JODHA AKBAR

JODHA AKBAR
Dia memang anak mu


__ADS_3

Di taman dekat apartemen , dua orang dewasa sedang berbicara .


Zeyan mulai mengutarakan rasa ingin taunya . Tentang siapa anak itu sebenarnya . Kenapa bisa memanggil Rullio mama , terbesit dalam pikirannya . Jangan jangan , anak itu adalah putranya .


" Bagai mana kabar mu ? " , Zeyan mulai pembicaraan .


" Saya baik tuan , bagai mana tuan bisa sampai di sini ? " . Rullio langsung bertanya ke intinya .


" Tadi aku hampir menabrak Qollio , karena dia menyebrang tak melihat ke arah jalan "_ Zeyan .


" Ah ,, benarkah itu " , Rullio terkejut dan menutup mulutnya .


" Ya ,, untungnnya aku bisa menghentikan mobil ku tepat di sebelahnya " _ Zeyan .


" Saya mita maaf tuan , atas kecerobohan anak itu . Dia memang terlalu aktif dan suka berlari ke sembarangan arah ". Rullio merasa tak enak dan langsung meminta maaf .


" Hem ,, sudahlah toh tak terjadi apa apa . Ngomong ngomong sekarang kau bekerja di mana ? . Hingga larut malam baru pulang , meninggalkan Qollio sendirian tanpa pengawasan orang tua " . Zeyan menyindir Rullio .


Mendengar ucapan itu dari Zeyan , entah mengapa menusuk langsung ke hati .


" Setelah keluar , dari perusahan tuan . Saya di terima kerja di pabrik sebagai pengawas bahan baku " . Rullio menjawab dengan tenang , mencoba meredam rasa sakitnya .


" Kebetulan , malam ini bahan baku yang di beli datang . Sehingga saya harung mengawasinya " Rullio menjelaskan dengan santai dan mencoba bersikap tenang .


" Apa kehadiran Qollio adalah alasan kau mengudurkan diri ? " . Zeyan tak mampu lagi menahan rasa ingim tahunya .


" Huffggg " ,, Rullio membuang nafas kasarnya .


"Salah satunya ini , tapi ada alasan lain yang membuat saya harus mundur " _ Rullio .


" Apa itu ? , apa karena ayah Qollio yang menyuruhmu keluar . Setelah ayah Qollio meninggal kenapa kau tidak datang kembali " . Zeyan bertanya dengan nada tak sabar .


" Hem ?? ",,, Rullio tidak menjawab tapi hanya tersenyum .


Mendengar pertanyaan Zeyan , " Saya rasa sudah terlalu malam . Saya harus kembali , Qollio sudah menunggu saya di rumah " .


Rullio berdiri , dia enggan menjawab pertanyaan Zeyan .


" Kenapa tidak menjawab ? , apa Qollio anak ku ? " . Pertanyaan Zeyan membuat langkah Rullio terhenti .


Tangannya mengepal dan menggertakan giginya . Menahan amarahnya , yang selama ini dia pendam sendiri .


" Dia mungkin anak mu , tapi mungkin juga anak pria lain . Saya sudah lupa , karena saya banyak berhubungan dengan sembarang pria " . Ucap Rullio dengan lantang , tapi dalam hati dia menangis ( sakitnya gak berdarah gaesss ) .


Mendengar penuturan Rullio , membuat Zeyan terpaku . " Sebenarnya apa yang terjadi malam itu ? , dan kenapa kau memilih pergi ". Zeyan berucap lirih , sembari memandang ke punggung Rullio yang semakin menjauh .


🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦


Pagi ini ,, Jodha akan mulai kerja magang . Dia di terima di tempat kerjanya sewaktu liburan .

__ADS_1


Tak menyangka , jika proposal magang yang di ajukan . Di setujuhi dan dia bisa mulai magang .


Suci , juga di terima magang di perusahaan yang sama . Cuma mereka di tempatkan di divisi yang berbeda .


Jodha , di tempatkan di bagian pembelanjaan bahan baku


Sedangkan Suci , di tempatkan di bagian marketing .


Tapi untungnya meskipun mereka beda divisi . Setidaknya mereka masih satu gedung , jadi masih bisa bertemu pas makan siang .


" Hu ,,, cuaca hari ini tak terduga , tadi pagi cerah . Siang hari terik panas benget , sore hari hujan deras ".


" Mana gak bawa payung lagi " , Jodha menggerutu dalam hati . Dia terpaksa berteduh karena hujan deras .


Hari ini , setelah mengecek stok bahan baku di fail . Jodha di minta untuk mengecek langsung ke gudang .


" Nona ,, hujannya mungkin tidak akan berhenti dengan cepat . Ini saya ada jas hujan 2 , tapi cuma sampai lutut ". Satpam itu menawari Jodha jas hujannya .


