
Begitu Vano memarkirkan motornya ia melihat Elena berjalan kearahnya untuk masuk ke kelas, namun Vano membiarkan Elena dan Amanda melewatinya begitu saja.
Sedangkan Elena tidak berani menatap Vano saat melewatinya. Sesampainya di kelas, barulah Elena merasa lega
"Kok sikap dia biasa aja, kayak gak pernah terjadi apa-apa kemarin" pikir Elena
"Lo kenapa bengong El?" tegur Amanda saat melihat Elena melamun di meja nya
"Eh.. Gak kenapa-napa kok Nda" jawab Elena
"Bukannya Vano yang kamu maksud itu, cowok yang tadi berpapasan sama kita di parkiran ya El?" tanya Amanda, dan Elena pun mengangguk mengiyakan
"Tapi kok dia biasa aja ya gak sesuai sama apa yang kamu ceritain kemarin" ucap Amanda bingung
"Udah lupain aja, mending sekarang kamu buka buku kita belajar" kata Elena mengalihkan pembicaraan
Sementara itu Vano dan gengnya sedang nongkrong di belakang sekolah, terlihat juga Alvaro dan Azka sedang asik bermain game.
"Entar malam kalian pada mau kemana?" tanya Vano, Alvaro dan Azka pun berhenti bermain game
"Gue sih gak kemana-mana" jawab Alvaro
"Sama gue juga" tambah Azka
"Kalau gitu ntar malam lo berdua ikut sama gue"
"Kita mau kemana Van" tanya Alvaro
"Udah kalian ikut aja, ntar juga kalian akan tau kita bakalan kemana" ucap Vano
"Ya udah kita ngikut aja" kata Alvaro pasrah
Waktu pulang sekolah sudah 10 menit yang lalu, kini Elena dan Amanda sedang berada di mobil untuk menuju pulang kerumah, namun di tengah perjalan Amanda merasakan ada yang aneh dengan mobilnya, ia pun menepikan mobilnya, setelah Amanda periksa ternyata ban mobil bocor.
"Kenapa Nda?" tanya Elena turun dari mobil
"Ini bannya bocor" jawab Amanda lemes
"Terus gimana dong, emangnya kamu gak bisa ganti ban?" tanya Elena
Amanda hanya geleng-geleng kepala yang menandakan ia tidak bisa mengganti ban mobil sendiri, mereka pun hanya berdiam diri mengharap ada orang yang bisa di mintai bantuan,
Dari arah kejauhan terlihat sebuah motor yang akan lewat, setelah motor itu mendekat, ternyata motor itu berhenti di dekat mobilnya Amanda.
Pria yang mengendarai motor itu pun turun dan menghampiri Amanda,
"Mobilnya kenapa?" tanya cowok itu
__ADS_1
"Ban nya bocor Kak, tapi kita gak ada yang bisa ganti ban" jawab Amanda malu-malu
"Ada alat-alatnya?"
"Ada, bentar saya ambilin"
Amanda pun mengambil alat-alat yang dibutuhkan untuk mengganti ban, setelahnya cowok itu pun mulai mengganti ban mobil Amanda yang bocor, Elena dan Amanda hanya memperhatikan cowok itu mengganti ban, sampai akhirnya cowok itu sudah selesai mengganti ban
"Bannya udah selesai di ganti"
"Maaf sebelumnya Kak udah ngerepotin" ucap Amanda
"Santai aja, sepertinya juga kita satu sekolah, soalnya seragam kita sama"
"Iya"
"Oh ya kenalin nama gau Azka"
"Gua Amanda, dan ini temen gua namanya Elena" ucap Amanda memperkenalkan diri, sementara itu Elena hanya tersenyum.
"Kalau gitu gua duluan, sampai ketemu di sekolah" ucap Azka dan langsung pergi dari tempat itu.
