
Jodha Akbar , seorang istri dan wanita tangguh , mandiri cerdas . Meskipun kehudupannya tak secantik dan semulus kulitnya .
Nama aslinya Jodha , tapi karena satu inseden dia harus menika dengan Renzil Akbar .
Konglongmerat sekaligus bosnya , sikapnya yang dingin dan tegas membuat banyak orang segan . Karismatik tapi berhati hello kitty , jika dengan orang orang yang di sayang .
Jodha anak pantih , setelah usaia 17 tahun . Dia memelih hidup sendiri . Keluar dan meninggalkan pantih . Dia di pantih semejak kulitnya berwarna merah .
Banyak orang menghinanya dan meremehkan . Tapi semenjak ia menikah dengan Renzil , dan menyandang nama belakangnya .
Dia menjadi wanita yang di takuti , hanya dengan menyebut nama belakangnya .
Inilah kisahnya .......
🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐈🐈🐈🐈🐈🐈🐈🐈🐈
AWAL YANG BARU
" Bu Ana , terimakasih telah menjaga ku selama ini " . Jodha sedang berpamitan kepada kepala pantih , saat ini usiannya sudah beranjak 17 tahun .
Dia memutuskan untuk hidup mandiri . Jodha yang masih duduk di bangku SMA . Tidak takut untuk menjalani hidup mandiri .
" Nak ,, apa kamu sudah manta untuk hidup mandiri ? " . Bu Ana , masih kawatir melepas anak asuhnya hidup mandiri . Pasalnya Jodha termasuk anak yang pendiam dan susa bergaul . Bu Ana takut kalo Jodha nanti tidak bisa beradap tasi dengan lingkungan .
Apa lagi dia masih anak SMA , meskipun biaya sekolahnya . Ia dapatkan dari beasiswa full dari pihak sekolah . Tapi untuk kehidupan sehari harinya . Jika dia hidup mandiri , berarti Jodha harus mencarinya sendiri .
" Tenanglah Bu , Ibu gak perlu kawatir . Jodha tau kekawatiran ibu selama ini . Beberapa bulan yang lalu , Jodha sudah mencoba untuk bekerja . Jadi.Jodha pasti bisa , hidup mandiri " . Jodha mencoba meyakinkan dan menenangkan ibu pantih .
" Tapi sayang ,,, ? " , sebelum ibu Ana melanjutkan ucapannya . Jodha langsung memeluk dan berbisik .
" Ibu percayalah , Jodha pasti bisa hidup mandiri . Ibu do'akan Jodha saja yang terbaik " .
" Ibu akan selalu mendo'akan mu nak , baiklah . Jika ini keinginan mu . Ibu bisa apa , tapi satu hal mesti kau ingat " .
" Pantih ini selalu terbuka untukmu , jangan memendam apa apa sendiri . Kembali pulang , jika kau tak sanggup hidup di luar ". Ucap bu Ana , air matanya tak terasa meleh .
__ADS_1
Ibu Ana , adalah sosok yang mengayomi dan penyayang . Dia tidak akan membiarkan anak anak asuhnya . Tersakiti ataupun terlantar , meskipun mereka di apdopsi . Ibu Ana tidak akan melepaskannya bigitu saja . Dia akan memantau dari jauh , jika di rasa anak asuhnya . Bahagia bersama keluarga barunya , dia akan melepasnya dengan senang hati .
Setelah perpisahan yang alot , Jodha berdiri di depan gerbang pantih . Tak terasa air mata yang tadi di tahannya . Kini meluncur dengan sempurna .
" Aku tidak akan lupa , dari mana asal ku . Meskipun aku pergi , ini adalah awal yang baru . Semoga aku bisa hidup lebih baik dan tak mengecewakan bu Ana " .
👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣
2 bulan ke mudian , Kos AW ( tempat tinggal Jodha ) .
Tuk ,, tuk ,,
Suara pintu kamar no 1 yang terletak dekat dengan gerbang di ketuk oleh seseorang .
Cklek ,,
Dari arah dalam pintu di terbuka .
" Bu Ana ! " , seru Jodha dari dalam kamar . " Sama siapa kesini ? , ayo silahkan masuk ". Ucap Jodha begitu senang mengetahui siapa tamun yang mengetuk kamarnya .
Bu Ana tersenyum lembut dan memeluk anak asuhnya serta membelai lembut bahunya . Menyalurkan kerinduan yang terpendam .
Mata bu Ana masih menelesuri sudut ruangan . Kamar kost 3x3 yang di tempati Jodha terlihat bersih dan tertata rapi .
Meskipun fasilitasnya tak terlalu mewah . Hanya ada sofa plus kasur , dimana di bawahnya terdapat laci almari . Yang di pergunakan sebagai almari pakean . Rak rak gantung untuk temapat buku , dan terdapat meja belajar kecil .
