JODHA AKBAR

JODHA AKBAR
Penabur cinta ( Bagian 2 )


__ADS_3

" Sudah ,, sudah ,, duduk gih , ponsel kamu di mana Jo ? . Di hubungi dari tadi gak di angkat angkat 😒 ! ".


Keluh Renzil , dia saat ini sudah duduk saja . Tanpa perduli sekitar , yang hebo akan ke hadirannya .


Mendengar keluahan Renzil , Jodha segera merogoh tasnya . Mencari cari telpon selulernya .


" 📱" ,, Setelah mengecek hp-nya . Jodha tertawa lebar " 😁 ". Mendapati hp-nya dalam mode pesawat . Dalam hitungan deting , jari lentik Jodha menyalakan data kartunya .


Dan mulai , semua chat masuk serta riwayat penggilan tak terjawab . Muncul di layar pipi bercahaya hijau terang .


" 😁 ,, maaf tadi sebelum kelas di mulai , hp ku di mode pesawat . Terus karena lanjut ke perpus , jadi lupa mengaktifkan ".


Jodha menjelaskan , tanpa lupa dengan cengirannya .


" Hufff ",,,😒 Renzil menghela nafas pendek . Mendapati shikap Jodha , Renzil mulai tau salah satu shikap Jodha .


Wanita ini jika sudah mulai fokus , semuanya bisa di lupakan . " Hadeh ,,, kelak ,, harus membuatnya , hanya fokus pada ku ".


Renzil bertekat dalam hati , akan mengikatnya . Dan akan membuat Jodha hanya berfokus padanya .


" Masih ada hal lain , yang mau kau kerjakan di kampus hari ini ? ". Renzil mulai mengutarakan tujuannya .


" Tidak , recananya habis ini aku mau pulang . Ci kamu mau pulang atau masih ada perlu di sini ? ".


Jodha menjawab , dan juga bertanya pada Suci yang dari tadi diam . Sibuk memperhatiakan dan membuat argumennya sediri dalam hati .


" Aku nunggu jemputan , kalian kalo mau pergi . Pergi aja dulu ", Suci mengerti akan tujuan Renzil . Yang pastinya ada perlu dengan sang sahabat .


" Eh ,, kenapa mesti menunggu jemputan , aku antar aja kalo kamu mau pulang ". Jodha menawarkan diri tanpa mempertimbangkan kehadiran Renzil .


" Tidak usah ,, kau ini gimana sih , pak presedir menyempatkan diri . Untuk datang ke sini , pasti mempunyai perlu dengan mu ".


Suci menegur dengan halus , dia merasa sahabatnya ini kembali ke mode penolong . Selama ini , memang Jodha sering mengantar Suci pulang . Jika mobil jemputannya ada kendala . Atau setidaknya dia menemani Suci , sampai mobil jemputannya datang .


Suci yang notabenya , seorang nona dari keluarga kaya . Menerima maksud baik Jodha , dia tak malu atau gengsi . Walupun hanya di antar dengan sepeda motor butut milik Jodha .


Mereka bak perangko , yang selalu menempel satu sama lain . Suci tidak berprilaku seperti nona nona besar . Yang bershifat sombong , angkuh pada Jodha .

__ADS_1


Hanya karena dia anak pantih , dan pemegang beasiswa setiap tahun .


" Tapi ,, kamu ,, nanti bagai mana ? " , Jodha masih merasa sungkan .


" Begini saja , biar dia di antar supir ku . Dan kamu ikut aku ". Renzil memecah perdebatan dua sahabat ini .


" Ha ?? ",,, Suci tak percaya dengan apa di usulkan Renzil .


" Sudah ,, tidak usah berdebat lagi . Ayo kita pergi , ada sesuatu yang berkaitan dengan mu ". Renzil berdiri , mulai berjalan keluar kantin .


😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁


Di lain tempat ,,


Tepatnya di jalan menujuh rumah Rullio , ibu tunggal ini . Mengedari sepedanya dengan satai 🚲 . Rencananya dia akan menjemput sang putra di sekolahnya .


