Jendela Sekolah

Jendela Sekolah
Ziarah ke Makam Aditya


__ADS_3

Setelah kepergian Clara dan Vania, Amanda kembali duduk, begitu juga dengan Elena. Amanda masih berusaha mengontrol amarahnya.


"Gue gak habis pikir sama tu orang, bisa-bisanya dia nuduh orang kita yang ngelaporin Naomi, kalau gue gedek sama kelakuan Naomi kemarin, tapi gue gak sejahat itu juga," ucap Amanda sambil berusaha meredakan emosinya.


"Mending lo tenangin diri dulu, atau mau pesan makanan lagi?" ucap Elena agar Amanda tidak tambah emosi dan ngomel-ngomel gak jelas.


"Gue udah gak mod buat makan, mending sekarang kita balik ke kelas." Amanda pun berdiri dan melangkahkan kakinya menuju ke kelas, dan di ikuti juga oleh Elena. Saat mereka sedang menuju ke kelas, di koridor sekolah mereka bertemu dengan Vano dan gengnya.


"Muka lo kenapa di tekuk gitu Nda?" tanya Azka.


"Tadi Clara datang ke meja saat makan di kantin, terus Clara kalau kita yang udah laporin Naomi ke Guru BK," jelas Elena. Seketika Vano dan yang lainnya saling pandang dan menjadi tegang.


"Kalian kok jadi tegang dan kaku gitu, emang kalian tau siapa yang udah laporin Naomi?, jangan bilang kalau kalian yang udah laporin Naomi," tanya Amanda penuh curiga terhadap Vano dan teman-temannya.


"Bukan kita kok," jawab Alvaro singkat supaya Amanda dan Elena tidak tambah curiga


"Kalau gitu kita balik ke kelas dulu," kata Vano, dan mereka langsung meninggalkan Elena dan Amanda, mereka takut ketahuan, kalau sebenarnya mereka yang udah laporin Naomi ke Guru BK.


"Mereka kenapa jadi aneh begitu," kata Amanda heran melihat tingkah Vano dan teman-temannya.


"Gue juga kurang tau, mending sekarang kita ke kelas sebelum bel bunyi, ngapain juga kita ngurusin mereka," kata Elena tanpa curiga sedikit pun. Elena juga belum terlalu dekat dengan Vano dan teman-temannya. Jadi Elena tidak tau, Vano orangnya seperti apa, sehingga Elena tidak bisa mengambil kesimpulan begitu aja.


Kini Elena dan Amanda sedang berada di dalam mobil yang akan membawa mereka untuk pulang.


"Sore ini lo ada kegiatan gak?" tanya Elena.


"Rencananya sih mau ziarah ke makam Papa, soalnya hari ini nyokap gue pulang dari kantor lebih awal, jadi rencananya gue sama nyokap mau ziarah ke makam Papa," kata Amanda tanpa melihat ke arah Elena karena fokus nyetir.


Pak Aditya adalah Papanya Amanda, Pak Aditya meninggal 2 tahun yang lalu, karena kecelakaan saat pulang dari kantor, dari hasil penyelidikan, Pak Aditya meninggal karena rem mobilnya blong, namun sampai kasus atas meninggalnya Pak Aditya di tutup oleh pihak kepolisian, belum ada keterangan yang pasti soalnya keterangan yang menyebabkan Pak Aditya kecelakaan.


"Padahal gue mau ajak lo ke rumah Tante Diana, teman Mama gue waktu sekolah dulu," ujar Elena tak bersemangat karena Amanda tak bisa menemaninya.


"Gimana kalau sore ini lo ikut gue ke makam Papa gue, nah terus besok pagi baru kita ke rumah teman Mama kamu itu, besok kan kita libur sekolah karena hari Minggu," kata Amanda memberikan solusi.


"Gue baru ingat kalau besok hari Minggu, berarti kalau gitu sore ini gue ikut lo ziarah ke makan Om Aditya, terus besok pagi kita kerumah Tante Diana, sesuai rencana lo," kata Elena yang kembali bersemangat. Hingga tak terasa mereka sudah sampai di depan rumah Elena.

__ADS_1


"Tumben lo nganter gue sampai depan rumah," kata Elena saat menyadari Amanda mengantarnya sampai depan Rumah.


"Sekali-kali bolehlah, biar lo juga gak capek jalan kaki," jawab Amanda, padahal jarak antara rumahnya dengan rumah Elena sangat dekat.


"Terserah lo deh Nda."


"Oh ya, nanti gue coba ajak Mama buat ikut ke makan bokap lo, siapa tau Mama bisa ikut," ucap Elena sebelum turun.


"Oke El, gue tunggu lo di rumah ya."


Selepas perbincangan mereka, Elena pun turun dari mobil Amanda, dan langsung masuk kedalam rumahnya, begitupun dengan Amanda yang langsung meninggalkan rumah Elena.