Cuma nilai plusnya , kamar ini sudah di lengkapi kamar mandi . Jodha sengaja memilih kamar yang ada kamar mandinya . Meskipun agak mahal . Untuk ukurannya , yang harus bekerja paruh waktu . Di sela sela kesibukannya menuntut ilmu .
Bagi Jodha , memiliki kamar mandi sendiri sangat penting . Karena dia bebas menggunakannya tanpa harus antri . Itu sebabnya dia memilih kamar kost ini .
" Bagai mana kabar mu sayang ? , sekolah mu berjalan lancarkan ? ". Bu Ana mulai bicara , saat Jodha sudah duduk di dekatnya . Setelah beberapa menit dia mengambil air minum untuknya .
" Kabar aku baik bu , sekolah ku lancar . Minggu depan di sekolah ku akan ada ujian masuk perguruan tinggi . Di mana , bagi siapa yang bisa masuk 3 besar . Maka anak tersebut berhak memilih untuk masuk . Ke perguruan tinggi favoritnya " , Jodha bercerita dengan antusias .
__ADS_1
" Syukurlah kalo begitu , lalu baga mana hari hari mu ? " _ Bu Ana .
" Aku bekerja di butik Bu Asmi , dari jam 3 sampai jam 9 malam " . Jodha langsung menceritakan kegiatannya setelah pulang sekolah . Dia tau apa yang mau bu Ana ketahui .
Bu Asmi adalah donatur tetap di panti , Jodha perna bertanya . Apa di tempatnya ada lowongan pekerjaan saat bu Asmi berkunjung .
Dan kebetulan , bu Asmi memerlukan tenaga serabutan . Awalnya dia ragu menawari Jodha pekerjaan itu , karena dirasa pekerjaan itu berat untuknya .
Dengan percaya diri Jodha dapat menyakinkan bu Asmi . Dia di terima disana , dan sudah berja dari 6 bulan yang lalu .
" Em ,, jaga kesehatan mu . Meskipun sibuk belajar dan bekerja . Jangan sering makan mie instan ! " , Bu Ana memberi nasehat singkat .
" Itu pasti bu ", Jodha menjawab dengan yakin dan tersenyum lebar .
" Ini untuk mu nak " , Bu Ana menyodorkan amplop putih persegi panjang berisi uang .
" Gak perlu bu " , Jodha menepis dengan pelan . Baginya bu Ana lebih memerlukannya untuk pengoprasionalan pantih .
" Nak ,,, ambillah , hidup sendiri itu tak mudah . Ini simpanlah , untuk berjaga jaga " _ Bu Ana .
" Aku tau bu , hidup sendiri itu tak mudah . Tapi ibu tak perlu kawatir , aku masih mempunyai sedikit tabungan . Jadi ini tidak perlu bu " , Jodha berucap sambil tersenyum lembut .
Sebelum memutuskan untuk hidup mandiri , Jodha telah menabung . Selain penghasilannya dari butik . Jodha juga seorang penulis novel online .
Di mana beberapa novelnya sudah di terbitkan , dan dia berhasil mendapatkan kontrak . Yang mana uang dari hasil novel itu Jodha tabung untuk kepeluan hidupnya . Di saat meninggalkan pantih , ia sudah merencanakan jauh jauh hari .
" Tapi ",, dengan cepat Jodha mengegamkan kembali amplop itu ke tangan bu Ana . Sebelum dia selesai berbicara .
" Hemm " ,, bibir Jodha tersenyum datar . Matanya memandang ke manik mata bu Ana . Sembari menganguk pelan , meyakinkan Bu Ana kalo dia tak memperlukan isi amplop itu .
Tangan bu Ana yang satunya , mengelus bagian tangan Jodha . Yang menggenggamkan ke tangannya , tersenyum lembut .
Mata Bu Ana berkaca kaca . Dia terharu dengan sifat Jodha yang mandiri dan terlihat dewasa . Dia mengambil keputusan yang bijak . Walau Jodha juga membutuhkannya , tapi dia memilih untuk tidak mengambil isi amplop itu . Karena baginya pantih lebih membutuhkannya . Bu Ana tau itu , karena meski Jodha tak mengucapkannya Bu Ana dapat melihat kebaikan hatinya .
Jodha langsung memeluk tubuh bu Ana dan berbisik liri . " Ibu gak usah kawatir , do'akan aku selalu . Agar bisa menjaga diri dan selalu dalam ke adaan baik " .
__ADS_1
" Em " ,, Bu Ana mengelus lembut bahu Jodha . Memberi kekuatan , sembari berucap . " Jaga diri baik baik , anak ku telah dewasa . Ibu akan selalu mendo'akan mu . Meski kita sudah tak tinggal satu atap , dan kau tak terlahir dari rahim ku . Kau tetap anak ku , dan aku berharap anak ku selalu mendapatkan yang terbaik . Jangan sungkan sungkan untuk pulang dan apa pun itu jangan di pendam sendiri " .
" Em " ,, _ Jodha , suasana kamar menjadi haru .