
Esok paginya di sekolah SMA Swadaya semua murid sudah sampai di sekolah, termasuk Clara dan gengnya.
Dari speaker sekolah terdengar suara memanggil salah satu siswa.
"Atas nama Naomi dari kelas 3A, di suruh menghadap ke ruangan BK."
Naomi yang sedang berjalan menuju ke kelas langsung berhenti seketika saat mendengar namanya di panggil.
"Gue gak salah dengar kan guys?" tanya Naomi pada Vania dan Clara.
"Terus menurut lo!, di kelas yang namanya Naomi kan cuma lo doang," kata Vania dengan lantang.
"Tapi ada masalah apa gue sampai disuruh ke ruang BK," ucap Naomi yang masih belum tau alasannya disuruh ke ruang BK.
"Mending lo pergi sekarang, dari pada di panggil lagi," kata Clara dan berlalu dari tempat itu bersama Vania. Naomi juga pergi menghadap ke ruang BK, dia juga penasaran alasan pihak sekolah memanggilnya ke ruang BK.
"Permisi," ucap Naomi saat sudah sampai di depan ruang BK. Melihat Naomi yang datang guru BK itupun menyuruh Naomi untuk masuk.
"Ada masalah apa ya Bu, sampai aku di panggil keruang BK?" tanya Naomi.
"Kamu masih belum tau dimana letak kesalahan kamu?" tanya Guru BK itu balik.
"Perasaan gue gak ngelakuin apa-apa deh Bu," ucap Naomi masih menyadari kesalahannya.
"Terus menurut kamu!, mengunci orang di toilet itu bukan sebuah kesalahan?" kata Guru BK itu dengan menekan suara bicaranya.
"Sial, ternyata murid miskin itu berani laporin gue ke pihak sekolah," umpat Naomi.
"Tapi aku gak pernah kunciin orang di toilet Bu," kata Naomi mengelak tuduhan Guru BK tersebut.
"Kamu gak usah bohong sama saya, di rekaman cctv sudah membuktikan semuanya, dan kamu saya skor satu Minggu. Sekarang kamu bisa keluar dari ruangan ini," ucap Guru BK itu dengan tegas tanpa ampun sedikit pun. Naomi pun keluar dari ruang BK, di luar ia berpapasan dengan Elena dan Amanda yang baru mau masuk kelas. Naomi hanya menatap sinis kepada Elena, dan langsung berlalu begitu saja.
"Itu orang udah bikin kamu pingsan di toilet, bukannya minta maaf, malah kayak merasa gak bersalah, bikin gue emosi aja," kata Amanda kesal terhadap Naomi.
"Udah Nda, gak ada gunanya juga ngeladenin orang kayak gitu," ucap Elena agar Amanda tidak usah pikirin Naomi.
__ADS_1
"Lo sih El, terlalu baik jadi orang makanya orang seenaknya sama kamu," ujar Amanda.
"Kok sekarang lo jadi kesal ke gue," tanya Elena.
"Tau ah, mending sekarang kita masuk kelas, dari pada disini tambah kesal aja." Amanda dan Elena pun masuk kelas.
Sementara Naomi yang baru masuk kelas langsung duduk di mejanya dengan muka cemberut.
"Lo kenapa Nao?, jangan bilang lo kena hukuman dari Guru BK karena bikin masalah," tanya Vania.
"Gue kena skor selama satu Minggu, karena kemarin gue udah kunciin anak resek itu toilet," jawab Naomi masih kesal.
"Berani juga itu cewek laporin lo ke Guru BK," kata Vania.
"Liat aja, gue akan bikin itu cewek resek menyesal karena udah berani laporin gue ke Guru BK," ucap Naomi yang tidak terima karena sudah di laporin oleh Elena.
"Itu cewek emang harus di kasih pelajaran biar tau siapa kita," kata Clara menambahkan.
"Tapi kita gak boleh gegabah, kita harus main cantik," kata Clara selanjutnya.
Kini Elena dan Amanda sudah sampai di rumah.