"Assalamualaikum Ma," salam Elena.


"Waalaikummusalam, kamu udah pulang sayang," jawab Sarah yang sedang duduk di ruang tamu sambil nonton tv.


"Mama hari ini ada kesibukan gak?" tanya Elena langsung.


"Gak sih Nak, emangnya kenapa?" tanya Sarah balik.


"Aku mau ajak Mama, ikut ke makam Om Aditya buat ziarah, sama keluarga Amanda juga," kata Elena.


"Kata Amanda, Tante Rosa hari ini pulangnya lebih, makanya mereka mau ziarah ke makam Om Aditya," jawab Elena.


"Iya udah deh Mama ikut, di rumah juga Mama gak ada kerjaan, apalagi setelah Bi Imah udah balik dari kampung," ucap Sarah yang menyetujui untuk ikut.


"Kalau gitu Elena kekamar dulu ya Ma, sekalian mau telpon Tante Diana kalau besok aku mau main kerumahnya," ijin Elena.


Elena pun pergi menuju kamarnya, setelah sampai di kamar Elena menganti seragam sekolah nya dengan pakaian biasa, setelahnya ia mengambil ponselnya untuk menghubungi Tante Diana.


'Halo Tante,' sapa Elena ramah


'Halo juga El.'


'Jadi gini Tan, besok pagi rencananya El sama teman El mau main kerumah Tante, kira-kira boleh gak ya?' ucap Elena.

__ADS_1


'Boleh dong El, malahan Tante senang kalau kamu main kerumah Tante,' kata Diana dari sebrang sana yang terdengar senang saat mengetahui kalau Elena akan main kerumahnya, karena dari dulu Diana sangat ingin memiliki anak seorang cewek, tapi sampai sekarang belum dikaruniai, sehingga begitu mengenal El ia langsung jatuh hati kepada Elena. apalagi saat mengetahui kalau Elena anak dari teman lamanya.


'Cuma mau kasih tau itu aja sih Tan,'


'Kalau gitu El tutup telponnya dulu ya Tan.'


Panggilan mereka pun berakhir, tepat saat itu juga Vano pulang. Dan ia sempat mendengar saat Mamanya sedang telponan.


"Lagi telponan sama siapa Ma?" tanya Vano sedikit penasaran.


"Ini Mama habis telponan sama Anak teman Mama, katanya dia mau main kesini besok pagi," jawab Diana dengan jujur.


"Cewek apa Cowok?"


"Anaknya Cewek, orangnya juga cantik Van." kata Diana memuji Elena.


"Oh."


Jawab Vano singkat, dan Vano pun pergi ke kamarnya, karena habis pulang dari sekolah, bagi Vano sekolah sangat melelahkan dan membosankan. Tapi semenjak melihat El, Vano sedikit bersemangat untuk pergi ke sekolah walaupun harus di bangunin sama suara emas dari Mamanya.


Waktu sudah mau menjelang Sore, itu artinya Elena dan Mamanya akan pergi ke makam Aditya bersama Rosa dan Elena.


"Mama sudah siap?" tanya Elena begitu turun dari kamarnya.


"El gak liat, ini Mama pakaian udah serba hitam gini, itu artinya Mama udah siap," kata Sarah sambil memperlihatkan pakaiannya kepada Elena.


"Mending sekarang kita langsung ke rumah Tante Rosa, takutnya nanti dia udah nunggu lama," ucap Sarah.


Kini Elena dan Mamanya pun pergi ke rumah Amanda, dengan cara jalan kaki tidak memakai mobil, karena jarak rumah mereka sangat dekat, cuma berjarak tiga rumah dari rumah tetangga.


Setelah mereka sampai di rumah Amanda, Elena pun memencet bel rumah. Selang beberapa detik pintu rumah Amanda pun terbuka dan menampilkan Rosa di sana.


"Kalian udah siap?" tanya Rosa.


"Iya Ros, kamu juga udah siap kan, gimana kalau kita langsung berangkat sekarang aja biar nanti kita gak kemalaman saat pulang," kata Sarah memberikan saran kepada Rosa.

__ADS_1


"Iya Sar, tapi sebelumnya aku mau bilang makasih udah mau repot buat ikut ziarah ke makam Papanya Amanda," kata Rosa yang merasa tidak enak hati dengan Sarah, apalagi selama ini keluarga Sarah sangat banyak membantu keluarganya, bahkan keluarga Sanjaya mempercayakan Rosa untuk mengelola salah satu cabang perusahaan dari Sanjaya Grup.


"Gak usah merasa gak enakan gitu Ros, Amanda juga udah aku anggap seperti anak aku sendiri, jadi jangan merasa gak enakan, mending sekarang kita berangkat biar mempersingkat waktu." Selepas Sarah berkata, Amanda juga sudah muncul dari belakang Rosa dan sudah siap untuk pergi ke Makam Ayahnya.


__ADS_2