JODHA AKBAR

JODHA AKBAR
Pasar malam


__ADS_3

Setelah di rasa beres , Renzil melajukan motornya dengan pelan .


" Bisa tidak bawahnya ? " , Jodha bertanya karena melihat Renzil pelan sekali membawanya .


" Kamu pegangan yang erat , karena kalo jatuh aku gak tanggung jawab " _ Renzil.


" Ih ,, kaya bisa aja bawahnya ", Jodha .


Saaaaaatttttttt ,,


Tanpa aba aba Renzil menambah kecepatannya . Setelah di rasa mengerti keadaan motornya .


Ahhhhhhhh ,,


Teriakan Jodha . Membuat Renzik tertawa tanpa sadar , dengan cepat dia menarik tangan Jodha agar memeluknya dengan erat .


" Kau ???? " ,, Jodha memukul ,, mukul pelan bahu Renzil begitu motor terhenti .


" Haha ,, takut ya ,, untung ini bukan motor sport . Kalo motor sport , lebih cepat lagi CC nya " . Renzil berbicara di sela sela tawanya .


" Eh ,, ini di mana ? " , Jodha mengamati area setempat .


" Pasar malam , ngapain kita kesini ? " Jodha bertanya sepontan .



" Turun ! ,, temanni aku makan malam " ,, Renzil berucap datar .


" Oh " ,, Jodha hanya ber-o ria .


Mereka berjalan menyusuri jalan pasar . " Mau makan apa ? ", Jodha bertanya karena dari tadi . Renzil hanya berjalan menyusuri jalan melewati setiap kios .


" Terserah " ,, jawab Renzil singkat .


" Aih ,, bilang kek dari tadi ,, kita makan di sana saja ". Jodha menunjuk warung makan , yang menyediakan makanan komplit .



Jodha memesan nasi + sayur complit . " Cumi bakar di sini enak loh " , Jodha mengambilkan satu tusuk cumi dan menaruhnya ke piring Renzil .



" Sering makan di pasar ini ? " , mendapati perlakuan Jodha . Membuat Renzil bertanya ingin tau .


" Gak juga sih ,, cuman dulu waktu belum kerja kantoran . Aku cari makannya di sini " , Jodha mengenang masa masa pertama keluar pantih .


" Sebentar " , Jodha berjalan ke depan warung . Menghampiri setans gorengan . Dia memesan udang tepung , dan udang goreng garing .



" Nih ,, udang goreng ini enak loh , krispiy dan manis gurihnya pas " . Lagi lagi Jodha merekomendasikan sebuah makanan .


Mereka memakan dengan santai dan berbicang ringan .


" Nenek " ,,


Jodha langsung berdiri menghampiri nenek Lani . Yang baru masuk warung membawah barang belanjaannya . Dia langsung mengambil alih barang bawaan nenek masuk ke dapur .


" Odha ",,


" Suda lama nak , kenapa gak pernah mampirke sini lagi nak ? ".


" Hehehe ,, Odha sibuk belajar dan kerja lapangan nek " .


" Em ,, eh ,, kamu kesini bersama siapa ? ". Nenek Lani bertanya begitu melihat Renzil , yang dari tadi duduk bersama Jodha .


" Itu nek , temen aku " . Jodha menunjuk Renzil yang sedang duduk memandang mereka ngobrol.


" O ,,, oh ,,, nenek kira itu suami atau pacar mu nak " . Seloro sang nenek begitu mendapat penjelasan dari Jodha .

__ADS_1


" Haha ,, nenek bukan , Kalo begitu Odha kesana dulu ya nek ".


" Ya sana , nikmati makan malam mu ". Ucap sang nenek sambil menepuk bahu Jodha .


" Sup buatan nenek memang istimewah " . Nenek Lani hanya tersenyum mendengar pujian Jodha .


" Kau mengenalnya ? ", Renzil bertanya begitu Jodha kembali duduk di tempatnya .


" Yup , dia nenek pemilik warung . Eh ,, kau ini pemilih sekali ? , seperti anak kecil ". Jodha berucap saat melihat Renzil menyisihkan wortel di pinggir piringnnya .


" Aku tak suka wortel , bukan berarti aku anak kecil " . Renzil menjawab acuh .


" Hahaha ,, pada hal itu enak loh . Begini cara makannya " . Jodha memotong wortelnya kecil , menaruhnya di atas nasi . Lalu di atas wortel di taru potongan udang . Di masukkan kuah sup , cobala ! .


Jodha menyodorkan sendoknya tepat di depan mulut Renzil .


" Hap ",, Renzil melahapnya dengan sekali bukaan mulut .


" Kunya pelan pelan ,, bedakan rasanya ! . Bagaimana , enak kan ? . Rasa manis , segar , kranci , gurih jadi satu . Dan bauh wortelnya gak ada ".


Terang Jodha , menggambarkan sensasi rasa yang keluar . Saat makana itu di kunya di dalam mulut .


" Em ",, Renzil hanya mengangguk , tanda setujuh dengan apa yang di katakannya .


" Makanlah ,, habis ini kita berburu makanan penutup . Jadi sisahkan sedikit ruang kosong di perut mu " .


Mereka berdua kembali makan setelah , tetap sambil berbicang ringan . Tanpa Renzil sadari , dia mulai banyak berinteraksi dengan Jodha .


♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️


Selesai makan mereka berdua berjalan pelan mencari hidangan pencuci mulut .


" Lihat itu , kau mau yang mana ? ", Jodha menunjuk beberapa hidangan penutup .



Dari yang gurih meler rasa keju , es krim , yang beras pedas , atau mau yang full manis .


" Em ,, aku suka semuanya " . Jodh berucap singkat setelah befikir sejenak .


