
Di taman dekat apartemen , dua orang dewasa sedang berbicara .
Zeyan mulai mengutarakan rasa ingin taunya . Tentang siapa anak itu sebenarnya . Kenapa bisa memanggil Rullio mama , terbesit dalam pikirannya . Jangan jangan , anak itu adalah putranya .
" Bagai mana kabar mu ? " , Zeyan mulai pembicaraan .
" Saya baik tuan , bagai mana tuan bisa sampai di sini ? " . Rullio langsung bertanya ke intinya .
" Tadi aku hampir menabrak Qollio , karena dia menyebrang tak melihat ke arah jalan "_ Zeyan .
" Ah ,, benarkah itu " , Rullio terkejut dan menutup mulutnya .
" Ya ,, untungnnya aku bisa menghentikan mobil ku tepat di sebelahnya " _ Zeyan .
" Saya mita maaf tuan , atas kecerobohan anak itu . Dia memang terlalu aktif dan suka berlari ke sembarangan arah ". Rullio merasa tak enak dan langsung meminta maaf .
" Hem ,, sudahlah toh tak terjadi apa apa . Ngomong ngomong sekarang kau bekerja di mana ? . Hingga larut malam baru pulang , meninggalkan Qollio sendirian tanpa pengawasan orang tua " . Zeyan menyindir Rullio .
Mendengar ucapan itu dari Zeyan , entah mengapa menusuk langsung ke hati .
" Setelah keluar , dari perusahan tuan . Saya di terima kerja di pabrik sebagai pengawas bahan baku " . Rullio menjawab dengan tenang , mencoba meredam rasa sakitnya .
" Kebetulan , malam ini bahan baku yang di beli datang . Sehingga saya harung mengawasinya " Rullio menjelaskan dengan santai dan mencoba bersikap tenang .
" Apa kehadiran Qollio adalah alasan kau mengudurkan diri ? " . Zeyan tak mampu lagi menahan rasa ingim tahunya .
" Huffggg " ,, Rullio membuang nafas kasarnya .
"Salah satunya ini , tapi ada alasan lain yang membuat saya harus mundur " _ Rullio .
" Apa itu ? , apa karena ayah Qollio yang menyuruhmu keluar . Setelah ayah Qollio meninggal kenapa kau tidak datang kembali " . Zeyan bertanya dengan nada tak sabar .
" Hem ?? ",,, Rullio tidak menjawab tapi hanya tersenyum .
Mendengar pertanyaan Zeyan , " Saya rasa sudah terlalu malam . Saya harus kembali , Qollio sudah menunggu saya di rumah " .
Rullio berdiri , dia enggan menjawab pertanyaan Zeyan .
" Kenapa tidak menjawab ? , apa Qollio anak ku ? " . Pertanyaan Zeyan membuat langkah Rullio terhenti .
Tangannya mengepal dan menggertakan giginya . Menahan amarahnya , yang selama ini dia pendam sendiri .
" Dia mungkin anak mu , tapi mungkin juga anak pria lain . Saya sudah lupa , karena saya banyak berhubungan dengan sembarang pria " . Ucap Rullio dengan lantang , tapi dalam hati dia menangis ( sakitnya gak berdarah gaesss ) .
Mendengar penuturan Rullio , membuat Zeyan terpaku . " Sebenarnya apa yang terjadi malam itu ? , dan kenapa kau memilih pergi ". Zeyan berucap lirih , sembari memandang ke punggung Rullio yang semakin menjauh .
🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦
Pagi ini ,, Jodha akan mulai kerja magang . Dia di terima di tempat kerjanya sewaktu liburan .
__ADS_1
Tak menyangka , jika proposal magang yang di ajukan . Di setujuhi dan dia bisa mulai magang .
Suci , juga di terima magang di perusahaan yang sama . Cuma mereka di tempatkan di divisi yang berbeda .
Jodha , di tempatkan di bagian pembelanjaan bahan baku
Sedangkan Suci , di tempatkan di bagian marketing .
Tapi untungnya meskipun mereka beda divisi . Setidaknya mereka masih satu gedung , jadi masih bisa bertemu pas makan siang .
" Hu ,,, cuaca hari ini tak terduga , tadi pagi cerah . Siang hari terik panas benget , sore hari hujan deras ".
" Mana gak bawa payung lagi " , Jodha menggerutu dalam hati . Dia terpaksa berteduh karena hujan deras .
Hari ini , setelah mengecek stok bahan baku di fail . Jodha di minta untuk mengecek langsung ke gudang .
" Nona ,, hujannya mungkin tidak akan berhenti dengan cepat . Ini saya ada jas hujan 2 , tapi cuma sampai lutut ". Satpam itu menawari Jodha jas hujannya .
" Tapi nanti bapa bagai mana ? "_ Jodha .
