Jendela Sekolah

Jendela Sekolah
Kebaikan Diana


__ADS_3

Begitu Amanda masuk ke dalam Cafe, ia memperhatikan sekeliling untuk mencari keberadaan Azka, karena pengunjung yang tidak terlalu rame, Amanda dengan cepat menemukan keberadaan Azka. Azka sedang duduk di bagian pojok Cafe.


"Maaf udah bikin Kakak nunggu lama," ucap Amanda begitu tiba di depan Azka.


"Gak papa, lagian aku juga baru sampai," ucap Azka santai.


Tak berselang lama setelah Amanda duduk, pelayan Cafe pun datang ke meja mereka.


"Selamat sore, Mas sama Mbaknya mau pesan apa?" tanya pelayan itu ramah kepada Azka dan Amanda.


"Gue pesan steak nya satu, terus minumnya jus jeruk aja, terus kamu, mau pesan apa Nda?" tanya Azka.


"Samain aja," jawab Amanda.


"Kalau gitu, steak sama jus jeruknya dua ya Mbak," ucap Azka.


"Di tunggu pesanan nya ya Mas, Mbak."


Setelah pelayan itu pergi Azka dan Amanda pun berbincang sambil menunggu pesanannya.


"Ini beneran gak papa kan kalau gue ajak keluar?" kata Azka membuka pembicaraan.


"Santai aja kali Kak, lagian gue juga lagi gak ada kerjaan," jawab Amanda.


"Emang lo gak ada tugas sekolah?" tanya Azka lagi.


"Lagi gak ada sih, makanya gue juga bingung mau ngelakuin apa di rumah," jawab Amanda jujur.


"Oh ya Kak, kalau Amanda boleh tau, ada keperluan apa ya?, Kakak ngajak aku keluar," tanya Amanda yang penasaran alasan Azka mengajaknya makan di luar.


"Buat nambah temen aja, lo gak keberatan kan kalau kita jadi teman?" tanya Azka pada Amanda.


"Gue gak keberatan kok Kak, lagian selama ini gue cuma berteman sama Elena aja," jawab Amanda.


"Ngomong-ngomong soal Elena, lo udah temenan sama Elena?" tanya Azka menyelidik.


"Udah lama banget Kak, aku sama Elena udah berteman dari kecil. saat Elena pindah bersama keluarga ke dekat rumahku, dari situlah kita mulai berteman sampai sekarang, bahkan keluarga Elena sudah menganggap aku seperti keluarga nya sendiri sakit lamanya aku berteman sama Elena," jawab Amanda jujur tanpa curiga sedikit pun tehadap Azka.

__ADS_1


Sementara itu Elena sudah siap-siap untuk menemani Mamanya pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhan bulanan di rumahnya. Mama Sarah harus pergi ke supermarket sendiri karena Art di rumahnya sedang pulang kampung, jadi untuk sementara waktu Sarah harus masak sendiri.


"Ayo Ma, Elena sudah siap buat temenin Mama," kata Elena setelah menuruni tangga kamarnya.


"Kamu masih gak mau pakai make up El, kalau mau nanti sekalian kita beli, nanti Mama yang bantu pilihin," tanya Sarah yang masih melihat Elena tidak menggunakan make up di wajahnya, sekaligus juga Sarah membujuk Elena agar mau menggunakan make up.


"Please deh Ma, jangan bikin mod Elena jadi rusak, berapa kali Elena bilang, apa Mama malu kalau Elena gak pakai Make up?" kata Elena sedikit tersinggung dengan perkataan Mamanya.


"Iya deh Maafin Mama, Mama janji gak akan bahas masalah ini lagi," ucap Sarah merasa bersalah.


"Maafin El ya Ma, El masih belum bisa memenuhi keinginan Mama, karena El mau jadi orang yang apa adanya," batin Elena.


Pada akhirnya Elena dan Mamanya berangkat ke supermarket. Sekitar 20 menit Elena dan Mamanya sudah sampai di supermarket, setelahnya mereka masuk dan belanja untuk mengisi bahan makanan yang kosong di rumah. Elena dan Mamanya sedang sibuk mencari makanan untuk di stok di rumah, dari rak yang satu sampai ke rak yang lainnya.


