Jendela Sekolah

Jendela Sekolah
Nongkrong Bareng


__ADS_3

Setelah sampai di meja tempat Vano makan, Clara langsung duduk begitu aja di kursi yang sebelumnya di tempati oleh Amanda.


"Gue boleh gabung kan?" ucap Clara setelah duduk.


"Tapi sayangnya gak ada kursi yang kosong," kata Azka menatap tak suka ke arah Clara.


"Terus ini, gue kan lagi duduk sekarang," ucap Clara dengan santai.


Vano yang mendengarnya pun hanya tersenyum sambil melihat ke arah Clara, lalu berkata,"Kursi yang lo tempati sekarang udah ada yang punya, tuh orangnya datang." Tunjuk Vano ke arah Amanda yang baru datang setelah memesan makanan. Clara pun melihat ke arah yang Vano maksud, seketika ekspresi Clara berubah menjadi kesal.


"Sial," batin Clara.


Clara pun dengan kesal bangun dari kursi tempat ia duduk sekarang, Amanda pun dengan santainya duduk menggantikan Clara setelah berdiri. Clara pun langsung keluar dari kantin, apalagi semua orang melihat ke arahnya yang di usir oleh Vano secara halus. Setelah kepergian Clara, Vano sedikit melirik ke arah Elena yang sepertinya, khawatir soal Clara.


"Lo tenang aja El, kalau Clara macem-macem sama lo, lo tinggal bilang aja sama kita," ucap Vano ke pada Elena.


"Yoi, Walaupun gak menutup kemungkinan kalau Clara akan bikin masalah sama kamu, tapi sekarang lo udah kita anggap teman kita juga, jadi lo gak usah khawatir," kata Alvaro menambahkan.


"Terimakasih Kak, Kakak udah mau jadi teman Elena dan Amanda," ucap Elena, walaupun ada rasa kurang nyaman, karena Elena belum terlalu mengenal Vano dan teman-temannya, bahkan Elena masih belum tau alasan Vano mau menjadi temannya.


Tak berselang lama, makanan yang tadi Amanda pesan pun sudah datang, Elena dan Amanda pun menyantap makanan tersebut sebelum Bel masuk berbunyi.


Sementara di lain tempat, terlihat Clara begitu kesal karena telah di permalukan oleh Vano dan teman-temannya.


"Gue gak bisa terima, si cewek miskin itu dengan gampangnya dekat dengan Vano, padahal gue udah berjuang susah payah selama bertahun-tahun buat bisa dekat sama Vano, terus dia dengan mudahnya dekat dengan Vano begitu aja," kata Clara yang tidak terima kalau Elena bisa dekat dengan Vano dengan mudah.


"Lo harus buat dia menyesal, karena udah berani bersaing sama lo Ra," kata Vania mengompori Clara.


"Lo benar Van, gue harus bertindak sebelum si cewek miskin itu bisa membuat Vano berpaling." Clara berkata dengan di kuasi amarah.


Clara dan Amanda baru saja selesai makan, berbarengan dengan itu Vano dan teman-temannya juga sudah selesai.

__ADS_1


"Lo berdua, ntar sore ada kegiatan gak?" tanya Vano pada Elena dan Amanda.


"Kalau gue sih free, gak tau kalau Elena," jawab Amanda.


"Gue juga gak ada kegiatan sih, emangnya kenapa?" jawab Elena, sekaligus nanya balik ke pada Vano.


"Rencananya sih gue mau ngajak lo berdua buat nongkrong bareng kita," ucap Vano, Alvaro dan Azka juga mengangguk setuju.


"Gimana?, kalian bisa ikut kan," kata Vano yang berharap Elena untuk ikut.


"Gue mau ikut kalau Elena juga ikut," kata Amanda.


"Iya deh gue ikut," ucap Elena yang melihat Amanda begitu antusias untuk ikut. Vano juga ikut senang ketika Elena mau ikut.


"Kalau gitu nanti gue Sherlock tempatnya," ucap Vano. Pada akhirnya mereka pun keluar dari kantin tersebut untuk kembali ke kelas. Sebelum pergi ke kelas Elena dan Amanda pergi ke toilet terlebih dahulu.


