
Setelah semua pelajaran sudah habis kini para murid dari sekah SMA Swadaya segera keluar dari kelas untuk pulang tak terkecuali Elena dan Amanda yang kini sedang menuju ke arah parkiran.
"Kamu mau ikut ke panti asuhan gak Nda?" tanya Elena saat sedang menuju ke arah parkiran.
"Boleh El, udah lama juga kita gak kesana, kalau gak salah tiga bulan yang lalu kita kesana." Amanda pun menyetujui ajakan Elena.
Sedangkan Vano dan gengnya baru akan pergi ke parkiran namun Alvaro menghalangi mereka untuk melangkah dengan membentangkan tangannya.
"Ada apa sih Al?gue buru-buru nih mau balik," ucap Azka.
"Coba kalian liat kearah sana," ucap Alvaro menunjuk ke arah Elena dan Amanda yang akan naik ke mobil.
"Ya terus masalah nya dimana sama itu cewek, apa sekarang lo yang suka sama tu cewek," kata Vano heran melihat kelakuan Alvaro.
"Bukan begitu Van, tapi coba kalian liat sama siapa tu cewek."
"Itu cewek kutu buku kok bisa gitu dapet teman dari kalangan atas sedangkan dia dari kalangan bawah, mana keliatan udah akrab, ternyata tu cewek kutu buku pintar juga cari teman." Alvaro merasa ada yang aneh dengan kedekatan Elena dan Amanda.
"Udah ngocehnya?" tanya Vano dengan wajah yang sudah memerah karena emosi melihat Alvaro yang tidak berhenti ngomong dari tadi.
Tanpa basa basi lagi Vano dan Azka cabut dari situ meninggalkan Alvaro sendiri.
"Di tinggal sendiri lagi, emang udah resikonya sih punya teman yang gak bisa di ajak bercanda," keluh Alvaro meratapi nasibnya meiliki teman seperti Vano dan Azka yang bawaannya serius terus tidak seperti dirinya yang suka bercanda.
Sementara itu Elena baru saja turun mobilnya Amanda, dan iya langsung pulang ke rumahnya dengan jalan kaki karena jarak rumah mereka sangatlah dekat.
"Jangan lupa nanti sore kita ke panti." Elena kembali mengingatkan Amanda kalau nanti sore mereka akan pergi ke Panti Asuhan milik keluarga Elena.
"Iya El, tapi kita perginya pakai mobil kamu ya," usul Amanda.
"Iya, Nanti kita anterin sama sopir aku," ucap Elena. dan pada akhirnya Amanda masuk kedalam rumah nya begitu pun dengan Elena yang pulang ke rumah nya.
"Assalamualaikum," ucap Elena saat masuk ke dalam rumahnya.
"Waalaikummusalam," jawab Sarah, Elena pun menghampiri Mamanya dan mencium punggung tangan nya.
__ADS_1
"Gimana hari pertama sekolah nya sayang?" tanya Sarah.
"Gak gimana-gimana kok Ma," jawab Elena biasa.
"Sekarang kamu kan udah SMA sayang, kenapa kamu gak coba buat pakai Make up pergi ke sekolah," usul Sarah.
"Nanti aja Ma, kalau aku udah ada niatnya, sekarang aku mau ganti baju dulu." Elena pun pergi ke kamarnya untuk ganti baju.
"Selalu aja bilang nya nanti, kalau disuruh buat Make up," ucap Sarah saat Elena sudah berjalan cukup jauh menuju kamarnya.
Waktu sudah menunjukkan jam 3 sore itu artinya Elena dan Amanda harus berangkat ke Panti Asuhan milik keluarga Elena, dan ternyata Amanda sudah datang di rumah Elena.
"Assalamualaikum Tan," ucap Amanda saat tiba di rumah Elena.
"Waalaikummusalam, Elena masih di kamar Nda," ujar Sarah.
"Itu orangnya baru turun," kata Amanda setelahnya, saat melihat Elena sudah turun dari kamarnya.
"Kalian kok udah rapi gitu, pada mau kemana?" tanya Sarah saat menyadari Elena dan Amanda sudah rapi.
"Ya udah buruan dah berangkat biar pulang nya gak kemalaman," ucap Sarah.
"Iya Ma, kita juga ke sananya sama Mang Asep," kata Elena, biar Mama nya tidak khawatir kalau dia pulang malam.
