
Jam makan siang , Jodha memilih ke pentri untuk mengambil air panas . Setelah menyedu mie instannya . Jodha memilih pergi ke taman belakang kantornya , dia duduk di bawah pohon mangga yang rindang .
Menikmati mie instan , sembari mengecek toko onlinenya . Yang teryata ada beberapa pesanan , dan mereka sudah mentranfer uang pembelian barang .
" Ok ,, semuannya sudah ku atur . Hehehe " ,, lumayan bisa nutup buat bayar kost .
" Tinggal bicara dengan bu kost ", Jodha berbicara sendiri .
" Khem ,, khem ,,"
Jodha menengok ke sumber suara , " hufffff ,,, kamu lagi . Ngapain kamu di sini ? ", Jodha bertanya dengan santai .
" Kebetulan lewat , dan kebetulan lihat kelinci di bawah pohon "_ Renzil .
" Mana ?? ,,, kok aku gak lihat " , Jodha celak clinguk mencari kelinci itu .
Melihat sikap Jodha , Renzil tersenyum datar , yang tak terlihat .
" Aih ,, gak ada ,, kamu bohong ya . Mana ada kelici di sini "_ Jodha .
" Ada ", Renzil berucap sambil duduk di sebelah Jodha .
" Mana ? _ Jodha ".
Rezil menunjuk Jodha dengan dagunya .
" Yang kamu maksud aku kelincinya ? " , tanya Jodha memastikan .
" Yups ,, gigi kelinci . Telinga panjang , yang kamu punya . Itu kan kamu persis kelinci " , Renzil menjelaskan dengan singkat .
" ???? ,,, asal aja nih orang " , ucap Jidha .
Renzil duduk di sebelah Jodha , mengamati tangan Jodha yang menggenggam gelas seterofrom . Berisi mie instan kuah , " Itu makan siang mu ? " .
"Em ,, mau ?? " ,, iseng Jodha menyodorkan mie yang sudah di sendoknya .
"Lep " ,, tanpa ragu Renzil melapnya . " Rasanya lumaya juga , tapi agak pedas " . Komentar Renzil setelah menguyah dan menelan si mie .
Mendapati hal itu Jodha hanya melongo . Gak menyangka Renzil mau memakannya .
" Jangan terlalu sering makan makan itu , gak baik buat kesehatan " _ Renzil .
" Tau , cuma lagi pingin aja ". Jodha mencoba memberi alasan yang masuk akal .
" Kamu kerja di sini juga ? "_ Renzil .
" Em , la kamu ngapain di sini ? " . Jodha bertannya balik , dia belum tau jika Renzil bos besarnya .
" Cari orang " , ucap Renzil jujur . Dia memang ke taman belakang untuk mencari kakaknya . Yang katanya datang dan menunggunya di taman belakang kantor .
" Oh ,, sudah ketemu ? " _ Jodha .
" Orangnya sudah balik , karena kelamaan nunggu " _ Renzil .
" Em " ,, Jodha menanggapi ucapan Renzil sembari menikmati mienya .
" Nih ,, mau lagi gak ? " , karena di perhatikan . Jodha menyendokan mienya lagi .
Lagi lagi di lahap juga oleh Renzil , mereka menikmatinya sampai mienya habis .
" Ya sudah , aku balik kerja lagi . Nih buat kamu ", Jodha memberikan tombler berisi teh manis . Yang tadi di bawahnya dari kost , masih hangat .
" La kamu , minum apa ? "_ Renzil .
" Aku gampang ambil minum di dalam " , setelah mengucapkan itu . Jodha berjalan kembali ke meja kerjanya .
Khem ,,
__ADS_1
Renzil tersenyum dan mengambil ponselnya . Mengetik beberapa pesan ke pada assistennya . Menyuruhnya melakukan tugas kecil , yang di luar exspetasinnya .
Setelah selesai , Renzil menyimpan hpnya ke saku celananya . Dan menikmati teh pemberian Jodha .
♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋
Saat kembali ke mejanya , Jodha kaget . Karena di mejannya ada sekotak makanan .
Dan di sana terdapat memo , " Makan siang untuk Jodha . Makan dan habiskan , mie instan aja gak bikin kenyang " .
Dan sebelah kotak makan ada jus kemasan , yang menyegarkan .
Jodha tanpa terasa tersenyum , saat melihat bagian ujung memo . Di mana ada gambar kelici mememakan wortel .
Jodha langsung tau , siapa yang memberinya kotak makan ini . Tanpa ragu Jodha memakannya , dan meminum jusnya .
" Rezeki ma jangan di tolak , apa lagi ini makan lezat . Sikat aja langsung , sok mangga gaj usah malu malau " . Jodha berucap sambil menikmati kotak makannya .
♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️
" Pesananya sudah di sampaikan , dan nona Jodha sudah memakannya " . Asisten Renzil melaporkan tugas yang sudah di selesaikan .
" Penyelidikan kajadian kemarin bagaimana hasilnya ? ". Renzil kembali ke mode dingin tanpa exspresi .
" Benar dugaan bos , dalang di balik ini adalah tuan Harlan " .
Plak ,,
Renzil melempar map , yang berisi fail penting . " Bereskan itu , kerjakan dengan rapih ! ". Renzil memberi perintah dengan datar dan tegas .