"Gue masih gak nyangka, kalau cowok sekeren Vano yang memiliki banyak penggemar di sekolah ini, ngajak kita buat nongkrong bareng," ucap Amanda di sela-sela mereka mencuci tangan.


"Lo mah gitu, mana pernah peduli sama hal-hal yang begitu, makanya jadi orang jangan cuma sibuk sama buku terus," kata Amanda yang mengatai Elena.


"Emang gue kayak lo, yang gak suka belajar," kata Elena yang mengatai Amanda balik. Setelah selesai mencuci tangan Elena dan Amanda pun kembali ke kelas. Namun ada yang Elena dan Amanda tidak tau, kalau ternyata obrolan mereka barusan di dengar oleh Naomi yang berada di dalam bilik toilet.


"Gue harus kasih tau Clara, soal mereka yang mau nongkrong nanti sore," gumam Naomi setelah kepergian Elena dan Amanda.


Menjelang sore, Amanda sudah datang di rumah Elena buat berangkat ke tempat tongkrongan. Kini Amanda sedang berada di kamar Elena.


"Vano udah kirim lokasinya kan El?" tanya Amanda.


"Belum," jawab Elena. Tak berselang lama setelah Elena berucap, pesan dari yang mengirim lokasi sudah datang di ponselnya Elena.


"Ini udah di kirim," ucap Elena.

__ADS_1


"Ya udah kalau gitu kita berangkat sekarang," kata Amanda. Setelah Elena siap-siap mereka pun berangkat. Tak butuh waktu yang lumayan lama, Elena dan Amanda pun sudah sampai di tempat yang Vano kirim, yaitu warung Bang Kemal. Setelah turun dari mobil Elena dan Amanda berjalan ke arah Warung Bang Kemal, yang disana sudah ada Vano, Azka dan Alvaro dan beberapa anggota One Blood yang lain.


"Akhirnya kalian datang juga," kata Alvaro menyambut kedatangan Elena dan Amanda.


"Oh ya guys, kenalin ini teman kita sekolah, dan mulai sekarang mereka juga akan jadi kita semua," ucap Vano kepada anggota One Blood yang ada disana. Elena dan Amanda pun memperkenalkan dirinya, setelahnya ikut bergabung dengan mereka. Bang Kemal juga datang untuk menyambut kedatangan Elena dan Amanda.


"Mbak-mbaknya pada mau minum apa?, biar Bang Kemal buatin, khusus buat Mbak, Bang Kemal kasih gratis," ucap Bang Kemal ramah.


"Giliran liatin yang cantik, Bang Kemal langsung kasih gratis," ucap salah satu Anggota One Blood.


"Iya, kita mana pernah di kasih gratis," sahut yang lain.


"Kalau kalian harus bayar, tapi ini khusus buat Mbaknya, karena baru pertama kali datang ke Warung Bang Kemal," ucap Bang Kemal membela diri.


"Ya udah kalau gitu, aku pesan minumannya satu Bang," kata Elena memotong perdebatan kecil mereka.


"Kalau Mbak, yang satunya mau pesan apa?" tanya Bang Kemal pada Amanda.


"Samain aja Bang," jawab Amanda.


Bang Kemal pun kembali ke tempatnya untuk membuat minuman yang sudah di pesan oleh Elena dan Amanda sebelumnya. Anggota One Blood yang ada di warung tersebut pun pamit untuk pulang, sehingga sekarang hanya menyisakan Elena, Amanda, Vano, Alvaro dan Azka. disela-sela itu mereka ngobrol santai.


"Kalian udah sering nongkrong disini ya?" tanya Amanda.


"Lumayan lama, kita nongkrong disini semenjak kita masih kelas 2, awalnya kita kenal Bang Kemal juga karena kita gak sengaja liat Bang Kemal lagi di gangguin sama beberapa Preman, karena Bang Kemal terjerat utang sama mereka," kata Vano menceritakan awal mula mereka bisa nongkrong di warung Bang Kemal.


"Mas Vano sama teman-temannya juga udah banyak bantuin Bang Kemal, bahkan Mas Vano juga yang udah kasih Bang Kemal dana buat terusin ini warung," kata Bang Kemal yang datang membawa minuman yang sudah jadi.


"Ini pesanannya udah jadi Mbak."


"Makasih Bang," ucap Elena.

__ADS_1


__ADS_2