Kemudian akan berbelanja ke pasar tradisional , hari ini dia cuti kerja . Setelah tiga hari longshif , akhirnya dia punya sedikit waktu longgar . Kebetulan semua kebutuhan dapurnya mulai habis . Jadi wanita dengan rambut pendek , lebih ke arah pria ini .


Memutuskan pergi berbelanja di pasar tradisional saja . Dia harus mulai berhemat , karena sebentar lagi Qollio akan memasuki sokalah dasar .


Dan Rullio mau mendaftarkan anaknya di sekolah internasional . Dia ingin sang anak mendapatkan pendidikan yang terbaik .


Satu persatu anak kecil keluar dengan di jemput para orang tua masing masing . Dan ada juga yang di jemput baby sister mereka .


Di samping pintu kelas , berdiri boca berkulit putih . Wajah yang ke bule bulean , memang sangat menonjol .


Menjadikannya berbeda dari yang lain , di tambah warna pupil matanya . Abu abu , menuruni warna mata sang kakek dari pihak ayah .


Ayah biologisnya tidak menuruni warna pupil mata ayahnya . Dia mewarisi warna pupil mata sang ibu , coklat muda .


Menjadikan sorot matanya bak elang , tajam . Sungguh berbeda , tapi dari keseluruan wajah anak ini . Sungguh mewarisi wajah sang ayah biologisnya waktu kecil .


" Mama " ,, jerit sang anak . Saat melihat sang ibu sedang berjalan ke arahnya .


" Qollio sayang " ,, Rullio menyambut pelukan sang putra denga suka cita .


" Bagai mana tadi sekolah sayang ", Rullio mengusap rambut sang anak pelan .

__ADS_1


" Seru ma ,, Qollion mendapatkan ini dari bu guru ma " . Sang anak menunjukan plastik bergambar salah satu karakter anak .


Plastik itu bening , meski bergambar . Masih bisa terlihat jelas isinya . Coklat bertabur kacang mete , dari salah satu merek yang iklannya wara wiri di tv . Roti bulat yang tengahnya bolong , bertabur meysis .


Keripik kentang , rasa ayam panggang . Dua permen lolipop rasa susu + melon . Adalah penghuni plastik tersebut .


" Wah ,, dalam rangka apa sayang ? , bu guru memberi hadiah ". Rullio mengulas senyum lembut , wanita kantoran yang dulu kaku .


Kini menjelma menjadi sesok ibu yang benar benar penuh kasih . Wajahnya yang dingin , akan melembut . Saat bersama sang anak , penampilannya berubah total .


Rambut yang dulu selalu di kuncir kuda , dan berponi . Kini telah di pangkas pendek , sangat pas dengan wajah lonjongnya .


Tubuh mungilnya , dulu selalu memakai pakaian formal . Rok selutut dan bleser , kini berganti dengan celana pendek tiga perempat .


Dan atas tunik kaos sering menemaninya , sedangkan saat bekerja . Pakainya hanya kemejan berwarna ungu , dan bawahan rok hitam . Seragam para karyawan pabrik , tempatnya mencari rezeki .


Sedangkan saat akan menghadiri acar fotmal , kondangan atau pertemuan pertemuan kecil . Rullio akan memakai blus , yang panjangnya di bawah lutut .


Semua gaun indah nan sexsi , telah ia singkirkan . Bahkan tas tas mahalnya telah ia jual . Bergati dengan tas selempang sedang dari salah satu merek majalah . Dan terkadang jika dia harus pergi ke suatu tempat . Dengan barang bawaan banyak . Ia lebih memilih tas punggung .


" Aku mendapatkan nilai sempurna ma ", Qollio membanggakan dirinya di depan sang ibu .


" Benarkah ,, wah anak mama memang pintar . Ok , untuk ini kita akan merayakannya . Sayang mau makan apa ? ".


Pembicaraan ibu dan anak ini terus berlanjut , tanpa mereka sadari . Dari jarak yang tidak jauh , ada yang selalu memperhatikan mereka .


😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱


🚲


😁


😍


😆


😒

__ADS_1


😘


__ADS_2