"Memang seharusnya kamu perginya sama Mang Asep, biar Mama lebih tenang kalau kamu pergi keluar, apalagi pulangnya malam," ucap Sarah yang merasa lega saat tau kalau Elena akan pergi bersama Mang Asep supir yang disewanya untuk Elena.
"Kalau gitu kita berangkat dulu ya Tan," pamit Amanda.
"Mama titip salam buat mereka semua yang ada di panti."
"Iya nanti aku sampaikan salam Mama, Assalamualaikum kita berangkat dulu ya Ma."
"Waalaikummusalam, suruh Mang Asep bawa mobil nya hati-hati."
Pada akhirnya Elena dan Amanda berangkat ke Panti Asuhan, tidak memakan waktu cukup banyak untuk sampai ke panti asuhan, cukup dengan 30 menit mobil yang mereka tumpangi sudah masuk kedalam gerbang yang di atasnya bertulis Panti Asuhan Harapan, sesampainya di dalam Elena dan Amanda turun dari mobil disusul Mang Asep dari belakang yang membawa makanan untuk anak Panti.
__ADS_1
"Assalamualaikum," ucap Elena bersamaan dengan Amanda.
"Waalaikummusalam," jawab anak-anak panti dengan antusias melihat kedatangan Elena dan Amanda, mereka satu persatu mencium tangan Elena dan Amanda secara bergiliran.
Pemandangan yang seperti ini yang membuat Elena sangat ingin mengunjungi Panti, ada rasa bahagia saat melihat senyuman yang terukir dari wajah-wajah anak panti, padahal Elena sangat tau keadaan mereka, mungkin ada dari beberapa anak yang ada di panti kehilangan kedua orang tua nya, ada juga yang justru tidak tau dimana keberadaan orang tuanya, tadi mereka masih bisa tersenyum.
"Mang Asep bisa minta tolong buat bagiin mereka makanan yang tadi kita beli." Elena meminta bantuan kepada Mang Asep untuk membagikan makanan kepada anak-anak Panti.
"Ayo Nda kita kedalam," ajak Elena, mereka pun masuk untuk menemui pengurus panti.
"Assalamualaikum," ucap Elena sopan sambil mengetuk pintu pengurus panti yaitu Bu Indah.
"Waalaikummusalam," jawab Bu Indah dari dalam dan bergegas membuka pintu.
"Loh ternyata ada nak El sama Manda, ayok masuk." Bu Indah mempersilahkan mereka untuk masuk.
"Iya Bu, kita juga baru nyampe, tadi kita ketemu dulu sama anak-anak panti diluar," tutur Elena yang kemudian duduk bersamaan dengan Amanda.
"Oh ya, Bu Sarah sama Pak Sanjaya gak ikut?" tanya Bu Indah
"Gak Bu, tadi Mama titip salam aja sama penghuni Panti, kalau Papa masih di kantor," jawab Elena.
Di saat mereka sedang asik ngobrol salah satu pengurus Panti yang bertugas memasak melaporkan kalau mereka kekurangan bumbu untuk memasak buat anak panti makan nanti malam, akhirnya Elena mengusulkan diri untuk pergi membeli bumbu tersebut, karena Elena cukup familiar dengan bumbu tersebut dan menjual bumbu tersebut cukup dekat dengan Panti, akhirnya Elena pun keluar untuk membeli bumbu tersebut, tadi Amanda sempat ingin menemani Elena untuk membeli bumbu tersebut tapi Elena menolaknya karena tempat yang jual lumayan dekat jadi Elena merasa tidak perlu di temani.
Sedangkan di lain tempat terlihat Vano sedang mengendarai motornya dengan santai pada akhirnya Vano menepikan motornya di bahu jalan karena ada yang menelpon.
"Halo Al, ada apa lo telpon gue?"
"Gue cuma mau ngabarin kalau ntar malam ada balap lo mau ikut gak?" ucap Alvaro dari sebrang sana,
"Untuk malam ini kayaknya gue gak turun dulu deh Al, suruh si Azka aja yang turun buat wakilin gue, ntar gua ikut nonton kok, lo tinggal Sherlock aja lokasi nya," jawab Vano.
"Ya udah kalau gitu, sampai ketemu nanti malam," ucap Alvaro dan memutuskan telponnya.
Sebelum melanjutkan perjalanan Vano tidak sengaja melihat Elena yang sedang berjalan di sebrang sana, sampai pada pada akhirnya Vano melihat Elena masuk ke Panti.
__ADS_1
"Ternyata dia anak Panti Asuhan," gumam Vano, yang mengira kalau Elena tinggal di panti asuhan.