" Tapi nanti bapa bagai mana ? "_ Jodha .


" Saya pake yang ini " , dia menujukkan jas hujan . Yang ukurannya lebih besar dan trasnparan .


" Tapi ? ",, Jodha merasa sungkan .


" Gak apa apa mb , pake aja . dari pada lama nunggu di sini " , rekan sih satpam menyarankan .


" Baiklah pak , besok saya kembalikan "_ Jodha .


Setelah menabung beberapa tahun , Jodha bisa membeli sepeda motor bekas .


Walau jadul lumayan untuk menempuh perjalanan jauhnya .



Kaki Jodha mulai basa , sampai kedalam sepatunya . Meski gak terlalu deras , tapi turunya air hujan masih intens .


" Untung saja gak ada guntur plus kilat , kalo ada berasa syuting film drama ikan terbang ". Jodha berucap liri .


Jalan yang di lewati Jodha sepih .


" Ha ,, apa tu ?? ,, udah gede malah main hujan hujanan "_ Jodha .


Jodha mengira gerombolan orang itu sedang main di derasnya hujan . Gak taunya mereka malah sedang berantem .


" Wah ? ,, gila ,, 1 lawan 10 ,, waduh gimana nih ? ,, maju gak ya ? ,,, maju gak ya ? ,, itu badan lawanya gede gede lagi . Tuhan apa yang harus aku lakukan ?? ", Jodha berucap pada diri sendiri .


Menimbang apakah ? , akan menoliong atau tidak .


Jodha terdiam melihat Renzil , dari jarak tak jauh . " Telpon polisi , yang ada mereka datangnya akan sedikit lama . Ah ,, itu ,,,, ??? "

__ADS_1


Saat Jodha sedang menimbang nimbang , apa yang harus di lakukannya ? . Tanpa pikir panjang , dia langsung tancap gas . Karena dari arah belakang Renzil , ada yang mengacungkan pistol .


Entah dapat ke beranian dari mana Jodha . Sehingga memutuskan segera maju , menolong Renzil .


Begitu sudah dekat , dengan orang di depannya . Jodha membuka kedua kakinya , dan menendang orang tersebut dengan kuat .


" Awas belakang mu ! " , teriak Jodha .


Mendengar peringatan Jodha , Renzil menengok . Untung saja dia dapat menghidar , begitu pelatup pistol di tarik .


Hanya mengenai lengan bagian kiri Renzil , emapat orang terjungkal akibat tendengan kaki Jodha .


" Cepat naik ! " , seru Jodha .


Begitu dia berada tepat di hadapan Renzil , tampa aba aba . Renzil langsung meloncat ke arah belakang Jodha .


Di rasa Renzil sudah membonceng sempurna . Jodha kembali tancap gas , ke dua kakinya di buka kembali dan menendang . 4 orang di depannya , dan tersungkur .


Sedang 2 orang yang tadinya mau menyerang , berbalik ke arah mobil mereka .


Dengan cepat naik dan mengejar Jodha . Sigzak ,, set ,, set ,,


Dengan lincahnya , Jodha mengedari motornya .


Mengetahui dia di kejar , di perempatan . Dia berbelok dan begitu ada gang , Jodha masuk ke situ .


Melewati gang yang sudah di hafal Jodha . " Huffff ",, Jodha membuang nafasnya merasa lega . Karena bisa lepas dari kejaran para penjahat itu .


" Eh ,,, ? ", Jodha tersadar kalo yang di bonceng memeluknya dengan eret di pinggangnya .


" Tuan ,, kenapa kau di kejar mereka ? , apa kau mempunyai banyak hutang " . Jodha bertanya asal kepada Renzil .


" Bukan urusan mu " , jawab Renzil dingin .


" Huf ,,, udah di tolong , gak makasih malah jawabnya ketus gitu " . Jodha berucap sambil manyun .


" Eeehh ,, ? " , Jodha melihat lengan kiri Renzil berdarah .


Dengan cepat dia memacu motor bututnya , ke arah rumah sakit terdekat .


Ciiiiiittttyyyy ,,,


Motor di rem mendadak .


Begitu motor berhenti Renzil turun , begitu juga Jodha . Memarkirkan di tempat parkir , dan melankah masuk .


" Et ,,, dahhh,,, malah diam mematung , nih orang kenapa lagi " . Jodha menggerutu liri , begitu melihat Renzil hanya diam di tempat .


" Ayo ,, masuk ! , tuh luka harus di obati . Di rumah sakit aman , jangan banyak mikir "_ Jodha .

__ADS_1


Jodha berucap sembari menarik tangan Renzil , yang di tarik diam . Mengikuti langkah Jodha .


" Hem " ,,, senyum simpul muncul di bibir Renzil , wajah dinginya berubah hangat . Meski hanya persekian detik , " Ni cewek pemberani juga ". Bisikan hati Renzil .


__ADS_2