JODHA AKBAR

JODHA AKBAR
Calon menantu


__ADS_3

Kini kita telah berganti duduk di ruang makan , meja makan panjang dan deretan kursi . Yang siap menampung banyak orang , telah berjejer rapih .


Masakan khas indonesia telah tertata rapih .



Menu makan malam kali ini , mama Mira sengaja menghidangkan masakan nusantara , Karena sang suami dan anak anaknya lebih menyukai masakan nusantara .


Makanlah lebih banyak , tidak usah sungkan _ Mama Mira berucap singkat .


" Baik ,, nyonya .. e ,, eh ,, maksud ku tante " . Ucap Jodha dengan terbata bata . Dan tetap berusaha tenang menikmati makan malamnya .


Melihat itu Renzil hanya tersenyum samar , perilakunya ini tak luput dari pantauan sang kakak .


Relli memang terlihat cuek , tapi sebenarnya dia paling perhatian dan dapat membaca suasana .


" Wah ,, ini beneran calon mantu mama " , ucap Relli dalam hati .


😉😉😉😉😯😯😯😬😬😬😬


Rullio , berjalan sembari mendorong terolli belanjaanya . Sedangkan , Qollio sang anak berjalan lebih dulu menghampiri tempat snack .


" Ma ,, aku mau ini " , Qollio menunjukkan , kue sus kering isi coklat ke sukaannya kepada sang mama



Rollio hanya menjawab dengan anggukan .


" Eh ,, sayang , buat makan malam . Mau mama masaki apa ? ".


" Aku mau sup ikan dan tahu tepung kering ma ". Qollio menyebutkan menu kesukaannya .


" Ok , malam ini mama masak itu buat kamu sayang ."


" Qollio ",, dari arah berlawanan ada yang memanggil nama putranya . membuat Rullio berpaling ke sumber suara .


" Paman ? , sedang apa di sini " . Qollio menyapa Zayen yang memanggil namanya .


" Paman , kebetulan sedang menunggu teman ".


" Em ",, Qollio hanya mengangguk tanda mengerti .


Zayen menatap Rullio dan mengangguk pelan . Menyapanya tanpa berucap , tanpa dia sadari . Tatapan matanya berubah lembut , sampai suara Willi menyadarkannya .


" Brow , teryata kamu di sini . Sedang apa ? , eh " ,, Willi begitu terkejut saat melihat anak kecil di hadapanya .


Dalam hati langsung timbul perasaan .Yang aneh , dia merasa pernah melihat anak itu . Tapi entah di mana , pikirannya melayang .


" Ah ,, tadi aku hampir ke tempat mu . Tapi aku melihat dia , jadi menyapanya sebentar " .


Ucapan Zeyan membuat Willi tersadar dan kembali menatap ke arah Zeyan .


" Oh ,, hallo adik kecil . Nama paman Willi , temannya paman Zayen namu siapa ? ". Willi berjongkok menyeimbangkan tubuhnya dengan tubuh Qollio .

__ADS_1


" Qollio "


" Sayang ayo ke sini ! ,, mama sudah belanjanya " . Ucapan Rullio membuat Willi berdiri dan memandang ke sumber suara .


" Sekertaris Rullio ".


" Tuan muda Willi " , Rullio menundukkan kepalanya memberi hormat singkat .


" Wah ,, jadi ini putra mu , dia sungguh tampan . Dan wajahnya sungguh tak asing , mirip seseorang . Sepertinya aku pernah melihatnya , tapi entah dimana " .


Tanpa basa basi Willi mengungkapkan pendapatnya .


" Ah ,, terimakasih atas pujiannya . Wajah putra ku memang pasaran , jadi tak hayal . Anda dapat melihatnya di mana saja " . Rullio menjawab dengan jawaban yang masuk akal .


" Mungkin "


" Ya sudah , kalo begitu kami duluan " . Rullio menghampiri sang anak dan menggandengnya . Akan melangkah pergi , ayo sayang .


" Bagai mana , kalo kita makan malam bersama dulu " . Tiba tiba Zayen yang diam berucap .


Willi memandang sahabatnya dengan heran . Pasalnya sang sahabat , jarang sekali menujukan ketertarikannya dengan lawan jenis .


" Tidak perlu tuan muda , karena saya sudah berjanji . Akan memasak menu kesukaan anak saya " . Rullio menolak dengan halus .


" Oh ,, begitu " . Terlihat jelas raut wajah kecewa Zayen .


" Ma , bagai mana kalo kita mengudang . Paman Zayen dan temannya makan dirumah " . Sang anak memberi usulan , ketika melihat raut wajah sedih Zayen .


Qollio memang anak perasa , dia seperti sang mama . Yang halus perasaanya , dapat membaca exspresi seseorang .


