
Di rumah Rullio , langsung memasak menu kesukaan sang anak . Dengan cekatan dia mulai mengolah bahan mentah yang segar menjadi masakan .
" Khem ,, khem ",, Zayen berdehem , memberitahukan ke datangannya .
" Tuan muda , apakah anda membutuhkan sesuatu ? ".
" Tidak , aku datang untuk melihat . Adakah yang bisa ku bantu ? " .
" Ah ,, tidak perlu tuan muda , ini sebentar lagi selesai . Anda tunggu sebentar , em ,,, eh ,, itu saya lupa menawarkan anda dan tuan muda Willi minum " .
" Sebentar saya ambilkan " , Rullio menghentikan aktifitasnya sejenak . Dan menuangkan 2 cangkir kopi , segelas susu , dan menaru biskut di dalam toples kecil .
Keatas nampan , " maaf lupa memberi suguhan " . Rullio sungguh memperlakukan Zayen layaknya tamu .
" Bisakah kau tak bersikap formal kepada ku? "_Zayen .
Rullio terdiam sejenak , dan berucap singkat " Saya rasa kurang pantas " .
Sebelum membawah minuman ke arah meja tamu
Zayen terpaku melihat ke pergian Rullio . " Jika kau hanya diam , maka akan aku cari kebenarannya sendiri ". Ucap Zayen dalam hati .
Karena merasa ada suatu rasa yang tak bisa di ungkapkan . Ketika melihat Rullio dan Qollio ,, ? .
🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔
" Hufff ,, akhirnya sampai di kost juga " . Jodha merasa lega ,, telah melewati rasa canggung yang sungguh membuatnya tak bisa leluasa bergerak .
" Tunggu ,, ini , kamu lupa membawahnya " . Renzil memberikan peaper bag berisi kebaya kepada Jodha .
"Tapi ,,, ? "
" Gak ada alasan apa pun , 2 minggu lagi waktu acara akan berlangsung aku jemput " .
Sedetik kemudian Renzil berucap sesuatu . Yang membuat Jodha hanya melongo .
" Aku sedang mengejarmu , persiapkan hati mu . Dan aku tidak menerima penolakan ". Renzil mengutarakan isi hatinya dengan singkat .
" Ah ,,,, ? " , Jodha hanya bengong mendengar pernyataan Renzil .
" Sana masuk ,, sudah malam ,, tidak usah di pikirkan . Kita jalani saja dan biarkan mengalir " . Renzil menepuk bahu Jodha dan membelokannya mendorong ke arah pintuh masuk .
Jodha masih sok , diam dan berpaling sebentar . Gak percaya , dengan ucapan yang baru saja di ucapkan Renzil . Dia baru saja di tembak seorang Renzil Akbar , " oh ,, my good !! " .
🙄😯😯😯😯🙄
" Maaf hanya bisa menyuguhkan masakan rumahan , ini memang tak sebanding dengan masakan chef ternama . Tapi ini bisa di makan , silahkan tuan muda di cicipi " .
__ADS_1
Sup ikan , begitu segar menggoda selera . Ikan yang sudah di fillet , di buang durinya . Agar sang anak mudah untuk memakannya . Di masak setim , dan di tempatkan di pot yang tahan panas .
Tumis brokoli , wortel , jamur , sebagai pelengkap . Tak lupa Rullio membuat Ikan goreng tepung . Dari bahan ikan yang tersisa , sebagai pendamping juga .
" Em ,, sekertaris Rullio tak ku sangka kau berbakat dalam memasak " .
" Tuan muda Willi terlalu memuji , ini hanya masakan rumah yang sederhana " .
" Paman benar , mama ku paling jago memasak . Qollio begitu antusias memuji masakan sang mama " .
" Eh ,, sebaiknya kita mulai makan " . Ucap Rullio memotong pembicaraan mereka .
Rullio begitu telaten mengambilkan makan untuk sang anak .
Qollio walapun baru berusia 5 tahun , dia sudah bisa makan sendiri dengan benar . Qollio tidak manja , dia sudah terdidik mandiri .
Zayen tersenyum tipis , menyaksikan interaksi ibu dan anak ini . Rullio yang terkenal kaku , dingin dan datar . Sungguh terlihat keibuan dan telaten dalam menghadapi tingkah Qollio yang aktif .
Mereka menikmati makanan dengan tenang dan santai . Tapi tidak dengan Willi , meskipun dia terlihat tenang . Padahal dalam pikirinya berkeliaran memikirkan di mana dia pernah meliah wajah Qollio .
" Di mana , aku pernah melihat anak itu ? Dia sungguh tak asing bagi ku ", isi fikiran Willi .
🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔
Jodha sungguh tak bisa memejamkan mata , fikirannya melayang entah ke mana . Saat seorang Renzil Akbar , mengutarakan perasaannya .
" Apakah ini benar ? , Apakah dia sungguh sungguh ? , Ini bukan mimpikan ? " . Semua pertanyaan ini berkecamuk dalam fikirannya .
Tubuhnya di bolak balikan dari mulai sisi ranjang ke sisi yang lain . Dari posis tidur terlentang , tengkurep dan mengubur diri di bawah selimut .
" Ah ,,, aku ini kenapa sih ? , bisa langsung baper dengan omonganya ."
" Huffggg ,,, cepat tidur ,, cepat tidur Jodha . Kalo tidak , besok pagi mu akan sangat mengantuk ".
Jodha berbicara sendiri .
😘😘😘😘😘😘
" Terimakasih telah memjamu kami " , Willi berucap saat Rullio mengatar mereka ke luar rumah .
" Ah ,, ya ,, maaf menjamu tuan muda dengan menu seadanya " .
" Kau ini ,, masakan mu tadi gak kalah dengan chef di restoran ternama " .
__ADS_1
" Em ,, kalo begitu , terimakasih ya ,, aku balik dulu " . Ucap Willi kilat saat melihat sang sahabat , Hanya diam di sampingnya .
Setelah Willi masuk mobil , Zayen mulai bertanya . " Bisakah kita bertemu kembali dan berbicara ? ", Zayen bertanya dengan ragu ragu .
" Hemmmm ,, saya rasa , itu tidak perlu tuan muda . Karena sekarang saya , bukan sekertaris tuan Zafran " .
" Kita bertemu dan berbicara kembali , bukan aku sebagai anak atasanmu dan sekertaris . Lebih kepada teman " , ucap Zayen dengan nada penuh makna .
" Saya rasa kurang pantas tuan , jika seorang seperti saya berteman dengan anda . Maaf Qollio sudah menunggu saya di dalam . Saya permisih dulu " , Rullio menyudahi pembicara mereka dan memilih pergi .
" Tapi ",, sebelum Zayen melanjutkan ucapannya . Rullio sudah berbalik dan berjalan masuk .
" Kenapa kamu memasang tembok yang tinggi , sebenarnya apa yang terjadi waktu itu ". Lagi lagi Zayen mencoba menerawang ke masa masa itu . Setelah kejadian di Villa dia sungguh berubah total .
" Woe ,, brow ,, udah jangan bengong aja . Jadi balik gak ini ",, teriak Willi dari dalam mobil .
Mobil mereka terparkir lumayan jauh . Karena rumah Rullio berada di dalam gg yang gak bisa di masuki mobil .
" Hem ",, Zayen berbalik dan berjalan di mana mobilnya terpakir .
" Mending di perjuangkan , kalo ada cinta . Jangan hanya diam " . Ucap Willi begitu Zayen berada di belakang setir mobilnya .
" Hufgg " ,, Zayen hanya melihat ke arah Willi sekilas , membuang nafas denagan kasar . Dan dengan cepat meyalakan mobilnya melaju pergi .
💞💞💞💞💞💞
Di perumahan Diamon .
Dimana perumahan dengan kosep moderen berjejer beraturan .
Di sebuah kamar bercat abu abu , khas seorang kamar seorang pria . Willi sedang sibuk berpikir tentang dimana dia pernah melihat wajah anak kecil itu ." Wajahnya sungguh tak asing , ah ,, aku tau ' ,, dengan cepat Willi berdiri dan berjalan ke luar kamar .
" Mba Lala " ,,, teriak Willi ,, memanggil pengurus rumah .
" Ya ,, Den ? " , mba Lala langsung berlari menghampiri sang majikan .
" Mba Lala tau , dimana album alumni Tk ku ? " .
" Album alumni Tk aden ", mba Lala berfikir sejenak .
" Ah ,, itu ada di dalam almari yang berada di ruang keluarga ". Jawaban mba Lala begitu dia menyadarinya .
" Semua album album foto keluarga , tersimpan di situ den ".
Setelah mendengar jawaban mba Lala , tak butuh waktu lama Willi menemukannya .
" Ah ,, benar firasat ku , Qollio mirip dia waktu kecil ". Ah ,,, Willi tercengang tak habis pikir dengan temunnya .
Dengan cepat , dia menyambar henponnya memberitahukan temuannya .
__ADS_1
" Qollio , Dia persis dengan mu waktu kecil " . Apakah kau mempunyai penjelasan untuk hal ini . Itu lah hestek di bawah foto yang di kirim ke sahabat Willi di luar sana .