Jendela Sekolah

Jendela Sekolah
One Blood


__ADS_3

Esok harinya, Amanda dan Elena sudah siap untuk pergi ke rumah Diana, setelah sarapan terlebih dahulu.


Sementara di rumah Dirgantara, Vano baru turun dari kamarnya, dan sudah siap untuk berangkat ke Warung Bang Kemal. Diana yang melihat Vano akan pergi langsung bertanya.


"Kamu mau pergi ke mana Van?" tanya Diana.


"Ke warung Bang Kemal Ma, hari ini Vano ada acara sama teman-teman Club motor," jawab Vano.


"Tumben kamu ada acara, biasanya kalau hari Minggu kamu masih molor di kasur," ujar Diana mengejek anaknya.


"Kalau gitu Vano berangkat dulu ya Ma."


"Hati-hati di jalan, jangan bawa motornya ugal-ugalan," peringat Diana.


"Iya Ma."


Vano pun pergi ke garasi untuk mengambil motornya, setelah selesai memanaskan motor, Vano pun keluar dari rumahnya untuk menuju warung Bang Kemal. Begitu motor Vano meninggalkan rumahnya. Selang beberapa menit kemudian Elena dan Amanda pun datang. Kang Diman selaku penjaga di rumah tersebut bergegas membuka gerbang, setelah gerbang terbuka mobil amanda pun masuk. Setelahnya Elena dan Amanda turun dari mobil, Kang Diman pun menghampiri mereka.


"Kalau boleh tau Mbaknya cari siapa ya?, kalau mau cari tuan muda, tuan mudanya baru aja keluar sekitar lima menit yang lalu," tanya Kang Diman ramah.


"Kita cari Tante Diana, bukan Anaknya," jawab Elena.


"Oh, kalian tamu Nyonya, kalau begitu mari saya antar kedalam."


Elena dan Amanda pun mengikuti ke mana Kang Diman berjalan, hingga mereka sampai di ruang tamu.


"Tunggu sebentar ya Mbak, saya mau panggil Nyonya dulu."


"Iya Kang."


Elena dan Amanda pun duduk sembari menunggu Diana datang, hingga tak berselang lama, Diana sudah menampakkan dirinya.


"Maaf ya udah nunggu lama, kebetulan tadi Tante lagi ada kerjaan," ucap Diana sambil menghampiri Elena dan Amanda.


"Gak papa kok Tan, lagian kita juga baru datang," jawab Elena sopan sambil tersenyum.


"Kamu pasti teman Elena kan?" tebak Diana begitu melihat Amanda, Amanda pun memperkenalkan dirinya sambil mengulur tangannya.

__ADS_1


"Kenalin Tan, nama saya Amanda, temannya Elena," ucap Amanda sambil sedikit menunduk untuk menghormati Diana yang lebih tua darinya.


"Nama yang cantik, sama seperti orangnya," puji Diana sambil tersenyum kepada Amanda.


"Tante bisa aja," ucap Amanda yang sedikit salting karena di puji oleh Diana.


"Oh ya El, gimana kabar Mama kamu?" tanya Diana.


"Alhamdulillah, kabar Mama baik kok Tan," jawab Elena dengan jujur.


"Terus sekarang kesibukan kamu apa?" tanya Diana.


"Cuma sekolah aja sih Tan," jawab Elena.


"Kamu satu sekolah sama Amanda?" tanya Diana sambil melihat ke arah Amanda.


"Iya Tan, aku sama Amanda satu sekolah, kita sekolahnya di SMA Swadaya," jawab Elena.


"Berarti kalian satu sekolah dong sama anak Tante," ucap Diana. Elena dan Amanda pun sedikit penasaran terhadap anaknya Diana.


"Kelas 3, emang kalian kelas berapa?" tanya Diana balik.


"Kalau kita kelas 1 Tan, baru masuk tahun ini," jawab Elena.


"Kalau boleh tau, nama anak Tante siapa ya?" tanya Amanda yang sudah kelewat penasaran.


"Nama anak Tante..."


Drrtt... Drrtt...Drrtt


Ponsel Diana berbunyi, karena ada panggilan masuk.


"Sebentar ya, Tante angkat telpon dulu," ijin Diana.


Diana pun mengangkat telpon tersebut dan sedikit mengambil jarak dengan Elena dan Amanda. Hingga tak berselang lama, Diana sudah selesai mengangkat telpon dan kembali bergabung dengan Elena dan Amanda.