"Gak mau mampir dulu kerumah Nda?" tanya Elena saat akan turun dari mobil Amanda.
"Nanti aja aku kesini, rumah kita juga kan deket," jawab Amanda.
"Ya udah deh kalau gitu, aku masuk dulu ya, jangan lupa main kerumah," ucap Elena dan turun dari mobil Amanda.
Elena pun masuk kedalam rumah, dan langsung naik ke kamarnya karena ia tidak melihat Mamanya di rumah, dan Elena mengira kalau Mamanya pergi arisan.
Sementara Amanda yang baru masuk kedalam rumah ia langsung pergi kekamarnya, karena jam segini Mamanya pasti masih di kantor, di rumahnya hanya ada pembantunya saja yaitu Bi Sri.
Saat sudah sampai di kamarnya ponsel Amanda berdering. Amanda pun mengambil Handphone nya untuk mengangkat panggilan tersebut, namun Amanda bingung karena yang menelepon nya menggunakan nomor tak dikenal. Namun Amanda mengangkatnya takut ada yang penting.
'Ini siapa ya?, soalnya nomornya gak ada dikontak aku." Amanda langsung bertanya setelah menjawab telepon tersebut.
__ADS_1
'Ini aku, Azka.'Ternyata yang menelpon Amanda adalah Azka.
'Kirain siapa, ada keperluan apa ya Kak sampai telpon Amanda,' tanya Amanda
'Ntar sore kamu ada kerjaan gak?' tanya Azka.
'Gak ada sih, emangnya kenapa ya Kak.'
'Jadi gini, aku mau ajak kamu keluar nanti sore kira-kira kamu ada waktu gak?' kata Azka mengutarakan keinginannya.
'Bisa kok Kak, Kakak Sherlock aja dimana kita akan ketemu nanti,' ucap Amanda menyetujui ajakan Azka.
'Kalau gitu aku tutup telponnya ya, sampai ketemu nanit sore,' kata Azka dari sebrang sana.
'Iya Kak.'
Panggilan mereka pun berakhir, Amanda masih memikirkan alasan Azka mengajaknya keluar.
"Ada apa ya Kak Azka ngajak gue keluar, dan dia dapat nomor telpon aku dimana?" kata Amanda berbicara sendiri didalam kamarnya. Namun Amanda tak mau ambil pusing ia pun turun ke bawah untuk makan siang.
"Bi Sri udah selesai masak?" tanya Amanda begitu sampai di dapur.
"Ini dikit lagi selesai Non," jawab Bi Sri
"Kalau gitu aku tunggu di meja makan ya Bi."
"Iya Non."
Dan benar saja tak butuh waktu lama bagi Amanda untuk menunggu Bi Sri selesai masak. Karena kini Bi Sri sedang menyajikan masakan untuk Amanda. Setelah selesai menyiapkan masakannya untuk Amanda, Bi Sri langsung balik ke dapur, tapi di hentikan oleh Amanda.
"Bi Sri makan bareng aku aja disini, masakan Bi Sri juga gak mungkin aku habiskan sendiri," pinta Amanda.
"Bibi makan di belakang aja ya Non," ucap Bi Sri yang tidak merasa tidak untuk makan satu meja dengan Amanda.
"Amanda gak menerima penolakan, jadi Bi Sri temenin Amanda makan," kata Amanda yang tidak mau di bantah. Akhirnya Bi Sri nurut sesuai perintah Amanda.
__ADS_1
Kini sudah sore, Azka juga sudah mengirimkan alamat dimana mereka akan bertemu yaitu sebuah sebuah Cafe yang tidak jauh dari rumah Amanda. Amanda yang sudah siap dengan dandanan nya pun berangkat ke tempat yang sudah Azka kirim. Tak butuh waktu yang lama bagi Amanda untuk sampai ke tempat yang Azka maksud, setelah memarkirkan mobilnya Amanda pun turun, di area parkiran Amanda melihat motor Azka terparkir disana, itu artinya Azka sudah datang lebih dulu.