Jendela Sekolah

Jendela Sekolah
Perhatian Seorang Ayah


__ADS_3

Begitu Amanda datang Elena langsung memeluk Amanda dengan nafas tersengkal-sengkal, yang menandakan Elena sedang ketakutan.


"Kamu kenapa El, coba tenangin diri kamu dulu"


"Tarik nafas pelan-pelan keluarin pelan-pelan" Amanda terus menenangkan Elena sebisa mungkin karena Amanda belum tau penyebab Elena seperti itu


Begitu dirasa Elena sudah tenang, baru Amanda menanyakan apa yang membuat Elena seperti itu


"Lo kenapa El, seperti orang ketakutan begitu?" tanya Amanda dengan nada yang pelan,


Tapi seperti nya Elena belum mau cerita penyebab dia seperti itu


"Gak papa kalau kamu masih belum bisa cerita El, yang terpenting sekarang lo tenangin diri lo dulu" ucap Amanda


Amanda pun keluar dari kamar Elena untuk mengambil air, begitu Amanda kembali setelah mengambil air minum baru lah Elena mau bercerita


"Tadi waktu aku bermain sama anak-anak panti, Kakak kelas kita datang ke panti terus dia tiba-tiba bilang kalau dia ngerasa udah kenal lama sama aku, padahal aku udah bilang kalau kita baru kenal, tapi dia kekeh kalau dia pernah kenal lama sama aku, dia bahkan pegang pundak aku dan wajahnya sangat memaksa aku untuk mengenalinya" ucap Elena yang masih ketakutan mengingat kejadian tadi sore di panti.


"Lo tau nama cowok itu?" tanya Amanda


"Dia bilang namanya Vano"


"Kamu ingat gak waktu pertama kali kita masuk sekolah terus ada tiga cowok yang di bawa sama Pak Soleh, yang katanya mau bolos, terus ada cowok yang di tengah tinggi putih, itu orangnya" jawab Elena


Amanda berusaha mengingat-ingat perkataan Elena sampai akhirnya dia ingat dengan cowok yang di maksud Elena


"Aku tau El, cowok yang ganteng itu kan" kata Amanda antusias


"Ganteng dari mana, orang nyeremin begitu" kata Elena yang sebal terhadap Vano karena telah membuatnya ketakutan.


"Emang ada ya, orang ganteng nyeremin"


"Itu buktinya" ucap Elena ketus


"Sekarang bilangnya nyeremin nanti kalau kamu jatuh cinta sama tu cowok baru tau rasa kamu" ucap Amanda mewanti-wanti Elena


"Sampai kapanpun itu gak akan terjadi" kata Elena dengan yakin.


Sementara itu Sarah yang sudah sampai di Panti Asuhan segera menemui Bu Indah selaku pengurus Panti.


"Assalamualaikum" ucap Sarah sambil mengetuk pintu

__ADS_1


"Waalaikummussalam" jawab Bu Indah sambil bergegas membuka pintu


"Loh ada Bu Sarah, mari masuk Bu" ajak Bu Indah yang merasa senang dengan kehadiran Sarah,


"Saya kesini gak lama kok Bu Indah, cuma ada yang pingin saya tanyakan terkait dengan anak saya yaitu Elena"


"Tapi sepulang dari sini Elena seperti orang ketakutan bahkan dia tidak menyapa saya saat pulang kerumah, kira-kira Bu Indah tau gak penyebab Elena seperti itu" tanya Sarah langsung


Bu Indah yang mendapat pertanyaan seperti itu dari Sarah, ia bingung mau jawab apa pasalnya ia tidak tau menau terkait dengan apa yang di alami oleh Elena.


"Maaf sebelumnya Bu Sarah, memang benar tadi sore Non Elena datang kemari untuk menjenguk Siska tapi setelah menjenguk Siska, Non Elena izin untuk bermain sama anak-anak panti yang lain" jelas Bu Indah


"Kalau begitu kita tanya saja sama anak-anak panti yang main sama Elena tadi sore mungkin mereka tau penyebab Elena menjadi seperti itu" ucap Sarah.


