
"Lo gak mau cerita kenpa semalam lo gak tidur tidur Van?" tanya Alvaro yang duduk di dekat meja Vano
"Mau di ceritain apa?, orang gak ada apa-apa" jawab Vano yang masih saja tidak mau jujur.
"Oke lah kalau gitu, gua sama Azka mau pergi kekantin dulu, ada yang lo mau nitipin gak" ucap Alvaro
"Gue gak mau nitip apa-apa kalian pergi aja gua mau tidur" balas Vano dan langsung memposisikan dirinya untuk tidur.
Akhirnya Alvaro dan Azka pergi ke kantin meninggalkan Vano sendirian di kelas yang sepertinya sedang ngantuk berat.
Sepeninggalan Alvaro dan Azka, Vano tidak bisa tidur dengan tenang karena kepikiran Elena terus.
"Siapa sih tu cewek gangguin pikiran gue terus, pokoknya habis pulang sekolah gue harus cari tau asal usul tu cewek" gerutu Vano
Vano pun akhirnya memutuskan pergi kebelakang sekolah dekat dengan tembok sekolah yang biasa ia panjat untuk bolos sekolah, disana sana juga sudah menjadi basecame Vano dan gengnya.
Sesampainya di belakang sekolah Vano langsung merebahkan tubuhnya di jejeran kursi yang sudah disusun bersama teman-temannya.
Sementara itu Alvaro dan Azka masih penasaran kenapa Vano bisa gak tidur semalaman
"Kira-kira kenapa ya Vano gak tidur semalaman sampai matanya bengkak begitu" tanya Alvaro
"Mana aku tau, emangnya aku Vano" jawab Azka ketus
"Iya, siapa tau Vano penah kasih tau kamu" ucap Alvaro yang juga kalah ketusnya
Berbarengan dengan itu Elena dan Amanda memasuki kantin, yang langsung melewati tempat duduk Alvaro dan Azka
"Itu cewek kan yang kemarin diliatin sama Vano, apa jangan-jangan Vano yang gak tidur semalam ada hubungannya sama tu cewek?" kata Alvaro yang menerka-nerka
"Tapi apa hubungannya sama Vano, itu cewek juga murid baru kan di sekolah ini" kata Azka yang tidak sependapat dengan Alvaro
"Iya juga sih" ucap Alvaro yang kembali ragu dengan apa yang ia ucapkan sebelumnya.
Sepulang dari sekolah Elena kini sudah berada di panti asuhan milik keluarganya di karenakan ada anak panti yang sakit demam dan anak panti yang sakit itu sangat dekat dengan Elena, jadi pengurus panti meminta bantuan ke pada Elena untuk menjenguk Siska.
__ADS_1
Pengurus panti berharap dengan kedatangan Elena, Siska bisa cepat sembuh, dan benar saja setelah Elena menjenguk Siska suhu badannya sedikit menurun.
"Terima kasih Nak Elena sudah menyempatkan waktunya untuk menjenguk Siska" kata Bu Indah kepada Elena.
"Sama-sama Bu, sudah seharusnya saya datang kesini, karena anak panti juga sudah saya anggap seperti keluarga saya sendiri" ucap Elena
"Kalau begitu aku keluar dulu ya, mau temuin anak-anak panti yang lain" ijin Elena pada Bu Indah.
Setelah Elena keluar Bu Indah meneteskan air matanya, ia begitu bersyukur berada di dalam panti asuhan yang bangun oleh keluarga Sanjaya yaitu keluarga Elena
"Ya Allah, lindungilah keluarga Sanjaya dari marabahaya yang mendatanginya, mereka adalah orang-orang baik ya Allah" Bu Indah berdoa dengan penuh syukur atas apa yang Allah berikan kepadanya.
Di luar Elena sedang bermain dengan anak-anak panti yang lain, namun tiba-tiba ada motor sport yang masuk kehalaman panti yang membuat anak-anak panti memperhatikannya
Begitu motor itu berhenti dan orang yang berada di motor itu turun bersamaan dengan itu iya membuka helmnya, ternyata yang datang adalah Vano.