"Maaf tadi Tante tinggal sebentar buat angkat telpon."

__ADS_1


"Gak papa kok Tan," jawab Elena tersenyum.


"Oh ya, kalian bisa bikin kue gak?" tanya Diana.


"Gak terlalu sih Tan, tapi lumayan bisa sih, soalnya saya pernah bantuin Tante Sarah bikin kue, waktu itu sama Elena," jawab Amanda.


"Ya udah gak papa, sekarang ikut Tante ke dapur kita bikin kue, biar Tante ajarin bikin kue biar kalian jago bikin kuenya," ucap Diana penuh semangat.


"Kalau gak salah, Mama pernah bilang kalau yang ngajarin Mama bikin kue itu Tante," kata Elena yang mengingat perkataan Mamanya.


"Itu memang benar, dulu saat pulang sekolah Mama kamu sering main kerumah, jadi kita sering bikin kue, bahkan sampai sekarang Tante masih suka bikin kue kalau Tante lagi gak ada kerjaan di rumah," kata Diana bercerita.


"Mending sekarang kita ke dapur."


Pada akhirnya Elena, Amanda dan Diana pergi ke dapur untuk membuat kue bersama, lebih tepatnya belajar membuat kue dari Diana.


Sementara di warung Bang Kemal, Vano dan teman-temannya sudah berkumpul, walaupun Club motor yang dibangun oleh Vano masih beranggota sedikit, sekitar 15 orang, tapi semangat mereka dalam membangun Club Motor, yang mereka beri namai ONE BLOOD itu sangatlah tinggi. Mereka percaya bahwa One Blood akan menjadi Club Motor yang maju dan berjaya kedepannya.


"Sebelumnya saya mau bilang Terimakasih buat, semua anggota yang hadir, semoga acara kita bisa terlaksana dengan baik, dan kita semua di beri keselamatan dalam perjalanan selama menyelesaikan kegiatan pertama dari Club Motor kita," ucap Vano membuka kegiatan pada pagi hari itu.


"Dan saya harap juga, untuk teman-teman agar selama kegiatan kita berlangsung, dari teman-teman tidak melakukan sesuatu yang bisa menimbulkan masalah atau sampai mengganggu pengguna jalan yang lain," ucap Vano memperingati anggotanya. Pada akhirnya kegiatan mereka di mulai, Bang Kemal juga ikut dalam kegiatan tersebut, Bang Kemal bertugas membawa mobil pick up yang di dalamnya berisi kebutuhan yang di pakai untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.


Selama perjalanan mereka membagikan sembako kepada para pengamen, tukang ojek, pemulung, dan juga masyarakat yang lain, yang sekiranya membutuhkan bantuan. Kegiatan tersebut di sambut baik oleh warga sekitar. Waktu demi waktu mereka lewati sambil menyisir jalan ibu kota untuk membagikan sembako.


"Alhamdulillah, kita sudah berhasil membagikan semua sembako-sembako yang kita bawa, berhubung sekarang sudah mau sore, jadi sebaiknya kita langsung balik ke warung Bang Kemal, atau kalau ada yang mau langsung balik juga boleh, karena mungkin sudah capek seharian keliling membagikan sembako," kata Vano di sela-sela mereka istirahat saat mereka sudah habis membagikan sembako. Pada akhirnya mereka semua kembali, ada juga yang langsung mengambil jalan pulang.


Sementara itu Elena dan Amanda sedang berada didalam mobil, Elena dan Amanda baru balik dari rumah Diana, saat mereka berhenti di lampu merah, mereka tidak sengaja melihat rombongan Vano.


"Itu bukannya Vano ya El?" tunjuk Amanda ke arah depan, saat rombongan Vano lewat di depan mereka.


"Iya itu Vano."


"Kok mereka kayak geng motor gitu ya?, jangan-jangan Vano lagi yang jadi ketua meraka, secara kita kan tau gimana nakalnya Vano di sekolah," ucap Amanda yang mengira Vano ketua geng motor.


"Gue juga mikirnya gitu sih Nda, lo juga inget kan waktu Vano dan teman-temannya mau bolos tapi ketahuan sama Pak Soleh, waktu itu kita baru masuk sekolah hari pertama," kata Elena yang juga sepemikiran dengan Amanda.


Karena lampu sudah beralih ke warna hijau, Amanda pun melajukan mobilnya kembali.

__ADS_1


__ADS_2