Sarah dan Bu Indah pun akhirnya memutuskan untuk menemui anak panti yang tadi sore bermain dengan Elena, sesampainya di kamar anak-anak panti Bu Indah pun bertanya siapa yang bermain dengan Non Elena tadi Sore.


"Anak-anak siapa tadi sore yang bermain dengan Kak Elena" tanya Bu Indah dengan sopan


"Saya"


"Saya"


Suara anak panti serempak bilang kalau dia pernah bermain dengan Elena, Bu Indah pun memutuskan untuk memanggil salah satu anak Panti untuk untuk di tanyai lebih lanjut.


"Benar tadi sore kamu main Kak Elena Di?" tanya Bu Indah ke Andi


"Iya benar Bu, tadi sore aku main sama Kak Elena" jawab Andi jujur


"Terus ada kejadian yang aneh gak, yang kamu liat sama Kak Elena?" tanya Bu Indah dengan suara yang pelan, biar Andi tidak merasa sedang di introgasi


Sedangkan Sarah hanya melihat perbincangan mereka, dan harap-harap cemas apakah ada jawaban yang ia inginkan dari Andi


"Gak ada yang aneh sih Bu, cuman tadi ada Kakak ganteng yang datang pakai motor terus dia ngobrol sama Kak Elena sambil pegang pundak Elena gitu" jawab Andi dengan polos


Mendengar jawaban Andi, Sarah pun ikut perbicara karena penasaran cowok yang menemui anaknya itu


"Apa kamu sering liat itu cowok datang kesini?" tanya Sarah


"Baru pertama kali sih Bu" jawab Andi


"Terus orangnya kayak gimana? bisa jelasin ciri-cirinya gak" pinta Sarah pada Andi

__ADS_1


"Orannya tinggi terus putih, pakai motor keren, orangnya juga ganteng Bu" jawab Andi yang Sarah bertanya-tanya sekaligus bingung


"Kalau orangnya ganteng seperti anak ini bilang, terus kenapa Elena tadi seperti orang ketakutan gitu" pikir Sarah


Sarah pun akhirnya memutuskan untuk pulang dan menanyakan langsung kepada anaknya tentang apa yang terjadi sebenarnya.


Sesampainya di rumah ia melihat Elena dan Amanda baru turun dari kamar Elena, Sarah pun dibuat tambah bingung karena sepertinya tidak terjadi sesuatu terhadap Elena, karena Elena sudah seperti biasanya.


"Mama habis dari mana?" tanya Elena saat melihat mamanya


"Mama tadi ada urusan sebentar di luar" jawab Sarah berbohong


Padahal tadi niatnya Sarah ingin bertanya ke Elena tentang siapa cowok yang menemuinya di panti asuhan namun ia urungkan.


"Kalau gitu aku pulang dulu ya El,Tan" ijin Amanda


"Iya Nda"


"Assalamualaikum"


"Waalaikummusalam" jawab Elena dan Sarah serempak.


Keesokan paginya Elena sudah berada di meja makan bersama dengan kedua orang tuanya.


"Gimana sekolahnya El, apa ada masalah" tanya Sanjaya yaitu Papanya Elena


"Semuanya baik kok Pa"


"Kalau ada masalah bilang sama Papa biar Papa langsung selesain masalahnya" kata Sanjaya penuh perhatian ke pada Elena anak semata wayangnya.


"Aku udah SMA Pa, aku udah bisa selesain masalah aku sendiri" ucap Elena merasa sudah dewasa.


"Bagi Papa kamu masih anak kecil El" kata Sanjaya yang sebagai mana orang tua lain katakan


"Iya udah deh terserah Papa"


"Aku berangkat Sekolah dulu ya Ma,Pa" ucap Elena pamit


"Jangan lupa kasih tau Papa kalau ada masalah"


Bukan tanpa sebab Sanjaya ngomong seperti itu, semalam Sarah sudah menceritakan apa yang terjadi dengan Elena kemarin sore sehabis pulang dari Panti Asuhan

__ADS_1


"Iya Pa"


Elena pun berangkat sekolah berasa Amanda seperti biasanya, begitu sampai di sekolah Elena dan Amanda turun dari mobil, namun berbarengan dengan itu Vano dan gengnya juga baru datang sehingga kini Vano dan Elena bertemu kembali.


__ADS_2