"Tapi kalo sekarang lagi pingin makan roti ikan " , Jodha melakahkan kakinya ke penjual roti ikan .



" Mang Edi , roti ikannya satu ya ? , kamu mau gak ? " . Renzil hanya mengangguk .


" Kalo gitu satu lagi pak , jadi 2 . Tapi di pisah " , mang Edi memberikan 2 potong roti ikan .


" Neng Odha udah jarang kemari , sekali kemari ini bawah siapa neng ? " .


" Dia teman mang " , Jodha menanggapi pertanyaan mang Edi .


" Makasih mang , em ,, masih enak seperti yang dulu " . Jodha berucap setelah menerima roti ikan , dan menggitnya sedikit .


" Resepnya gak berubah atuh neng ". Mang Edi tersenyum sambil mengatur kembali dagangannya .


" Odha " ,,


Dari sebrang jalan , bibi Jana penjual kue beras memanggilnya .


" Bibi , bagaimana kabar mu ? , Kesehatan mu terjaga kan ? ".


Mendengar namanya di panggil , Jodha menghampiri orang yang memanggilnya . Dan langsung berinteraksi dengan ramah .


" Sehat , rematiku jarang kambu . Setelah melakukan semua hal yang kau sarankan " .


" Benarkah , syukurlah kalo begitu " . Jodha tersenyum lebar .


" Eh ,, cowok ganteng itu siapa ? , apa dia pacar mu ? ".

__ADS_1


" Hehe ,, bukan bibi , dia teman ku " .


Renzil hanya melihat interaksi mereka ber-2 , dari tempat penjual kue ikan . Tersenyum tipis , saat mendengar samar samar . Interaksi Jodha , di mana dia sangat perhatian .


" Nak " ,,


Mendengar dirinya di tegur , Renzil melihat ke arah mang Edi .


" Apa kau sedang mengejar nak Odha , jika iya . Kau tidak akan menyesal , jika mendapatkannya . Dia wanita yang baik , pekerja keras , pintar , dan pantang menyerah " .


" Maksud mamang ? , mamang sangat mengenalnya " .


" Hampir mengenalnya , karena dulu setiap hari nak Odha . Akan datang ke pasar ini , sehabis pulang sekolah . Membantu kami , para pedagang yang membutuhkan bantuan " .


" Banarkah ? ", Renzil tak percaya .


" Ya , meskipun dia masih kecil . Dia pekerja yang gesit . Dan tak malu untuk bertanya , apakah ada pekerjaan untuknya " .


Renzil terdiam memandangnya , " Jadi ini yang kau maksud . Mencari makan , bekerja untuk menghidupi diri mu di usia bellia " .


" Huffff ,, kau penuh kejutan , tak salah aku memilihmu . Kau pasti bisa mendampingi ku ", Renzil berucap dalam hati .


" Jodha , sudah malam . Kita pulang sekarang ! " , Renzil mendekati Jodha .


" Tunggu sebentar , ini cicipi kue beras buatan bibi Jana . Pumpung di sini , enak loh " .



Jodha menyodorkan kue beras kedepan mulut Renzil .


" Em " ,, Renzil hanya tersenyum dan mengangguk . Tanda setujuh dengan kata kata Jodha . Setelah dia memakan sodoran kue itu .


" Enak kan " ,, Jodha berucap sambil tersenyum .


" Aku mau senyum ini terlihat terus , dan hanya untuk ku " . Renzil berjanji dalam hati , sorot mata Renzil berubah lembut .


" Ayo pulang , biarkan aku yang membocengkan mu . Akan ku antar sampai rumah mu ", Jodha berucap sambil mengunya kue beras .


" Tidak , aku yang akan mengatar mu " . Renzil menjawab singkat .


" La , nanti kamu pulangnya gimana ? ". Jodha bingung mendapati jawaban Renzil .


" Gampang itu " , tutur Renzil .


Tanpa terasa mereka jadi akrab , Renzil mengantar Jodha sampai depan kost .


"Terimakasih untuk hari ini " , Jodha berucap sebelum masuk kamar .


" Em " ,, Renzil hanya mengangguk .


" Akhir pekan ini , apa kau sibuk ? ". Renzil beratanya tiba tiba .


" Eh ,, kenapa memangnya ? " , Jodha baluk bertanya cuek .


" Temani aku , menghadiri sebuah acara ! " .


" Acara ? " .


" Ya , seseorang keluarga ku ada acara syukuran . Aku malas hadir sendirian , maukah kau menemani ku " . Renzil menerangkan secara singkat .


" Hehehe " ,, Jodha hanya tertawa . mendengar ajakan Renzil .


" Kenapa malah tertawa ? " , melihat Jodha tertawa . Membuat Renzil bingung dan bertanya .


" Aku kira kau tak punya keluarga " , Jodha berucap sambil menyengir .


" Huhu ,, kau pikir aku gelandangan apa . Aku ada keluarga lah " , Renzil berucap setelah mengerti apa yang di ucapakan Jodha .


" Haha ,, ya ,, ya ,, maaf . Lihat nanti ya , soalnya terkadang ada panggilan kerja dadakan . Kan lumayan buat nambah nambah uang saku harian " . Jodha tek mengiyakan atau menerima ajakan Renzi .

__ADS_1


" Uhhh ,, ayola ,, pokoknya nanati akhir pekan aku jemput jam 5 sore " . Setelah mengatakan itu , Renzil berlalu pergi . Sambil tersenyum lebar saat di jalan , hal yang jarang di perlihatkan .


" Dih ,,, seenaknya saja berucap ", Jodha berucap sembari menggelengkan kepalanya .


__ADS_2