memberikan botol minuman tersebut ke Elena.
"Terimakasih," ucap Elena setelah menerima botol minuman tersebut.
"Lo udah lama tinggal di Panti," tanya Vano setelah duduk.
"Iya, gue udah lama tinggal dipanti," jawab Elena yang masih berbohong, karena Vano yang terlanjur salah paham karena mengira Elena tinggal di panti.
"Ini gue temenin lo sampai jam berapa ya?" tanya Elena mengalihkan pembicaraan.
"Ini udah selesai kok," jawab Vano.
"Ayo gue anterin pulang," ucap Vano selanjutnya dan beranjak dari tempatnya.
"Kamu gak perlu anterin aku pulang, aku bisa pulang sendiri," kata Elena.
"Ini udah mau malam, mending lo sekarang nurut aja," kata Vano yang tidak mau di bantah.
Elena pun hanya bisa pasrah di anterin sama Vano.
Kini Vano dan Elena sudah berada di atas motor menuju Panti, tak butuh waktu yang cukup lama untuk sampai ke Panti karena jaraknya yang lumayan dekat. Setelah sampai Elena pun turun.
"Terimakasih, karena udah nganterin aku pulang," ucap Elena setelah turun.
"Iya sama- sama, kalau begitu aku langsung pulang juga," kata Vano.
"Iya hati-hati jalan," ucap Elena.
Vano pun berlalu dari tempat itu. Setelah kepergian Vano, Elena segera menelepon Kang Asep untuk menjemputnya di panti. Begitu Kang Asep datang Elena langsung masuk ke mobil, Elena tidak mampir ke Panti terlebih dahulu karena sudah mau menjelang malam.
"Ayo Pak jalan," surun Elena setelah masuk kedalam mobil.
"Kok Non bisa ada di panti, bukannya tadi mau ketemu sama teman Non di taman ya?" tanya Kang Asep.
"Ceritanya panjang Pak, inget Pak jangang kasih tau Mama aku pergi kemana hari ini, soalnya tadi aku bilang ke Mama cuma mau ketemu sama teman aja," kata Elena memperingati Kang Asep.
__ADS_1
"Iya Non." Kata kang asep patuh.