Vano berjalan menghampiri Elena setelah berada di samping Elena.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Elena,
Elena belum tau nama cowok yang berdiri di sampingnya, tapi ia tau kalau cowok itu satu sekolah dengannya karena kemarin ia sempat melihat Vano di sekolah.
"Elena" ucap Elena tapi tidak menerima uluran tangan Vano
"Kira-kira ada keperluan apa sampai Kak Vano datang kesini?" tanya Elena sekali lagi
"Ada yang mau saya omongin sama kamu" jawab Vano
"Kalau boleh tau tentang apa ya?, perasaan saya belum ada urusan sama Kakak sebelumnya" ucap Elena yang merasa kalau ia tidak memiliki urusan dengan Vano.
"Bahkan kita juga baru kenalan" kata Elena lagi
"Mungkin kamu baru kenal dengan saya, tapi saya merasa kamu tidak asing bagi saya" ucap Vano yang membuat Elena jadi bingung
"Maksud Kakak?" tanya Elena yang bingung dengan perkataan Vano barusan.
__ADS_1
"Aku merasa tidak asing dengan tatapan kamu tempo hari di sekolah, seperti saya pernah bertemu dengan kamu sebelumnya tapi saya tidak bisa mengingatnya" kata Vano yang tambah membuat Elena bingung
"Mungkin Kakak salah orang, karena seingatku kita belum pernah bertemu sebelumnya" ucap Elena, karena ia tidak ingat kalau ia pernah bertemu dengan Vano
"Aku gak mungkin salah orang, coba kamu ingat-ingat" ucap Vano dengan penuh keyakinan
Sehingga membuat Elena menjadi risih apalagi ia juga baru kenal dengan Vano, ditambah lagi kemarin Pak Wijaya bilang kalau Vano adalah biang masalah di Sekolah, sehingga membuat Elena sedikit waspada
"Mending Kakak pulang, karena aku bukan orang yang Kakak cari" kata Elena mengusir Vano.
Mau tidak mau Vano harus pulang karena anak-anak panti melihatnya dengan tatapan yang tidak suka ditambah lagi Elena seperti takut melihatnya.
Sepeninggalan Vano, Elena segera menelpon Mang Asep untuk menjemputnya pulang karena ia takut kalau Vano kembali lagi.
Di sepanjang perjalan pulang Elena hanya terdiam sambil melihat ke arah luar lewat jendela mobil, Mang Asep yang melihatnya dari spion depan tidak berani menanyakan ke adaan Elena karen ia cuma sekedar supir.
Sesampainya di rumah setelah mengucap salam Elena langsung pergi ke kamarnya dengan perasaan kalut akibat ucapan Vano.
Melihat Elena yang seperti memiliki masalah Sarah memanggil Mang Asep selaku sopir Elena,
"Kira- kira Mang Asep tau gak kenapa Non Elena seperti itu?" tanya Sarah
"Saya kurang tau kenapa Non Elena seperti itu, karena sepanjang perjalanan pulang dia hanya diam saja tidak seperti biasanya" jawab Mang Asep
"Ya sudah kalau Mang Asep tidak, silahkan kembali bekerja
"Iya Nyonya, Permisi"
Sarah sangat dengan sikap Elena yang tiba-tiba diam seperti itu, seperti sedang memikirkan sesuatu yang sangat penting, tak mau kehilangan akal Sarah pun mengunjungi Panti Asuhan untuk mengetahui penyebab perubahan sikap Elena.
Sedangkan Elena yang sudah berada di kamar hanya melamun dan ucapan Vano terus melayang di dalam benaknya
"Mungkin kamu baru kenal dengan saya, tapi saya merasa kamu tidak asing bagi saya"
"Mungkin kamu baru kenal dengan saya, tapi saya merasa kamu tidak asing bagi saya"
__ADS_1
"Mungkin kamu baru kenal dengan saya, tapi saya merasa kamu tidak asing bagi saya"
Pikiran itu terus berputar di kepala Elena yang membuatnya seperti orang kebingungan, Elena pun akhirnya menelpon Amanda untuk datang kerumahnya, Elena butuh teman untuk becerita dan meminta pendapat dengan masalah yang ia hadapi saat ini.