" Saya pake yang ini " , dia menujukkan jas hujan . Yang ukurannya lebih besar dan trasnparan .
" Tapi ? ",, Jodha merasa sungkan .
" Gak apa apa mb , pake aja . dari pada lama nunggu di sini " , rekan sih satpam menyarankan .
" Baiklah pak , besok saya kembalikan "_ Jodha .
Setelah menabung beberapa tahun , Jodha bisa membeli sepeda motor bekas .
Walau jadul lumayan untuk menempuh perjalanan jauhnya .
Kaki Jodha mulai basa , sampai kedalam sepatunya . Meski gak terlalu deras , tapi turunya air hujan masih intens .
" Untung saja gak ada guntur plus kilat , kalo ada berasa syuting film drama ikan terbang ". Jodha berucap liri .
Jalan yang di lewati Jodha sepih .
" Ha ,, apa tu ?? ,, udah gede malah main hujan hujanan "_ Jodha .
Jodha mengira gerombolan orang itu sedang main di derasnya hujan . Gak taunya mereka malah sedang berantem .
" Wah ? ,, gila ,, 1 lawan 10 ,, waduh gimana nih ? ,, maju gak ya ? ,,, maju gak ya ? ,, itu badan lawanya gede gede lagi . Tuhan apa yang harus aku lakukan ?? ", Jodha berucap pada diri sendiri .
Menimbang apakah ? , akan menoliong atau tidak .
Jodha terdiam melihat Renzil , dari jarak tak jauh . " Telpon polisi , yang ada mereka datangnya akan sedikit lama . Ah ,, itu ,,,, ??? "
__ADS_1
Saat Jodha sedang menimbang nimbang , apa yang harus di lakukannya ? . Tanpa pikir panjang , dia langsung tancap gas . Karena dari arah belakang Renzil , ada yang mengacungkan pistol .
Entah dapat ke beranian dari mana Jodha . Sehingga memutuskan segera maju , menolong Renzil .
Begitu sudah dekat , dengan orang di depannya . Jodha membuka kedua kakinya , dan menendang orang tersebut dengan kuat .
" Awas belakang mu ! " , teriak Jodha .
Mendengar peringatan Jodha , Renzil menengok . Untung saja dia dapat menghidar , begitu pelatup pistol di tarik .
Hanya mengenai lengan bagian kiri Renzil , emapat orang terjungkal akibat tendengan kaki Jodha .
" Cepat naik ! " , seru Jodha .
Begitu dia berada tepat di hadapan Renzil , tampa aba aba . Renzil langsung meloncat ke arah belakang Jodha .
Di rasa Renzil sudah membonceng sempurna . Jodha kembali tancap gas , ke dua kakinya di buka kembali dan menendang . 4 orang di depannya , dan tersungkur .
Sedang 2 orang yang tadinya mau menyerang , berbalik ke arah mobil mereka .
Dengan cepat naik dan mengejar Jodha . Sigzak ,, set ,, set ,,
Dengan lincahnya , Jodha mengedari motornya .
Mengetahui dia di kejar , di perempatan . Dia berbelok dan begitu ada gang , Jodha masuk ke situ .
Melewati gang yang sudah di hafal Jodha . " Huffff ",, Jodha membuang nafasnya merasa lega . Karena bisa lepas dari kejaran para penjahat itu .
" Eh ,,, ? ", Jodha tersadar kalo yang di bonceng memeluknya dengan eret di pinggangnya .
" Tuan ,, kenapa kau di kejar mereka ? , apa kau mempunyai banyak hutang " . Jodha bertanya asal kepada Renzil .
" Bukan urusan mu " , jawab Renzil dingin .
" Huf ,,, udah di tolong , gak makasih malah jawabnya ketus gitu " . Jodha berucap sambil manyun .
" Eeehh ,, ? " , Jodha melihat lengan kiri Renzil berdarah .
Dengan cepat dia memacu motor bututnya , ke arah rumah sakit terdekat .
Ciiiiiittttyyyy ,,,
Motor di rem mendadak .
Begitu motor berhenti Renzil turun , begitu juga Jodha . Memarkirkan di tempat parkir , dan melankah masuk .
" Et ,,, dahhh,,, malah diam mematung , nih orang kenapa lagi " . Jodha menggerutu liri , begitu melihat Renzil hanya diam di tempat .
" Ayo ,, masuk ! , tuh luka harus di obati . Di rumah sakit aman , jangan banyak mikir "_ Jodha .
__ADS_1
Jodha berucap sembari menarik tangan Renzil , yang di tarik diam . Mengikuti langkah Jodha .
" Hem " ,,, senyum simpul muncul di bibir Renzil , wajah dinginya berubah hangat . Meski hanya persekian detik , " Ni cewek pemberani juga ". Bisikan hati Renzil .