" Baik bos " , Asisten Bobi mengerti dan menjalankan tugasnya .
Renzil kembali tenggelam dengan layar leptopnya .
♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️
" Hufff ,, kenapa bannya bisa bocor sih ",, keluh Jodha .
" Ya ,,, jadi ada acara dorong dorong motor ini ", gerutu Jodha .
Setelah pulang kerja , Jodha memacu motornya ke beberapa toko . Di mana dia telah memesan beberapa barang . Yang di pesan para pembelinya , dan akan mengirimkan barang barang itu .
Eh ,, gak di menyangka , malah ban motornya bocor di tengah jalan .
Suuuuurrrrr ,,
Sebuah mobil melajuh dengan kecepan sedang .
" Berhenti ,, berhenti ! " , perinta orang di kursi penumpang .
Yang ternyata di dalam Renzil , meminta Bobi menghentikan lajuh mobilnya . Dia tak sengaja melihat Jodha sedang mendorong motornya .
Cklek ,,
Renzil keluar dari dalam mobil , sebelum keluar . Dia melepaskan jas dan dasinya , menggulung lengan kemejannya .
Cuma menbawa dompet dan hpnya , sebelum turun dia berucap . " Kau kembalilah , tidak perlu mengikuti ku ".
" Baik bos " , Bobi merasa heran . pasalnya tumben tumbenan si bos mau turun di jalan . Dan saat melihat dari kaca sepion depan .
Bobi tersenyum , dan berucap dalam hati . " Ah ,, pantas saja langsung turun . Kemungkinan nona Jodha akan menjadi nyonya masa depan " .
" Hay Kelinci kenapa motor mu ? " _ Renzil .
__ADS_1
" Eh ,, kamu , bannya bocor nih " _ Jodha .
" Hahahaha ,, kasihan kasihan " , uacp Renzil dengan nada mengejek .
" Ih ,, untuk apa tua datang . Kalo cuma mau menertawakan ku saja . Sana pergi , bikin tambah jengkel aja " . Ucap Jodha bersungut sungut .
" Hufff ,, ok ,, ok ,, gak akan menertawakan si kelinci lagi . Sini sini ! , aku bantu dorong " . Renzil sengaja mendorongnya . Dan tidak mengambil alih menuntun motor Jodha .
Jodha menerima bantuan Renzil , walau dalam hati . Dia berucap , " Kenapa cuma bantu dorong sih . Harusnya kan dia bantu menuntun dan aku yang dorong " .
" Berhenti berpikir dengan otak kecil mu kelinci . Fokus menuntun saja dan pegang erat erat . Nanti aku yang akan mendorong dengan kekuatan lebih " . Ucap Renzil sarkas .
" Sudah siap ?,,,,Renzil ".
" Apa ,, ???? " Jodha bertanya . Tak mengerti apa yang di maksud Renzil .
Suhuhuhut ,,
Saat Jodha sedang bingung , Renzil mewujudkan omongnnya . Dia mendorong dengan lebih kuat .
" Ah ,, ternyata ini yang di maksud dia . Aku mengerti sekarang " , tak butuh waktu lama . Mereka sampai ke tambal ban .
" Gimana pak , masi bisa di tambalkan ? "_ Jodha .
" Waduh non , ini robeknya parah di tambah ban motornya sudah tipis ini . Saya saranin ganti ban luar dalam saja " _ Tukang bengkel .
" Lakukan saja pak ", Renzil berucap datar .
" Eh ??? " ,, Jodha menengok dan memicingkan matanya .
" Hufgmfffmmm " ,, membuang nafas kasarnya .
" Ya suda pak , ganti semuanya saja . Mereka menunggun ban di ganti " .
Sebenarnya Jodha memang akan mengganti . Ke dua ban motornya . Tapi uangnya kepake buat bayar kost dulu .
" Aku , akan membeli minum dulu " . Jodha
yang merasa haus beranjak pergi , ke warung kecil dekat bengkel .
" Nih ", Jodha menyodorkan air mineral dingin .
" Terimakasih " , ucap Renzil datar .
" Em ,, eh ,, kenapa tuan bisa muncul di dekat sini sih "_ Jodha .
" Aku baru pulang , dan melihat sih kelinci sedang kesusahan . Jadi datang untuk menertawakannya hehehe ". Renzil sengaja menggoda Jodha .
" Ih ,, yebelin "_ Jodha .
" Nona sudah selesai " , perkataan bapak pemilik bengkel . Mengalihkan perhatian Jodha dan Renzil .
" Oh ,, ya pak , berapa semuannya ? "_ Jodha .
" 300 ribu " , orang bengkel .
" Ini pak " ,,,, Jodha menyerahkan unag sebesar yang di minta .
Jodha kaget karena Renzil menyodorkan uang merah merah sebanyak 3 lembar .
" Eh ??? ,, ini ,, "_ Jodha .
" Terimakasih pak " , ucap Renzil memotong ucapan Jodha .
" Ya " Renzil
Renzil mengambil alih motor , dan memboncengkan Jodha .
__ADS_1
" Kelinci ayo jalan , eh ,, dia malah bengong " Zayen .