Jendela Sekolah

Jendela Sekolah
Kepanikan Amanda


__ADS_3

Bel tanda istirahat sudah berbunyi, semua siswa keluar dari kelasnya untuk menuju ke kantin, dan ada pula yang pergi ke perpustakaan sekolah, hanya untuk sekedar membaca buku.


"Ayo kekantin El," ajak Amanda.


"Gue ke toilet dulu, nanti gue nyusul," kata Elena.


"Ya udah, aku tunggu di kantin, jangan lama-lama," ucap Amanda.


Amanda pun meninggalkan Elena untuk pergi ke kantin, sedangkan Elena pergi ke toilet untuk buang air kecil.


Begitu Elena sudah selesai dengan kegiatannya di toilet, Elena pun keluar namun begitu Elena membuka pintu, pintu toilet tersebut tidak bisa dibuka.


"Kok pintunya gak bisa kebuka?" ucap Elena sambil berusaha membuka pintu.


Namun upayanya tetap sia-sia karena pintu toilet tersebut masih belum bisa dibuka,


"Ada orang di luar,"


"Halo... apa ada orang diluar, kalau ada tolong buka pintunya," ucap Elena memanggil orang yang sekiranya berada di luar, namun tidak ada sahutan apa pun dari luar.


Elena pun hanya bisa pasrah menunggu ada orang yang bisa membantunya. Sementara itu dari arah luar terlihat tersenyum puas.


"Itu belum seberapa, itu hanya permulaan karena sudah berurusan dengan Bos Clara," ucap Naomi dan ia pun meninggalkan Elena terkunci di dalam toilet.


Ternyata yang membuat Elena terkunci di dalam toilet adalah Naomi, anak buahnya Clara.


Amanda yang sedang menunggu ke datangan Elena merasa ada yang aneh, karena jam istirahat sudah mau habis tapi Elena masih belum keliatan menyusulnya.


"Keman tu anak gak nongol-nongol,"


"Apa dia gak jadi nyusul kesini," pikir Amanda yang tidak melihat kedatangan Elena.


Tak mau berperang dengan pikirannya Amanda pun kembali ke kelas untuk mengecek keberadaan Elena, sesampainya di kelas ia tidak melihat Elena dikelas.


"Kemana tu anak, di kelas gak ada, di kantin juga gak ada," kata Amanda yang perasaannya sudah gak enak.


"Kalian ada liat Elena balik ke kelas gak?" tanya Amanda kepada teman-temannya yang berada dikelas itu.


Namun mereka tidak ada yang melihat Elen sama sekali, akhirnya Amanda memutuskan untuk mengecek ke toilet, sesampainya di depan toilet di sana ia hanya mendapati tulisan kalau toilet sedang ada perbaikan karena rusak.


Amanda semakin khawatir karena tidak tau keberadaan Elena, Amanda pun kembali ke kelasnya tapi saat sedang melewati koridor sekolah ia bertemu dengan Azka.

__ADS_1


"Lo habis dari mana Nda?, kok kayak orang bingung gitu," tanya Azka saat berpapasan dengan Amanda.


Merasa ada memanggil namanya Amanda pun menoleh dan di sana sudah ada Azka.


"Ini gue lagi cari Elena, Kak,"


"Tadi gue janjiannya ketemu di kantin, soalnya Elena mau ke toilet, tapi sampai sekarang gue belum liat Elena," jelas Amanda.


"Udah di cek dikelas, toilet, atau tempat yang lain?" tanya Azka.


"Gue udah cari di semua tempat tapi belum ketemu," ucap Amanda yang terlihat menahan sedih.


"Sekarang lo tenangin diri dulu, kita cari solusinya sama-sama," ucap Azka penuh perhatian sambil memegang pundak Amanda.


Azka pun membawa Amanda pergi ke ruang CCTV, untuk mengecek keberadaan Elena.


Tapi sebelum mereka menuju ruangan CCTV, mereka bertemu dengan Vano dan Alvaro yang keluar dari kelasnya.


"Wih, ada yang udah punya gandengan nih," ucap Alvaro mengejek Azka, tanpa tau situasinya seperti apa.


"Ini bukan waktu nya untuk becanda Al, Elena hilang jadi gue lagi bantu Amanda buat cari Elena," kata Azka menjelaskan situasinya seperti apa.


