
" Kebenaran waktu itu ,,, ? ",, sang ayah terdiam sejenak . Matanya menatap ke arah sang putra , pikirannya menerawang ke masa itu .
🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔
6 Tahun yang lalu ,,,
Di wilayah bagian timur negara ini ,, pada saat itu sedang di landa kekeringan yang panjang . Tak sampai situ , selain di landa kekeringan . Wilayah ini juga sedang terjangkit wabah .
Wabah yang menjangkit wilayah ini , termasuk golongan kalas B . Bisa sampai mematikan , Dr.Ruldof yang waktu itu masih menjadi wakil drektur .
Memimipin tenaga medis suka relawan , mejadi garda terdepan . Ke wilayah timur tersebut , anggota tim yang ikut semua para tenaga profesional .
Tapi seprofesional profesionalnya tim , menghadapin begitun banyak pasien yang harus di tolong .
Akan kualahan juga , sehingga Rullio yang awalnya hanya seorang asisten pengganti . Ikut membantu juga , kebetulan waktu itu . Rullio ikut dalam rombongan suka relawan .
Sejak mulai datang dan sudah berlalu , sampai 3 hari . Mereka tetap sibuk menangani para korban bencana dan para orang yang terkena wabah .
" Brukkk ",,,,
Tubuh mungil Rullio tumbang seketika , " Rullio ". Salah satu suster yang ada di dekat Rullio terkejut . Melihat sang asisten terjatuh , dengan segera dia meminta tolong . Untuk membantu Rullio yang tiba tiba pingsan .
😯😯😯😯😯😯😯😯😯😯😯
" Ma ,, besok jadi kondangan ke tempatnya tante Reza ? ". Qollio bertanya kepada sang mama .
Mereka berdua sedang rebahan , Rullio menemani sang putra sebelum tidur .
" Emm ,, lihat besok ya boy ,, mama tidak tau apakah ,, besok mama bisa izin pulang lebih cepat ".
__ADS_1
Rullio dan Reza adalah teman satu SMA . Mereka dulu berteman sangat akrab , setelah kelulusanya . Reza kakak Renzil , memutuskan meneruskan kuliahnya di luar negri .
Dan mereka kembali akrab , setelah Reza pulang ke tanah air . Setelah menyelesaikan studinya .
Reza memperlakukan Qollio dengan baik . Bahkan dia tak pernah mempertanyakan siapa ayah Qollio . Menurut Reza , itu urusan pribadi sang sahabat . Kalo tak ingin di ceritakan , Reza tak akan bertanya lebih jauh .
Dia memang sahabat yang baik , tak seperti teman teman Rullio yang lain . Yang lebih memilih menjauh , dan terhadap Qollio . Selalu memadang sebelah mata , atau tak jarang malah menatap jijik .
" Tapi ,, mengundang kita ma . Bukankah jika seseorang mengundang kita . Untuk menghormati orang tersebut kita harus memenuhi undangannya ".
Qollio mencoba menyampaikan , nasehat yang dulu pernah di sampaikan sang mama . Saat dulu , Qollio enggan hadir di acara pesta ulang tahun temannya . Yang notabennya masih tetangga mereka .
" Huffff ",, Rullio menghela nafas . Mencoba merangkai kata untuk memberi pengertian kepada sang putra .
" Itu memang benar sayang , tapi besok bukan hari lubur mama . Jadi mama harus berangkat kerja dulu . Dan bukakah Qollio juga ada kelas ? ".
" Begini saja sayang , mama kerja dulu . Tapi mama tidak janji , kalo kita bisa datang tepat waktu . Bagai mana ? ", Rullio tak tega mematahkan keinginan sang anak .
" Ye ,, datang kondangan ketempatnya tente Reza ".
Qollio begitu senang dengan jawaban sang anak . Dia girang bukan main , karena selama ini Reza . Sudah di anggap Qollio sebagi orang yang mau menerimanya . Tanpa menunjukan tatapan jijik atau enggen berdekatan dengannya .
😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆
" Jadi ayah mengusirnya ? " , nada bicara Zayen yang mulai tak terkendali .
" Waktu itu dengan semua bukti bukti yang terpapar . Ayah langsung percaya , kalo Rullio memang mempunyai niat tak baik terhadap kelurga kita ".
Sang ayah menjelaskan alasannya mengapa mengambil keputusan tersebut .
__ADS_1
" Dari mana ayah dapatkan bukti bukti ini ? ", Zayen mencoba tenang kembali . Berfikir jerni untuk memecahkan teka teki ini .
" Setelah kejadian pingsan itu , ayah tanya siapa ayah calo bayi itu ? ". Sang papa terdiam sejenak , " Rullio mengaku . Bahwa ayah anak itu adalah kamu nak ".
" Ayah tak langsung percaya , waktu itu ayah akan menyuruh orang kepercayaan kita . Untuk menyelidiki hal ini . Setelah ayah kembali dari area bencana , dan waktu itu . Ayah ingat kalo Fernando tiba tiba ingin meminta ".
" Dia ? , kenapa om Fernando tiba tiba ingin membantu . Apa dia tau masalah ini ? ", Zayen mengenyit heran .
" Seingat ayah , waktu ayah sedang menelpon Adil . Tiba tiba , Fernando menyela dan menawarkan diri ".
" Ayah ingat kejadian itu , aku sedang menghadiri pesta ulang tahun Valen . Putri om Fernando , di saat pesta ada yang memasukan sesuatu di minuman ku ".
Zayen , menceritakan kejadian malam itu . Dengan ingatan yang sedikit mengabur , " Malam itu aku bertemu seorang wanita . Karena aku merasakan sesuatu yang tak beres dengan ku . Aku berusaha keluar dari pesta ity , dan setelah bertemu wanita itu ".
Zayen terdiam sejenak , karena dia benar benar antara sadar dan tak sadar . Saat terbangun di sebelah temapat tidurnya telah kosong . Dan pakainya masih utuh , jadi waktu itu .
Zayen berfikir kalo yang terjadi dengan wanita itu hanya mimpi . Tapi kenapa ada foto Rullio dengan seorang pria . Masuk ke kamar , " Tunggu ayah kamar itu ".
" Aku ingat kamar itu , kamar di mana aku terbangun di pagi hari ".
" Kalo seperti itu , kita harus mencari pria ini . Siapa tau ada motif di balik foto foto ini ".
Sang ayah mengusulkan hal itu , karena dia menduga ada sesuatu yang tak beres dengan hal ini .
" Lalu ,, untuk anak itu bagaimana ayah ? . Aku yakin kami punya satu ikatan , tapi malam itu aku tak yakin . Kalo wanita itu Rullio ayah ", Zayen terus berusaha mengingat .
Memang di pagi itu dia tidak menemukan Rullio di sampingnya . Tapi dia bertemu dengan Rullio di lobiy hotel .
" Kita lakukan tes DNA , secara diam diam ". Usul sang ayah yang di angguki oleh sang anak .
__ADS_1