Namun saat sedang sibuk mencari kebutuhan yang di perlukan, ada orang yang memanggil mereka.


"Loh sarah," sapa orang tersebut.


"Diana," ucap Sarah saat melihat siapa yang menyapanya.


"Halo Tante," sapa Elena juga.


"Iya Din."


"Kamu duluan ke mobil, nanti saya nyusul," perintah Diana kepada sopir yang membawa belanjaannya.


"Kamu sudah selesai belanja Din?" tanya Sarah.


"Iya, ini sudah mau pulang, tapi karena lihat kamu sama Elena juga lagi belanja jadinya aku samperin dulu," ujar Diana.


"Kapan kamu main kerumah Tante El?" tanya Diana berpaling ke Elena.


"Nanti kalau El gak sibuk Tan," jawab Elena.


"Tante tunggu ya El. Kalau begitu aku duluan ya," pamit Diana.


"Iya Din, nanti aku suruh El main kerumah kamu kalau El gak lagi sibuk," ucap Sarah.

__ADS_1


Diana pun pergi dari tempat itu karena ia sudah selesai belanja.


Sementara di Cafe, Azka dan Amanda sedang menikmati makanan yang mereka pesan. Setelah selesai makan Amanda dan Azka keluar dari Cafe tersebut.


"Makasih udah ajak aku keluar ya Kak, kalau gitu aku pulang duluan," ucap Amanda setelah mereka sampai di parkiran.


"Iya sama-sama, semoga lain kali kita bisa keluar lagi," kata Azka.


"Kalau gitu Amanda langsung balik ya Kak."


"Hati-hati di jalan, bawa mobil nya jangan ngebut-ngebut," ucap Azka sedikit perhatian.


"Iya Kak."


Amanda pun masuk kedalam mobilnya dan langsung melajukan mobilnya untuk pulang. Sepeninggalan Amanda, Azka mengambil ponselnya di saku Celana, lalu di mengirim pesan ke seseorang dan dia juga meninggalkan area Cafe tersebut.


Kini Elena sedang membantu Mamanya masak, karena Elena tidak ada kerjaan di rumah, Amanda juga tidak main ke rumahnya. Di tengah kesibukan mereka memasak mereka sempat berbincang.


"Mama temenan sama Tante Diana udah berapa lama?" tanya Elena.


"Mama temenan sama Tante Diana udah dari SMP, tapi setelah lulus SMA, kita udah jarang komunikasi karena pada saat itu Mama harus ikut sama Nenek untuk pulang ke Desa," jawab Sarah.


"Terus menurut Mama, Tante Diana orangnya kayak gimana?" tanya Elena lagi.


"Dulu selama Mama berteman sama Diana, kita selalu berangkat sekolah bareng, keluarga Diana juga sangat baik sama Mama, apalagi Mama cuma tinggal berdua sama Nenek kamu jadinya keluarga Diana sering bertamu kerumah Mama, tak jarang juga Keluarga Tange Diana memberikan kita uang, karena kehidupan Mama dulu tidak seperti sekarang, Tante Diana dan Keluarga sangat berjasa bagi kehidupan Mama," tutur Sarah sambil mengingat kenangannya dulu bersama Diana.


"Ternyata Tante Diana orangnya baik ya Ma," kata Elena setelah mendengar cerita dari Mamanya.


"Makanya kalau kamu lagi ada waktu, kamu bisa pergi ke rumah Tante Diana agar kamu bisa mengenal Tante Diana lebih jauh lagi," ucap Sarah.


"Nanti deh aku luangkan waktu untuk pergi kerumah Tante Diana."


"Kalau Amanda bisa ikut, gak ada salahnya juga kamu ajak dia," usul Sarah kepada Elena.


"Nanti aku bicarakan sama Amanda, tapi hari ini tumben Amanda gak datang kerumah," ucap Elena cemberut.


"Mungkin Amanda lagi banyak kerjaan di rumahnya, coba kamu kerumahnya siapa tau dia butuh bantuan kamu," ucap Sarah.

__ADS_1


"Habis ini aku coba pergi ke rumah Amanda," kata Elena setelah mendapat saran dari Mamanya.


__ADS_2