Seketika raut wajah Alvaro dan Vano menjadi serius, dan Amanda yang melihat Vano seperti khawatir begitu, jadi berpikir kalau apa yang Elena ceritakan kemarin itu memang benar adanya, tapi alasannya apa?, pikir Amanda.


"Jadi lo mau ikut cek CCTV, apa mau lanjut bolos?" tanya Azka yang sudah tau akan pergi kemana saat mereka berdua keluar dari kelas.


"Gue ikut," kata Vano, dan mau tidak mau Alvaro pun ikut.


Akhirnya mereka bergegas untuk pergi ke ruangan CCTV sekolah, sesampainya di ruangan CCTV, mereka langsung masuk tanpa membuang-buang waktu.


"Permisi Pak," ucap Vano saat masuk.


Petugas CCTV yang melihat Vano masuk bersama teman-temannya langsung menanyakan maksud kedatangan mereka.


"Ada yang bisa dibantu," tanya petugas CCTV yang bertugas diruangan tersebut.


"Tolong bapak kasih kita rekaman koridor sekolah yang menuju ke toilet setelah jam istrihat," kata Vano tanpa basa basi lagi.


"Kira-kira untuk keperluan apa ya?" tanya petugas itu lagi.


"Teman cewek kita belum kembali setelah pergi ke toilet, jadi kita mau lihat kemana teman kita pergi setelah dari toilet," jelas Vano.

__ADS_1


"Kalau begitu tunggu sebentar ya, saya akan cari rekaman yang anda maksud," ucap Petugas tersebut.


Pertugas itu pun mencari rekaman yang Vano maksud, hingga di rasa rekaman yang maksud sudah ketemu ia pun melapor ke Vano.


"Ya ini bukan?" tanya petugas tersebut.


Vano pun melihat ke arah monitor begitu pun dengan yang lain.


"Coba di percepat pak," pinta Vano.


Petugas itu pun mempercepat rekamana CCTV sesuai arahan dari Vano.


"Itu teman kita Pak," kata Amanda begitu melihat Elena di rekaman CCTV, terlihat disana Elena sedang berjalan ke arah toilet, dan Elena pun menghilang di balik pintu toilet.


"Coba di percepat lagi Pak," pinta Vano lagi.


Begitu rekaman cctv di percepat mereka melihat ada orang yang keluar dari toilet tersebut, lalu orang itu juga yang menaruh tulisan toilet sedang dalam perbaikan.


"Itu kan Naomi, Van," ucap Alvaro yang mengenali Naomi karena mereka satu kelas.


"Ada yang gak beres nih, ayo kita ke toilet," ajak Vano, mereka pun berlari menuju toilet.


Hingga mereka telah tiba didepan toilet, mereka tidak langsung masuk karena itu merupakan toilet cewek, mereka pun menunggu di luar dan hanya Amanda yang masuk untuk mengecek ke dalam.


Kini Amanda sudah masuk kedalam toilet, ia mengecek toilet satu persatu hingga Amanda di buat syok, karena disana ia mendapati Elena sudah tidak sadarkan diri, Amanda pun berteriak minta tolong.


"Tolong!....Tolong!, Elena pingsan didalam." Amanda berteriak agar Vano dan temannya masuk untuk membantu.


"Itu Amanda minta tolong, ayo kita buruan masuk sebelum terjadi apa-apa," kata Azka begitu mendengar suara Amanda minta tolong.


Mereka pun bergegas masuk, saat mereka masuk disana ia sudah mendapati Elena yang sudah pingsan dan sedang di sadarkan oleh Amanda.


"Ayo El, sadar."


"Bangun El," ucap Amanda yang sudah tidak bisa menahan kesedihannya lagi saat mengetahui keadaan Elena.


"Ayo kita bawa ke uks," kata Vano,


Vano pun menggendong Elena untuk di bawa ke uks, begitu sampai di uks, Vano membaringkan Elena di atas brangkar uks, terlihat juga Amanda masih berusaha membangunkan Elena.


Dokter yang bertugas di uks itu pun sudah datang karena di panggil oleh Alvaro.

__ADS_1


"Yang lain mohon tunggu di luar, biar udara yang di butuhkan pasien bisa di salurkan dengan baik," pinta Dokter yang bertugas di uks tersebut.


__ADS_2