Setelah kepergian Azka, Amanda hanya senyum-senyum sendiri yang membuat Elena memicingkan mata nya
"Lo kesambet apa sampai senyum-senyum gitu" ucap Elena
Dan benar saja apa yang Amanda bilang, sesampainya di rumah Elena langsung mendapatkan pertanyaan beruntun karena telat pulang
"Ayo El, jujur sama Mama, kenapa kamu pulangnya telat"
"Apa ada yang gangguin kamu di jalan"
Berbagai macam pertanyaan yang Sarah tanyakan terhadap Elena, sampai-sampai Elena tidak ada celah untuk menjawab
"Sekarang Mama dengerin aku dulu ngomong" potong Elena
"Tadi di tengah perjalan saat kita mau pulang, mobilnya Amanda bannya bocor, terus kita gak ada yang bisa ganti ban, untungnya ada Kakak kelas lewat dan bantuin kita buat ganti ban" jawa Elena
"Kamu gak bohongin Mama kan" tanya Sarah memastikan
"Kalau Mama gak percaya, tanya aja sama Amanda" jawab Elena, dan langsung pergi ke kamarnya.
Kini sudah malam hari Vano sudah siap-siap untuk pergi keluar, begitu ia turun dari kamarnya, diruang sudah ada Diana yang sedang menonton TV.
"Aku keluar dulu ya Ma" kata Vano pamit
"Loh kok kamu mau keluar sih Van, keluarga teman bisnis Papa mau kesini" kata Diana
__ADS_1
"Tapi Vano udah ada janji sama teman Vano, gak enak kalau aku batalin gitu aja, soalnya Vano yang ngajak mereka keluar malam ini" jelas Vano,
"Iya sudah kalau kayak gitu, ntar Mama jelasin sama Papa kamu" ucap Diana pada akhirnya
"Makasih Ma, aku pergi dulu pergi dulu ya"
Vano pun pergi keluar, tak berselang lama Pak Dirgantara sudah pulang dari kantor
"Vano ada dirumah kan Ma?" tanya Dirgantara
"Anaknya baru aja keluar, katanya udah buat janji sama teman nya, lagian Papa sih buat acara mendadak gitu" omel Diana
"Ini juga keinginan rekan bisnis Papa, Ma" jawab Dirgantara
"Ya udah kalau gitu Papa siap-siap dulu"
Tak berselang lama keluarga dari rekan bisnis Dirgantara sudah datang, dan di sambut hangat oleh Dirgantara
"Mari masuk Pak Sanjaya, istri saya udah nungguin di dalam" ajak Dirgantara kepada keluarga Sanjaya.
Begitu keluarga Sanjaya masuk ada yang membuat Diana tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
"Sarah" kata Diana kegirangan
"Loh Diana" ucap Sarah juga yang tidak percaya kalau akan bertemu dengan sahabatnya waktu di sekolah
Diana dan Sarah pun akhirnya berpelukan saling melepaskan kerinduan, setelah selesai saling melepaskan kerinduan, ada yang membuat Diana salah fokus yaitu Elena yang sedari hanya diam memperhatikan kedua orang tua nya.
"Ini pasti putri kamu" tebak Diana
"Namanya Elena, dia putri satu-satunya dari keluarga kecil saya dengan Sanjaya" ucap Sarah memperkenalkan Elena,
"Ayo Nak, kenalan sama Tante Diana, dia sahabat Mama waktu Mama masih SMA" jelas Sarah kepada Elena
Elena pun memperkenalkan diri ke Diana, dan Diana terlihat begitu bahagia pada malam hari ini, karena ia tidak menyangka kalau akan bertemu kembali dengan sahabatnya waktu SMA,
Sementara itu Dirgantara dan Sanjaya tengah asik mengobrol tentang bisnis yang mereka bangun.
"Ternyata istri kita memiliki hubungan yang begitu dekat" ucap Pak Dirgantara
"Saya juga baru tau kalau istri Pak Dirgantara merupakan sahabat istri saya" balas Sanjaya
"Iya Pak Sanjaya, ternyata dunia terasa begitu sempit"
Kedua keluarga besar itu pun akhirnya berbincang-bincang untuk membicarakan berbagai hal termasuk tentang bisnis yang mereka bangun.
"Ternyata Pak Dirgantara sama Bu Diana punya seorang Putra," kata Sarah yang baru mengetahui kenyataan tersebut, pasalnya sedari tadi ia tidak pernah melihat anggota keluarga yang lain di rumah itu
__ADS_1
"Itu memang betul Bu Sarah, tapi kebetulan Putra kita sedang ada urusan di luar bersama dengan teman-temannya, biasalah anak cowok zaman sekarang" kata Diana.