
Langit malam ini tergolong cerah , meski tak bertabur bintang . Tanpa memperdulikan imagenya , Jodha makan dengan lahap . Dia sudah menghabiskan nasi dua bungkus , dan sekarang yang ke tiga .
Nasi bungkus berisikan lauk megono ( nangka muda yang di caca ) . Di tambahkan sambel trasi bercampur kacang tanah . Rasa manis , gurih , kranci dari sambel . Bercampur dengan sedapnya nasi , belum lagi lauk tambahan .
Seperti tempe mendoan , sate keong , pepes ikan , krecek kecap . Dan masih banyak lagi , lauk pendangping yang sederhana .
" Jangan bilang tadi siang , kamu melewatkan makan siang ? ". Renzil bertanya setelah memperhatikan cara Jodha makan .
Jodha hanya fokus makan , tanpa perduli dia yang ada di sampingnya .
" Em " , sebuah anggukan kecil . Dari kepala Jodha menjadi jawaban songkat .
" Ah ,,, kenyang 😁 ", ucap Jodha begitu bungkusan nasi ketiga tandas .
Tangan kanan Jodha di celupkan ke kobokan . Di mana di dalamnya terdapat air , dengan sedit potongan nipis . Air cuci tangan simpel , Jodha meremas sediki jeruk nipis dalam kobokan . Agar wanginya menempel pada jari telunjuknya , menggantikan bauh makanan yang menempel di jari .
Jodha makan langsung dari jarinya , tanpa perantara sendok . Renzil melihat hal itu hanya bisa bergumam dalam hati . " Cewek yang apa adanya , gak bisa apa jaim dikit . Di depan cowok yang terang terangan mengejarnya ".
" A ,,, i ,,, " , Renzil hanya menggeleng pelan kepalanya dan tersenyum datar .
Kalo setiap cewek yang dekatnya , akan selalu menjaga imagenya . Atau lebih ke arah sungkan , bahkan malu malu . Ini malah sebakiknya , gak ada yang berubah .
Walupun Renzil kemarin sudah memberitahukan niatnya . Entah apa yang ada di kepala Jodha , dia masih bersikap biasa biasa saja .
Tak sedikit banyak wanita yang takut takut , tapi masih maju mencoba merayunya . Wajah Renzil yang tampan , dengan shifat dingin memancarkan kewibawaan . Seorang pemimpin yang sulit di dekati , auranya bigitu kuat mengitimidasi .
" Sudah selesai belum ? " , Jodha bertanya sambil menengokan kepalanya ke orang di sampingnya .
" Hem ",, Renzil mengangguk . Dia melakukan hal yang sama seperti Jodha , walaupun saat makan tadi . Renzil tetap menggunakan sendok makan , baginya makan langsung pakai tangan .
Di tempat seperti ini pulah , masih sangsi dan ragu . Tapi setelah di coba , lidahnya yang pemilih . Cocok juga dengan makanan olahan ala ala kampung ini .
__ADS_1
Jodha berdiri dan mendekati sang penjual , menghitung semua makanan yang tadi di makannya .
" Jadi berapa mak Sin ? "_ Jodha .
" Totanya jadi 40 ribu , neng ". Ucap mak Sinta dengan ramah .
" Ini 👝" , Renzil buru buru menyodorkan dompetnya . Begitu melihat gelagat Jodha ingin mengambil uang dari tas ranselnya .
Jodha menerimanya , dia tau maksud Renzil menyodorkan dompetnya . Karena dia tak ingin berdebad , yang akhirnya memakan waktu terlalu lama di tempat itu .
Tapi Jodha tak mengambil uang dari domper Renzil , dia menggunakan uang receh 2 lembar uang 10 ribuan dan satu lembar uang 20 ribun . Yang terletak di kantong tempel kecil paling depan tasnya . 🎒 Tempatnya menyimpan uang receh , kunci kost dan premen .
Barang barang yang sekirannya sering di gunakan di jalan . Jodha menaruhnya di sana , agar dia mudah untuk mengambilnya .
" Ayo ,, jalan lagi " , Renzil berucap setelah dia menyelesaikan memakai sepatunya kembali .
Setelah menyerahkan dompetnya , Renzil berbalik dan berjalan lebih dulu . Ke arah di mana sepatunya terparki , dia memakai sepatu fantovelnya yang muali berdebu .
👞 Sepatu berbahan kulit ini , tetap terlihat berkualitas . Meski berjejer dengan sepatu sepatu pasaran lainnya 👟👡👢 .
Mereka berboncengan kembali ke arah kost Jodha . Tanpa berbicara , karena Jodha sudah mualai menguap karena kantuk .
" Sampai " ,,, ucap Renzil begitu memarkir sepeda motor Jodha di parkiran paling pojok .
Karena garasi dan halaman , sudah terisi penuh oleh kendaraan kendaraan para penghuni kost lainnya .
Rata rata mereka pulang di jam jam sore , paling larutpun paling jam 7 tujuh malam . Karena penghuni kost , kebanyakan mahasiswa dan pekerja kantoran . Yang jam pulangnya masih terbilang sore .
" Makasih telah mengantar ku , lain kali gak perlu repot . Ini dompetnya ", Jodha berucap sembari mengulurkan dompet Renzil . Yang sedari tadi di bawanya .
Renzil bergerak dari jok motor Jodha , kini dia telah berdiri berhadapan dengan Jodha . Menerima dompet dari uluran tangan Jodha . Membuka lipat dompet tersebut , dan mengambil 1 kartu hitam .
__ADS_1
" 💳 , ambil ini ! ", ucap Renzil singkat .
" 🤔 ,, untuk apa ? ", Jodha bertanya tak mengerti dengan maksud Renzil .
" Pakai ini ,, saat kita makan bersama atau berbelanja bersama ". Jawaban singkat Renzil membuat Jodha tercengang .
" 😯 ,, ha ? " , tak lama Jodha tertawa lepas . " hahaha 😁😂😂 , buat apa kau memberikan aku kartu mu . Seperti aku istri mu saja , ini tidak perlu ". Jodha mendorong tangan Renzil yang memegang kartu itu . Agar dia memasukan kembali kartu itu ke dalam dompet .
" Pegang saja ,, aku tau tadi kau tak mengambil uang ku untuk membayar "_ Renzil .
" ☺ ,,, hem " , Jodha tersenyum simpul .
" Tak perlu ,, kalo cuma makanan pinggiran jalan seperti itu . Aku masih bisa traktir pak presedir 😉 , sekali kali aku yang meneraktir . Anggap ini sebagai balasan untuk kotak makan sianga yang waktu itu 😁 ".
Jodha berbicara dengan senyum lebar di akhir kata .
" Huff " ,, Renzil menghela nafas pendek 😒 ." Jadi kamu sudah tau hal itu ? ".
" Ya ,, presedir . Maaf ya ,, hanya bisa menarktir makanan receh . Tapi ,, nanti kalo aku udah dapat gaji magang pertama ku . Aku ajak kamu makan di tempat yang istimewah 😉 . Itupun kalo presedir tidak sibuk ", Jodha mengutarakan maksudnya .
" Baik lah , kamu sudah berjanji . Aku tunggu , saat waktunya tiba . Kamu gak boleh ingkar janji ". Renzil berucap dengan penuh penekanan .
" He ,, em ,, tenang saja . Aku takan lupa dengan janji ku ".
🙄🙄🙄🙄🙄😘😘😘😘😘
😯
😘
🙄
__ADS_1
😉
😒