
Di suatu tempat , di mana terdapat rumah bergaya belanda moderen . Berpagar besi , dengan motif belanda pulah . Terlihat asri , karena dari gerbang di tanam pohon palem . Samapi ke depan rumah , dari gerbang ke rumah ada jarak yang lumayan jauh .
Ada sekitar 7 pohon palem , yang masing masing di tanam kiri dan kanan .
Pohon palem satu dengan yang lainnya , di gandeng dengan tanaman pucuk merah . Yang tingginya sepinggang orang dewasa ras asia .
Menjadikan jalan batako itu tampak asri , belum lagi kanan dan kirinya . Di tumbuhi beberapa tanaman .
Untuk di bagian kanan , terdapat bunga bunga indah nan langkah . Merekan di tata rapi , sehingga membentuk taman yang indah nan anggun .
Dengan air mancur sebagi inti porosnya , Di mana ada sepasang patung cupid . Bertengger di tengah air mancur , sungguh pemandangan yang menyegarkan mata .
Sedangkan di bagian kiri , terdapat pohon pohon buah . Membentuk kebun buah mini , mangga , jambu , jeruk , pisang , rambutan .
Dan masih banyak lagi , kalo di sisi kanan . Berfokus pada air mancur . Di sebelah kiri , ada sungai buatan . Di mana di dalamnya terdapat ikan hias .
Dari mului koi , koki , dan ikan mas . Warna warni sang ikan sungguh memanjakan mata . Saat mandang datar kedepan dan kesamping .
Yang terlihat lihat indahnya bunga dan hijaunya pepohonan . Saat di taman bunga , selain menikmati ke indahan bunga . Bunyi air mancur dan semburan air yang tercipta . Memberikan kedamaian , apalagi dengan gemercik air . Yang tibul dari sungai buatan , jika kita melihat ke dalam air .
Mata kita di manjakan oleh penghuni sungai , yang hilir mudik . Sungguh menciptakan ketenangan tersendiri .
Belum lagi saat sore dan pagi hari , jika kita beruntung . Kebun buah mini juga di huni oleh beberapa kelinci .
Kelinci dari jenis lokal , anggora , bahkan dari negri sang kakek . Belanda juga ada , awalnya kelinci ini cuma ada dua ekor .
Tapi saat itu , tuan muda kecil yang tak lain Zayen . Pencinta binatang ini , begitu dia dapat hadiah . Dua ekor kelinci belanda dari sang kakek .
Seiring berjalannya waktu , kelinci kelinci ini bertambah . Dari mulai beranak sampai di beri oleh kolegan sang ayah .
Semenjak Zayen kuliah , kelinci kelinci ini . Beberapa ada yang di jual , di kasihkan orang . Jadi tinggal beberapa ekor , karena meski ada yang mengurus .
__ADS_1
Keluarga berdaun telinga panajang ini , sudah membentuk koloni . Nantinya malah akan menjadi hama , jika di biarkan .
Tibah lah mobil Zayen di depan bangunan rumahnya . Di mana arsiteknya menganut gaya rumah belanda moderen .
Dengan cirikhas , segita di bagian depan . Menjulang lancip tinggi ke atas , melebihi rumah rumah di negara ini .
Jendela jendela lebar , dengan daun jendela yang bentuknya juga begitu begitu saja . Adalah salah satu contohnya , dua pilar besar juga salah satu identiknya .
Ckiiiitttttt ,,,,
Begitu mobil di rem , Zayen langsung ke luar . Dan berjalan masuk ke dalam rumah , begitu dia masuk .
Yang menyambutnya pertama adalah bi Marni . Dia dulu bertugas menjadi pengasuh Zayen kecil . Setelah sang tua muda beranjak dewasa , dia di tawari . Menjadi Art di sini , sebagi pengganti art yang lama . Bi Marni bersedia , menurutnya mencari majikan yang baik itu susah .
So , menerima tawaran kerja di sini gak akan rugi . " Tuan muda , selamat datang ". Bi Marni menunduk hormat .
" Ayah dan ibu di mana bi ? " , Zayen bertanya to the poin .
" Tuan besar ada di ruang kerjanya , sedangkan nyonya ada di galeriya ". Bi Marni memberi tau di mana majikannya berada .
🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄
Hotel bitang lima ,,,
Jodha tak menyangka , kini dirinya berada di antara keluarga besar Akbar . Bahakan tanpa ragu ragu Renzil , memperkenalkannya sebagi calon istri .
" Hufffff " ,,, hembusan nafas panjang keluar dari hidung mancung Jodha . " Dia ini seenaknya saja , bikin aku canggung di antara mereka " . Jodha mengerutu liri , kini dirinya sedang berada di taman .
Melarikan diri dari kecanggungan dan kelurga yang ingin tau tentangnya . Di taman hotel mewah , Jodha duduk termenung . Memandangi hamparan taman , terpasang lampu kelap kelip menambah keindahan .
Pukk ,,
Sebuah tepukan membuat Jodha kembali ke dunia nyata . Yang sedari tadi dia mencoba merenenungi , situasi yang di alaminya .
" Kenapa ,, hem ??? " ,,, Renzil mulai pembicaraan .
__ADS_1
" Tidak ada , cuma kenapa sih bos seenaknya saja . Mengaku kalo aku ini calonya bos ", Jodha mulai melayangkan protes .
" La ,, memang iya ", jawab Renzil singkat .
" Ih ,, siapa yang setujuh , jadi calonya bos ". Jodha bersungut sungut , karena jawaban santai si bos .
" Kan aku sudah bilang , kamu harus siap . May tidak mau , aku akan mulai mengejar mu . Dan perlu ku tegaskan , mengejar sebagai seorang istri . Bukan seorang pacar , atau pasangan sesaat ". Tegas Renzil dengan keputusannya .
" 😮 " ,, Jodha masih belum percaya , dia tak mau menghayal lebih tinggi . Dia sadar akan posisinya , sebagi anak pantih .
Di mana asal usulnya yang tak jelas , hufff ,,, sungguh pergolakan batin .
" Sudah jangan di pikir lagi , ayo masuk di sini dingin ". Renzil berucap sembari menarik lembut tangan Jodha .
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘
Ruang kerja .
Tiba tiba saja udara di ruangan ini menjadi dingin . Sunyi , tak ada satu pun di antara ayah dan anak ini . Yang mulai berbicara , diam dengan pikiran masing masing .
" Jadi kamu mau nanyakan masalah waktu itu ? " . Ruldof , sang ayah mulai pembicaraan .
" Ya " , jawab Renzil tegas .
" Kebenaran waktu itu ,,, ??? "
🤔😁😉🤓🤔😆😘😜
😕
😮
😉
😘
🤔
__ADS_1
😉