Willi yang tau situasinya langsung menyahut , saat melihat Zeyan diam . Tapi tergambar jelas di wajahnya kalo dia ingin . Mendapat persetujuan dari Rullio .


" Tapi sayang " ,,


" Ayolah ma ",, sang anak merengek .


" Hufff " ,, Rullio membuang nafas kasarnya .


" Baiklah " ,, dia menuruti permintaan sang anak .


" Ayo " ,, paman Qollio menarik tangan Zayen dan mengajaknya berjalan beriringan .


Willi , mengikutinya di belakang . Masih tetap berfikir di mana dia pernah melihat wajah Qollio .


Setelah Rullio menyelesaikan pembayaran , dia segera ketempat di mana sang anak menunggunya .


🙄🙄🤔🤔🤔🤔🙄🙄


Kembali ke rumah utama .


" Jadi sudah berapa persen persiapan pernikahan mu nak ? " .


" Sudah hampir 80 % pa " , Reza menjawab pertanyaan sang papa .

__ADS_1


" Kapan kamu mulai cuti Za ? "_ Reni .


" H - satu kak " ,


" What ,, mepet banget ", Relli kaget mendengar jawaban sang adik .


" Hehe ,, soalnya ada mata pelajara yang gak bisa aku tinggal . Sebentar lagi ujian , dan mata pelajaran itu masuk dalam materi ujian kak " .


" Hufff ,, apa kamu gak mau perawatan kaya manten manten yang lain " _ Reni .


" Gak lah , lagia perawatan sendiri aja juga bisa " .


" Alah ,, bilang aja kamu males , udah mau nikah masih aja males dandan perawatan " . Relli menimpali ucapan sang adik , Reza memang tomboy dan dia tidak terlalu suka dengan perawatan .


" Hehehe " ,, Reza hanya nyengir mendengar penuturan sang kakak .


" Oh ,, ya Enzil , tu gaun seragaman yang kamu minta dah jadi . Mau di berikan sekarang ? ", tanya Reza kepada sang adik .


" Ya , berikan sekarang saja kak " .


Jodha , hanya diam mendengar percakapan keluarga ini . Hanya duduk diam , dari tadi pikirannya masih sibuk . Mengingat ingat , beberapa orang di hadapnya ini . Yang ia yakini bukan orang sembarangan .


Dari mulai kedua orang tua Renzil , tentunya orang hebat di bidangnya . Ayahnya seorang pembisnis dan ibunya seorang seniman terkenal .


Relli sang kakak , manta miss univers sekaligus model terkenal . Dan suaminya pembisnis di bidan kuliner dan juga seorang Chef ternama .


Kakak ke 2nya Reni , dia memang ibu rumah tangga biasa . Tapi aksi sosialnya sungguh membuat orang terkagum . Dia pendiri yayasan Sayang ibu , yang sudah melakukan banyak hal .


Tapi meskipun dia seorang ibu rumah tangga biasa , dia mempunyai hobi yang sama seperti sang mama . Seorang seniman , yang karyanya berharga ratusan juta .


Sedangkan suaminya adalah seorang pengacara , sekaligus pembisnis di bidang perikanan .


Kakak ke 3nya ini , selain dia seorang dosen . Dia juga aktif dalam menyuarakan suara rakyat saat dia menjadi seorang mahasiswa .


Dan calon suaminya ini , adalah seorang Kapten di angkatan darat . Yang terkenal tegas dan berdisplin tinggi .


Semua orang orang hebat ini pernah muncul di artikel suatu majalah bisnis dan koran harian ibu kota .


" Ini ",, Renzil menaruh peaper bag di pangkuan Jodha .


" Hem ? " , Jodha memandang ke arah Renzil penuh tada tanya .


" Itu seragam mu , pake itu di acara pernikahan kak Reza " . Renzil menjelaskan dengan singkat ,,


Jodha , masih bengong mencerna kata kata Renzil .


" Hehe " ,, Relli hanya tersenyum melihat tingkah sang adik . Yang bigitu kaku mengajak wanitanya ke acara keluarga .


" Ah ,, tapi ,, ?? ", Jodha ingin membanta .


" Iya sayang , nanti kamu datang ya ,, bantuin kak Reza . Masih kurang 1 orang untuk jadi pager ayunya " . Reni langsung memotong ucapan Jodha . Begitu tau gelagad penolakan di wajahnya .


" Hem ,, sudah di putuskan , pager ayunya kamu Jodha " . Reza mengukuhkan ucapan sang kakak .

__ADS_1


Membuat Jodha tak bisa berkutik . Renzil tersenyum datar melihat Jodha mengangguk tanda setujuh .


Dia seperti orang linglung yang ke bingungan .


__ADS_2